Perayaan natal merupakan momen perayaan akhir tahun yang paling ditunggu-tunggu oleh umat kristiani. Karena melalui momen ini mereka dapat menikmati momentum kebersamaan sekaligus mengukir kenangan di akhir tahun bersama keluarga, orang terdekat, pasangan, atau bahkan teman sekalipun.
Di beberapa negara, perayaan natal menjadi lebih menyenangkan karena bertepatan dengan hari libur sekolah, begitupun dengan di Indonesia. Perbedaan paling mencolok yang dapat kita amati yakni, ketika di luar negeri perayaan natal identik dengan turunnya salju yang mempercantik malam natal.
Tiap wilayah memiliki budaya atau tradisinya masing-masing. Begitu pula dengan cara mereka merayakan natal sesuai dengan kondisi geografis, kondisi alam sekitar, dan juga ketersediaan suatu barang tertentu. Berikut ini merupakan 8 tradisi merayakan natal unik di berbagai negara, yuk simak tradisi natal berikut!
1. Menghias Pohon Pisang - India
Sebagai wilayah beriklim tropis, India tentu kesulitan dalam menemukan pohon cemara. Maka dari itu memakai pohon pisang menjadi alternatif umat kristiani di India untuk tetap merayakan momentum natal ini dengan menghias pohon, meskipun hanya ada sekitar 2% penduduk India yang beragama kristen di tengah masyarakat India yang berjumlah kisaran 24 juta jiwa.
2. Lentera dan Hiasan Kertas - China
Umat kristiani negeri tirai bambu ini, memiliki tradisi menghias seisi rumah dengan menggunakan hiasan yang terbuat dari kertas seperti membuat origami bersama anak-anak dan semacamnya. Selain itu, identik pula dengan masyarakat China yang sering menggunakan warna merah sebagai simbol dari keberuntungan, kebahagiaan serta terhindar dari roh jahat yang dapat menyebabkan nasib buruk. Sehingga perayaan di China ini tetap mengikuti budaya masyarakat China yang begitu menjunjung warna merah.
3. Tukar Kado - Amerika
Kegiatan tukar kado menjadi tradisi di Amerika. Pada saat menjelang natal, para umat kristiani akan disibukkan untuk mencari kado natal untuk diberikan kepada kerabat, sahabat, keluarga, teman, maupun orang yang pernah menjadi rekan kerjanya. Selain itu pula, pada saat natal mereka lebih banyak menghabiskan waktu untuk menonton siaran TV bersama dengan menyalakan perapian yang hangat.
4. Hadiah Parcel - Indonesia
Di Indonesia, parcel digunakan sebagai simbol untuk saling berbagi kepada orang lain. Tak hanya dalam acara hari raya beberapa umat beragama saja, tetapi juga ada parcel dalam acara pernikahan dan acara syukuran tertentu.
Dengan memberi parcel, masyarakat di Indonesia berharap dapat terus menjalin kekeluargaan dalam ikatan yang kuat. Sehingga sebagai bentuk ramah tamah serta kepedulian, mereka akan membuat dan memberikan parcel natal yang biasanya berisi camilan, makanan manis, atau hal-hal yang orang tersebut sukai.
Tak jarang juga di Indonesia sering dijumpai begitu banyak orang yang menyediakan jasa membuat parcel. Hal ini menjadi ladang usaha bagi mereka yang senang mendekorasi dan juga bagi orang yang memesan jasa tersebut tidak perlu susah payah membuat parcel karena terhalang oleh berbagai kesibukannya.
5. Menyembunyikan Sapu - Norwegia
Dalam cerita rakyat masyarakat Norwegia, menyembunyikan sapu bertujuan agar pada saat natal tidak ada roh jahat yang memakai kekuatan sihirnya untuk menjelma sebagai nenek sihir dan menggunakan sapu sebagai tongkat sihirnya. Karena dipercaya pada saat natal itulah terdapat roh-roh yang berkeliaran dengan bebas. Sehingga pada saat itu sampai dengan saat ini, masyarakat di Norwegia menyembunyikan sapu sebagai bagian dari tradisi mereka.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H