Mengikuti buka puasa di rumah menteri kabinet memang mengasyikan. Selain menemui menu yang beragam, juga biasa bertemu dengan orang penting. Namun, kali ini di rumah Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, terasa agak berbeda. Maklum, Senin (6/8) mendengar pengakuan dari salah seorang warga Solo yang kebetulan adalah bekas Ketua MPR RI, Amien Rais. [caption id="attachment_191918" align="aligncenter" width="512" caption="Ki Gendeng Pamungkas dan penulis"][/caption] Menurutnya, kinerja Walikota Solo, Joko Widodo belumlah luar biasa karena masih tergolong biasa saja. Hanya media massa pandai membantu penyiaran keberhasilannya dan Jokowi didukung oleh Tim Media yang handal dalam mempromosikannya. Amin Rais membeberkan bagaimana permasalahan Solo seperti lampu-lampu jalan yang padam, kemacetan dan kemiskinan yang masih terlalu mencolok di sana. Artinya, perubahan masih sedikit yang dilakukan Jokowi, karena banyak daerah kumuh dan gelap di waktu malam dan kemacetan di perkotaan. Dirinya sebagai orang Solo mengaku malu bila berita Jokowi terlalu dilebih-lebihkan. Seolah spektakuler sekali keberhasilan yang dilakukan oleh Jokowi. Pernyataan Amien Rais senada dengan pengakuan Ki Gendeng Pamungkas , Jumat (3/8) di Bogor. Tokoh paranormal yang bisnismen menggaransi penulis, bahwa omong kosong kisah Jokowi soal PKL dan kemacetan di Solo. Ia tidak lebih dari rekayasa timses yang pinter saja memoles keberhasilannya. Keberhasilan membuat nyaman PKL menurut Ki Gendeng, tidak lebih dari pengaruh Keraton Solo yang ditaati oleh warga, bukan oleh Jokowi. Pernyataan Amien Rais punya korelasi penting bagi Tim Sukses Fauzi Bowo bila pandai mengeksplorasi sosok Fauzi Bowo. Bukankah calon gubernur yang didukungnya merupakan President dari para gubernur se Asia Pasific? Yang menginisiasi pertemuan berkala seluruh gubernur di wilayah penting dunia ini demi pembangunan kota yang berkelanjutan? Mengapa sisi positif Fauzi Bowo kurang diungkap oleh Tim Suksesnya? Sehingga hanya menangkis tuduhan miring dari antek-antek pembangunan berkelanjutan yang telah dilakukan sejak jaman Ali Sadikin, Sutiyoso hingga Fauzi Bowo? Sangat naif sekali para Tim Sukses yang hanya bangga dengan jejak langkah yang telah dilewatinya di perkampungan-perkampungan kota Jakarta.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H