Mohon tunggu...
Suyito Basuki
Suyito Basuki Mohon Tunggu... Editor - Menulis untuk pengembangan diri dan advokasi

Pemulung berita yang suka mendaur ulang sehingga lebih bermakna

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Jika Saja Mas Bechi dan Koh Jul Memiliki Visi Ini

10 Juli 2022   08:26 Diperbarui: 10 Juli 2022   08:32 261
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Kekerasan Seksual (Sumber Foto: orami.co.id)

Jika Saja Mas Bechi dan Koh Jul Memiliki Visi Ini

Oleh: Suyito Basuki

Gelombang tsunami Pondok Pesantren Majma'al Bahrain Shiddiqiyyah di Ploso Jombang, betul dirasakan gara-gara Mas Bechi (MSAT) yang telah ditetapkan menjadi tersangka pencabulan terhadap santiwatinya dan saat ini diinapkan di Rutan Medaeng Sidoharjo Jawa Timur.  Hal ini menjadi sangat berat bagi pondok pesantren tersebut karena Kemenag kemudian mencabut ijin operasional pondok pesantren itu.

Demikian juga terhadap Koh Jul yang bernama lengkap Julianto Eka Putra.  Julianto ini, sebagaimana yang pernah ia sampaikan di dalam acara Kick Andy beberapa waktu yang lalu, dia mendirikan sekolah SMA gratis kepada anak yatim piatu yang tidak mampu.  Julianto kemudian dikandidatkan menjadi seorang hero oleh acara Kick Andy atas karyanya itu.  

Julianto saat ini  ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jatim karena dituduh melakukan pencabulan kepada beberapa anak asuhnya.  Masih menjadi polemik apakah sekolah yang bernama SMA Selamat Pagi Indonesia di Batu Malang Jawa Timur ini akan ditutup atau tidak.

Makna Visi

Visi adalah pandangan ke depan yang menjadi arah perjalanan pada masa kini.  Visi berdasarkan sumbernya sering disamakan dengan wahyu, atau pewahyuan.  

Kegunaan visi bagai seorang pemimpin politik adalah demi mengarahkan perjalanan negara yang diembannya, sehingga akan ada keharmonisan dan kejayaan. 

Visi secara umum bagi seorang pemimpin adalah untuk menjadi mercusuar kemana lembaga akan dibawanya untuk mencapai sebuah tujuan lembaga yang telah ditetapkan.

Kegunaan visi bagi orang yang berkeinginan menjaga kekudusan dan keutuhan hidup serta rumahtangganya, akan menyebabkan kehidupannya dan rumah tangganya sungguh diberkati Tuhan baik pada masa kini maupun pada masa mendatang. 

Memandang Masa Depan

Jerry Kirk memberi motivasi, bahwa seseorang perlu memiliki visi yang segar dalam usaha melepaskan diri dari ikatan pornografi dan ini juga berarti usaha melepaskan diri juga terhadap godaan seksualitas yang tidak sehat. (Kepemimpinan, Vol. 35, Th. IX, hal. 20)  Jerry Kirk bertanya: "Dalam lima tahun, akan menjadi seperti apakah kehidupan Anda jika Anda berhasil mendisiplin diri Anda?  Sampai sejauh manakah tingkatan sukacita yang akan Anda alami?  Bagaimana dengan tingkat keyakinan Anda dalam doa?  Bagaimana dengan tingkat harga diri Anda?"

Jika dapat bertahan 10 tahun dalam mendisiplin diri, orang tersebut dapat memberi dorongan kepada orang lain serta nasihat yang menguatkan, istri mempercayai sepenuhnya dan anak-anak sangat menghormatinya.  Jika sampai 20 tahun sukses bertahan mengatasi pencobaan seksualitas, istri akan semakin mempercayai sepenuhnya.  Betapa indahnya visi itu. 

Tetapi sebaliknya, betapa sangat merasa celakanya jika seseorang  tidak dapat mengatasi pencobaan-pencobaan seksualitasnya.  Akibatnya adalah dia akan tidak menghargai dirinya sendiri, ragu dengan kemampuannya, terus menerus kesepian, tidak dapat mengembangkan sikap sosial, hubungan dengan istri dan keluarga menjadi sangat kering serta lembaga yang tengah dibangunnya akan terkena gelombang dahsyat yakni mosi tidak percaya dari masyarakat yang berujung pada pencabutan ijin dan penutupan lembaga tersebut.  Padahal jika lembaga itu sudah memberi pekerjaan kepada banyak orang, akan sangat kasihanlah orang-orang tersebut pada kehidupan selanjutnya.

Masih Ada Waktu

Apakah kita akan menjumpai kehidupan pribadi yang jelek semacam itu itu hingga akhir hayat kita?  Kemudian berita tentang kita akan menjadi viral bukan karena prestasi tetapi karena sebuah kesalahan, yang barangkali akan berhadapan dengan pengadilan dan kita menerima putusan bahwa kita bersalah dengan stigma yang negatif.

Kita masih ada waktu untuk memperbaiki hidup ini.  Kekudusan bukan hal yang menakutkan.  Hal ini hanya sebagai sarana kita dapat menikmati segala berkat yang Allah telah anugerahkan kepada kita, termasuk seksualitas di dalamnya.

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun