Mengingat hari Jumat, acara munas pagi tidak berlangsung lama. Para peserta laki-laki beragama Islam diberi kesempatan untuk menjalankan salat Jumat pada salah satu ruang di dalam hotel yang sedang tidak digunakan untuk kegiatan. Lokasinya di lantai satu dekat tempat makan.
Sebagian peserta munas ada yang makan lebih dahulu. Sebagian lain memilih mengikuti salat Jumat lebih dahulu. Waktu untuk makan di siang hari masih panjang. Sementara waktu untuk salat Jumat ada batasannya.
Pada siang hari acara munas berlangsung cukup menarik. Utusan dari berbagai daerah banyak memberikan masukan terkait AD/ART (Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga) APSI (Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia) dalam munas yang berlangsung 13-16 Oktober 2022.
Setelah beberapa tahapan dilalui, selanjutnya diadakan pemilihan ketua dan sekjen APSI. Suasana cukup ramai. Beberapa usul disampaikan oleh peserta. Nada usul rata-rata sama. Tidak perlu diadakan pemungutan suara tetapi musyawarah untuk mufakat.
Peserta munas yang lain dengan kompak berteriak, "Setuju!". Dengan begitu, pemimpin sidang merasa senang mengingat waktu semakin sore dan kelelahan mulai merambat. Dengan melakukan musyawarah, keputusan cepat diambil.
Berdasarkan masukan atau pilihan dari pengurus APSI provinsi, mengerucutlah satu nama bakal calon ketua umum dan sekjen yang memperoleh dukungan terbanyak. Berdasarkan data tersebut diputuskanlah, kedua nama itu menjadi ketua umum dan sekjen APSI Pusat masa bakti 2022-2027.
Ketua sidang pun membacakan keputusan hasil musyawarah munas V APSI. Dr. Agus Sukoco, MM ditetapkan sebagai ketua umum dan Dr. Saksono Liliek Susanto, M.Pd. sebagai sekjen APSI Pusat periode 2022-2027. Tepuk tangan meriah pun berkumandang.
Agenda malam hari adalah perayaan HUT ke-20 APSI yang dilaksanakan di tempat yang harus ditempuh dengan transportasi bus. Ada 14 bus yang disiapkan panitia menuju tempat acara perayaan ulang tahun tersebut.
Kami harus rela menunggu keberangkatan bus dari hotel selepas pukul tujuh malam. Banyaknya peserta yang akan diberangkatkan perlu koordinasi yang baik. Sebagian peserta memanfaatkan untuk untuk saling berkenalan dengan peserta lain daerah sambil menunggu bus diberangkatkan dari halaman hotel.
Saya sempat berkenalan dengan peserta dari DKI tetapi berasal dari Bali. Ia bercerita panjang lebar terkit dirinya yang pernah tinggal di Lampung dan posisi atau jabatannya selain sebagai pengawas sekolah.
Perjalanan menuju tempat acara pun dihadang oleh kemacetan di beberapa lokasi. Selain itu, beberapa lampu merah menjadikan perjalanan agak lambat. Bali sudah cukup padat lalu lintasnya beberapa pekan terakhir. Berbeda jauh dengan saat pandemi Covid-19 dua tahun silam. Demikian antara lain cerita pemandu yang menemani kami selama perjalanan menggunakan bus tersebut.