Selain Makom Jajang pun menyimpan Beberapa  Artefak Bebatuan  unik yang berbagai macam bentuk dan memiliki makna tetsendiri bekas peninggalan kerajaan tersebut.Tapi Hanya disimpan di sebuah gudang,Karena belum  Memiliki Rak untuk di pajang,serta belum ada peneliti yang datang.
Namun setelah dirawat dan dilestarikan,Alhamdullilah Pengunjung pun banyak yang berdatangan,sampai dari Luar daerah seperti yang dari Bogor jakarta,Kuningan,Tangerang,Cirebon Bahkan Madura.Adapun Orang yang berpangkat sekelas jendral pun pernah datang kesini."Ujarnya"
Serta ada salah satu pengunjung/pendatang dari Cirebon Setelah berziarah dan wisata religi ketempat ini,dia mendapatkan Karomah yang katanya alhamdullilah luar biasa.Akhirnya dia Menyumbang dan menjadi donatur di tempat ini,salah satunya di alokasikan ke  jalan/insfaktuktur.
Karena Sebelumnya,Dia pernah bermunazat dan Bernazar ketika Doanya di kabul dia akan  Membangun jalan ini."ucapnya"
Selain pendatang dari Cirebon yang menjadi Donatur tadi,ada pula pendatang-pendatang lainnya yang ketika datang kesitu bersodaqah seikhlasnya,sehingga Uang yang sedikit demi sedikit terkumpul tadi Digunakan,sebagian untuk Yatim,biaya operasional,Membangun Saung dan ngeramik makom."ujarnya"
Â
Dan alhamdullilah,Tempat ini dilestarikan dan mulai di bangun dari nol sampai Serapi ini Sudah berjalan hampir 4 tahun.
Itupun hasil dari Donatur dan relawan.
Namun satu hal lagi yang ia impikan  ingin memperlebar Akses jalan,soalnya kasihan ketika penjarah yang dari jauh disaat hujan jalannya sempit hanya pas motor,dan ketika rame mereka saling mengalahkan ketika bebarengan.'Sambungnya"
Karena selain pengunjung yang datang di hari-hari biasa,Paling Banyak pula ketika bulan Mulud berdatangan lebih ramai.
Dia berharap  ingin Bisa memperlebar jalan apalgi untuk parkir Roda 4,selain roda 2 pengunjung pun banyak memakai roda 4 yang kesulitan parkir.
Sehingga  keramat Gunung Muncang ini Banyak dikunjungi wisatawan,dan Menjadi  Salah satu Wisata Religi yang ada Didesa Nanggung.(Susi)
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H