Namun, meskipun sistem PPDB zonasi memiliki beberapa celah, Kemdikbudristek tetap menggunakan sistem zonasi dengan kebijakan yang lebih fleksibel untuk mengakomodasi ketimpangan akses dan kualitas di berbagai daerah. Sistem zonasi ini diharapkan dapat memeratakan kualitas pendidikan di Indonesia.
Dalam analisis kritis terhadap keberhasilan PPDB zonasi dalam meningkatkan keterjangkauan pendidikan secara merata, beberapa hal perlu diperhatikan. Pertama, sistem PPDB zonasi harus diperbaiki dengan cara mengurangi celah-celah kecurangan yang memungkinkan. Kedua, Kemdikbudristek harus terus memberikan bantuan dan dukungan kepada pemerintah daerah dalam mengatasi permasalahan yang dialami dalam Jalur Zonasi PPDB. Ketiga, sistem zonasi harus diperbaiki dengan cara memperhitungkan jumlah lulusan SMP/Mts dan kapasitas daya tampung jenjang SMA dengan jumlah rombel 36.
Dalam kesimpulan, sistem PPDB zonasi memiliki beberapa celah yang memungkinkan kecurangan dan mempengaruhi keterjangkauan pendidikan secara merata. Untuk meningkatkan keterjangkauan pendidikan secara merata, sistem PPDB zonasi harus diperbaiki dengan cara mengurangi celah-celah kecurangan yang memungkinkan dan memperbaiki sistem zonasi dengan cara memperhitungkan jumlah lulusan SMP/Mts dan kapasitas daya tampung jenjang SMA dengan jumlah rombel 36.
PPDB Zonasi merupakan kebijakan yang kompleks dengan berbagai dampak positif dan negatif. Meskipun kebijakan ini telah menunjukkan beberapa keberhasilan dalam meningkatkan keterjangkauan pendidikan, masih banyak tantangan yang perlu diatasi untuk memastikan bahwa kebijakan ini dapat mencapai tujuannya secara optimal.
PPDB zonasi adalah langkah progresif yang bertujuan untuk meningkatkan keterjangkauan pendidikan secara merata di Indonesia. Meskipun terdapat beberapa keberhasilan dalam hal akses yang lebih merata dan pengurangan praktik elitis, masih ada tantangan signifikan yang perlu diatasi. Ketidakseimbangan kualitas antar sekolah, keterbatasan kapasitas, dan ketidaksiapan infrastruktur adalah beberapa masalah utama yang memerlukan perhatian serius dari pemerintah dan pemangku kepentingan.
Adapun rekomendasi untuk meningkatkan efektivitas sistem PPDB Zonasi ini di antaranya adalah dengan memperkuat sistem penilaian siswa, yaitu sistem penilaian siswa yang lebih komprehensif dan objektif dapat membantu memastikan bahwa siswa berprestasi mendapatkan akses ke sekolah yang berkualitas, terlepas dari zona tempat tinggal mereka.
Meningkatkan akses pendidikan di daerah tertinggal, dalam hal ini pemerintah perlu meningkatkan akses pendidikan di daerah tertinggal dengan membangun lebih banyak sekolah dan meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah-sekolah yang sudah ada.
Meningkatkan kesadaran masyarakat. Masyarakat perlu di edukasi tentang tujuan dan manfaat PPDB Zonasi untuk meningkatkan dukungan terhadap kebijakan ini. Untuk mencapai tujuan jangka panjang dari kebijakan ini, diperlukan upaya yang berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di semua wilayah serta sosialisasi yang lebih efektif kepada masyarakat.
Penting untuk diingat bahwa PPDB Zonasi hanyalah salah satu alat untuk meningkatkan pemerataan pendidikan. Perlu ada upaya komprehensif dan berkelanjutan dari pemerintah, sekolah, dan masyarakat untuk mencapai tujuan ini.
2024 Surya Ramadhan Mahasiswa Farmasi Universitas Airlangga. Hak cipta dilindungi undang-undang.
Artikel ini dilindungi oleh undang-undang hak cipta. Dilarang keras memperbanyak, menyebarluaskan, atau mengambil sebagian atau seluruh isi artikel ini tanpa izin tertulis dari  Surya Ramadhan Mahasiswa Farmasi Universitas Airlangga. Setiap penggunaan yang tidak sah dapat dikenakan sanksi hukum.