Kenangan saat Libur Lebaran Bersama Cucu (bagian 3)
Pada tanggal 21 April 2023 belum ada acara saling berkunjung antartetangga di Dukuh Ketinggen, Desa Karanglo, Klaten Selatan, Jawa Tengah. Acara saling kunjung baru diadakan hari Ahad, 23 April 2023. Masih ada waktu dua hari untuk melakukan persiapan. Masih ada waktu untuk melaksanakan agenda lain. Usai mengikuti salat Idulfitri 1444 Hijriyah di lapangan Ngrundul, kami melakukan sungkem dengan Ibu Suparti (Nyonya Sastro Martoyo).
rumah Ibu Suparti. Adik-adik kandung, ipar, dan keponakan saya pun menyusul. Setelah Kakak Srimulyo selesai sungkem dengan Ibu Suparti, selanjutnya menjadi orang kedua yang menerima sungkem dari adik-adik kandungnya. Menyusul kemudian para ipar dan keponakan.
Kakak Srimulyo, kakak kandung saya, memulai "ujung" disusul oleh saya, Suprihadi, anak keempat yang hadir diAcara berlangsung penuh suka cita.Kami bermaaf-maafan dalam hari nan-fitri. Selanjutnya sebagian besar dari kami menikmati hidangan yang tersedia di dapur. Sebagai keluarga besar Sastro Martoyo kami sudah terbiasa mengambil makanan masing-masing (swalayan) di dapur.
Adik bungsu, Tarti yang tinggal bersama Ibu Suparti selama ini hanya bertindak sebagai fasilitator. Untuk urusan masak-memasak dilakukan bersama-sama. Istri tercinta, Siti Asfiyah sering menjadi rujukan dalam urusan dapur tersebut.
Usai acara makan yang tidak memakan waktu lama, hari Jumat itu, kami berkunjung ke rumah adik Harwahyuni alias Nanik di kecamatan tetangga, yaitu Kecamatan Karangnongko. Sebagian ikut mobil yang dikemudikan Yunus dan sebagian naik sepeda motor dengan berboncengan.
Rumah yang memiliki ruang tengah cukup lapang itu membuat kami dapat leluasa berkumpul dalam suasana gembira. Yunus sempat mengobrol dengan Wanto, suami Indrati. Indrati sering dipanggil Mbak In. Indrati adalah anak pertama almurhumah Suminten.
Agenda di rumah Nanik-Sriyono cukup seru. Kami bersenda gurau dengan ceria.Dari delapan putra-putri Ibu Suparti, almarhumah Ibu Suminten adalah putri pertamanya. Meskipun kakak Suminten sudah tiada, generasi penerusnya ikut hadir dalam acara silaturahim di rumah Nanik-Sriyono tersebut.
Kedua cucu kami, Zaki dan Zaskia begitu senang bemain-main di sekitar tempat kami mengobrol. Mereka berlari-larian mengejar balon yang diterbangkan.
Acara bermain Zaki dan Zaskia berlanjut. Usai silaturahim di rumah Nanik-Sriyono, kami mengunjungi Alun-Alun Klaten usai salat Jumat. Tidak jauh dari rumah Nanik-Sriyono ada masjid yang cukup representatif.Â
Bermain di Alun-Alun Klaten
 Anak-anak memang suka bermain. Permainan yang mengandalkan fisik lebih bagus untuk pembentukan tulang yang kuat. Perjalanan dari rumah Nanik-Sriyono ke Alun-Alun Klaten tidak memakan waktu lama. Behubung waktu lepas tengah hari, sinar surya begitu terik kami rasakan.
Untuk itu, kami mencari lokasi yang agak teduh, yaitu di dekat pohon rindang pada sisi dekat eks-gedung bioskop Rita. Mobil yang dikemudikan Yunus diparkir di sana pula.
https://youtube.com/shorts/tNLe3Zg-7jI?feature=share
Mula-mula Zaki memilih permainan otopet. Usia yang masih muda dan kaki yang belum kuat membuat Zaki kurang begitu terampil menjalankan otopet. Dengan dorongan dan arahan ayahnya, Zaki pun dapat menjalankan otopet meskipun tidak dapat laju.
Permainan kedua yang dipilih dua cucu kami tersebut adalah menangkap anakan ikan lele dengan jala mini. Sebuah kolam ikan buatan disiapkan oleh penyedia jasa permainan. Di dalam kolam yang dilapisi terpal plastik tebal itu dimasukkan air yang jernih separuh tinggi kolam. Kemudian disiapkan ember kecil dan jala mini seperti saringan kopi atau teh berukuran tanggung yang cocok dipegang anak-anak untuk bermain.
Permainan ketiga yang dipilih oleh Zaki dan Zaskia adalah permainan yang memerlukan olah fisik. Mereka harus naik tangga kemudian memasuki lorong berbentuk badan ular dan keluar dari lorong melalui "mulut" ular tersebut.
Berhubung kondisi cukup panas, Zaki dan Zaskia tidak mau berlama-lama di arena bermain yang diberi cat warna-warni itu. Lantai yang dilapisi rumput plastik terasa cukup panas saat diinjak. Sinar surya benar-benar cukup terik siang hari itu.
Kami pun bergegas meninggalkan Alun-Alun Klaten yang begitu nyaman sebagai tempat bermain. Lapangan rumput pada tengah lapangan terlihat begitu lengang. Belum ada aktivitas masyarakat yang berolah raga di sana.
Penajam Paser Utara, 1 Mei 2023
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H