Membersihkan Kolam Ikan ibarat Membersihkan Hati yang Kotor
Hari Ahad cuaca sangat cerah. Hal itu membuat saya lebih bersemangat dalam beraktivitas. Setelah selesai mencuci pakaian pribadi, segera saya bersiap untuk membersihkan kolam ikan hias. Ukuran kolam hanya 1 x 4 meter dengan kedalaman kurang lebih satu meter.
Alat-alat atau perlengkapan untuk membersihkan kolam pun saya siapkan. Sambil menyiapkan peralatan, saya melirik kondisi kolam yang sudah cukup keruh airnya. Saya sudah lupa, kapan terakhir kali menguras kolam yang berada di teras, depan kamar anak ragil kami, Adib.
Baca juga: Menguras Kolam Ikan Hias Bulan September
Posisi Kolam Ikan Hias di teras (dokpri)
Posisi kolam memang tepat di depan kamar Adib. Ada semacam jembatan pendek untuk tempat keluar kamar. Jembatan pendek itu berada di atas kolam. Pipa besi bercat kuning di depan kamar merupakan pipa gas untuk memasak di dapur.
Bak Penampung Sementara Ikan Hias (dokpri)
Perlengkapan pertama yang saya siapkan adalah bak berwarna hitam berisi air bersih untuk menampung ikan dari kolam. Sebelum kolam dibersihkan, ikan-ikan di dalamnya harus dipindahkan ke dalam bak berwarna hitam itu.
Perlengkapan kedua adalah jaring atau jala ikan berukuran kecil. Jala itu digunakan untuk menangkap ikan dari dalam kolam. Dengan jala, ikan akan mudah ditangkap.
Alat untuk membersihkan/penggosok dasar kolam (dokpri)
Perlengkapan ketiga berupa anyaman seperti bahan untuk jala yang berguna untuk menggosok atau membersihkan dasar kolam. Kotoran yang menempel pada dasar dan dinding kolam perlu dibersihkan.
Perlengkapan keempat berupa papan sepanjang lebar kolam. Fungsi papan sebagai penahan atau penghalau ikan agar berkumpul pada tempat yang mudah ditangkap. Biasanya, ikan akan bersembunyi di bawah jembatan pendek depan pintu kamar Adib. Untuk itu, ikan-ikan hias itu perlu dihalau dan diberi pembatas papan pada sisi kolam.
Semua peralatan diletakkan dekat kolam (dokpri)
Semua perlengkapan atau peralatan untuk membersihkan kolam saya letakkan di pinggir kolam, dekat dengan pompa air (alkon). Tahap-demi tahap pun segera saya mulai.
Saluran pembuangan air kotor (dokpri)
Tahap pertama, saya buka tutup pembuangan air kolam. Air kotor itu langsung keluar menuju parit atau got di samping kiri rumah kami. Lubang pembuangan agak kecil sehingga perlu waktu agak lama untuk membuang semua air dalam kolam.
Ikan-ikan saya giring ke tempat yang mudah ditangkap. Intinya, melokalisasi tempat. Ikan-ikan saya arahkan agar tidak bersembunyi di bawah jembatan pendek. Kemudian, papan penahan saya pasang dekat jembatan pendek itu.
Menangkap ikan dengan mudah (dokpri)
Setelah dilokalisasi, cukup mudah untuk menangkap ikan dengan jala yang sudah siap di tangan. Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menangkap ikan-ikan hias tersebut.
Ikan dimasukkan bak hitam (dokpri)
Setelah tertangkap, ikan-ikan itu langsung dimasukkan bak hitam sebagai tempat penampungan sementara. Air jernih dalam bak hitam itu tentu akan membuat ikan merasa lebih senang. Ikan yang terakhir saya tangkap adalah ikan berwarna hitam. Ikan sapu-sapu agak sulit ditangkap. Ikan itu paling suka berada pada dasar kolam. Agak melengket atau mencengkeram dasar kolam.
Kolam menjadi kosong setelah ikan ditangkap dan air dialirkan. Hampir satu jam waktu yang dibutuhkan untuk menangkap ikan, mengosongkan air, dan menggosok bagian dasar kolam serta dinding kolam.
Menggosok dasar kolam (dokpri)
Dasar kolam biasanya berlumut. Saya harus menggosok perlahan-lahan supaya bersih. Alat penggosok yang berupa rajutan atau anyaman jala itu biasa digunakan untuk menggosok piring kotor di dapur. Selain bagian dasar kolam, saya juga menggosok bagian dinding.
Dinding kolam perlu juga digosok (dokpri)
Lumut hijau suka tumbuh pada dasar dan dinding kolam. Untuk itu, saya perlu ekstrahati-hati. Sangat lembut lumut itu. Perlu berulang-ulang menggosok baru bisa hilang warna hijau itu.
Setelah lumut dibersihkan, pasir serta tanah yang melengket pada lantai kolam perlu dibersihkan pula. Air bersih diguyurkan kemudian lantai digosok-gosok lagi agar kotoran dapat berkumpul. Dalam hal ini diperlukan baskom kecil untuk menampung kotoran yang tersisa di dasar kolam.
Mengisi air kolam (dokpri)
Setelah kolam dirasa cukup bersih, air dari PDAM pun dialirkan. Alhamdulillah pada hari Ahad tanggal dua puluh lima Desember 2022 air cukup lancar.
Kolam sudah siap dimasuki ikan hias (dokpri)
Hanya sekitar sepuluh menit, air sudah cukup banyak mengisi kolam. Ikan-ikan dari dalam bak berwarna hitam segera saya pindahkan dengan menggunakan jala. Kelincahan ikan yang berenang di air bersih sangat membuat hati riang.
Ibarat membersihkan Hati
Membersihkan kolam dapat diibaratkan seperti membersihkan hati yang kotor. Terbalik, ya? Membersihkan hati yang kotor ibarat membersihkan kolam yang sudah keruh airnya. Agar hati bersih, diperlukan alat atau sarana untuk membersihkan hati, yaitu niat dan aksi. Setelah berniat untuk membersihkan hati, selanjutnya aksi dijalankan. Apa saja yang harus dilakukan (aksi) untuk membersihkan hati?
Pertama, kita harus yakin bahwa hati yang kotor itu tidak baik. Setelah itu, kita wajib beristighfar, memohon ampun kepada Allah. Astaghfirullah. Apa lagi? Kita wajib berzikir.
"Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tenteram" (QS Ar-Ra'd 28).
Penajam Paser Utara, 25 Desember 2022
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI
Lihat Diary Selengkapnya