Mohon tunggu...
Surya Puspita
Surya Puspita Mohon Tunggu... Desainer - Mahasiswa

helo

Selanjutnya

Tutup

Worklife

Pentingnya Kepemimpinan Memahami Kekuatan Budaya, Tanggung Jawab, dan Kinerja dalam Suatu Organisasi

17 Agustus 2021   00:02 Diperbarui: 17 Agustus 2021   17:49 230
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Budaya perusahaan dapat didefinisikan sebagai nilai, kepercayaan, dan norma bersama yang membangun karakter perusahaan dan dipatuhi oleh para pekerja. Budaya perusahaan yang kuat mampu  mempengaruhi kinerja perusahaan menjadi lebih baik atau sebaliknya. Budaya perusahaan yang baik mampu memadukan mindset dan sikap pada seluruh elemen perusahaan.

Mengapa para pemimpin harus mengenal pentingnya suatu budaya perusahaan?

Adanya budaya dalam sebuah organiasi yang ditetapkan sehingga aturan tersebut menjadi kebiasaan untuk membedakan antara organisasi satu dengan organisasi lainnya . Budaya organisasi juga disebut sebagai identitas bagi organisasi.

Budaya organisasi memiliki peran penting dalam memberi pengaruh perilaku terhadap pekerjanya yang dapat terlihat dari berbagai kesempatan untuk berinovasi dan berkreasi, berpendapat dan sebagainya. Sehingga budaya organisasi berperan dalam mendorong kepuasan kerja dan kinerja yang optimal dalam mencapai tujuan organisasi.

Sebagian budaya yang "baik" ditetapkan oleh apa yang dibutuhkan organisasi untuk melengkapi tantangan dari lingkungan eksternal. Budaya juga harus memanifestasikan seperangkat nilai dan dugaan yang diperlukan oleh organisasi untuk mencapai kesuksesan lingkungannya.

Berbicara mengenai kekuatan budaya organisasi yang menjelaskan bagaimana pengaruh budaya organisasi terhadap lingkungan organisasi tersebut. Jika budaya yang baik dan kuat, maka nilai-nilai pada organisasi digenggam secara serius.

Kekuatan budaya mengacu pada tingkat kesepakatan di antara karyawan mengenai pentingnya nilai-nilai tertentu dan cara  melakukan sesuatu. Jika terdapat kesepakatan yang luas, maka budayanya kuat dan kohesif. Namun, jika hanya ada sedikit kesepakatan maka budayanya lemah. Selain itu, pengaruh budaya yang kuat tidak selalu bermakna positif..

Budaya yang kokoh akan meningkatkan keterikatan dan komitmen pekerja terhadap nilai, tujuan, dan strategi organisasi.  Kadang kala perusahaan memiliki suatu nilai yang tidak etis dan akan berdampak bagi organisasi karena ketidaksesuaian dengan kebutuhan lingkungan.

Budaya juga diingat sebagai responsif. Budaya perusahaan yang responsif memiliki nilai dan sikap yang berbeda dari budaya yang resisten. Dalam budaya responsif, pemimpin lebih mencermati orang, proses dan prosedur dalam organisasi yang menuntun perubahan yang bermanfaat. Pada budaya resisten, pemimpin memperhatikan terhadap dirinya sendiri dan nilai-nilai mereka lebih cenderung untuk mencegah pengambilan risiko dan melakukan perubahan.

Dengan demikian, budaya yang kuat tentunya tidak cukup karena adanya budaya yang buruk akan membawa organisasi untuk bergerak kea rah yang salah. Budaya yang baik akan mendorong perusahaan untun melakukan perubahan yang baik di lingkungan eksternal.

Selain itu, pekerjaan yang penting bagi para pemimpin organisasi yaitu menciptakan dan mempertahankan budaya kinerja tinggi yang responsif. Pemimpin yang memperhatikan baik nilai budaya maupun kinerja bisnis akan membawa perusahaan untuk mencapai kesuksesan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Worklife Selengkapnya
Lihat Worklife Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun