Mohon tunggu...
Supli Rahim
Supli Rahim Mohon Tunggu... Dosen - Pemerhati humaniora dan lingkungan
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Bahagia Itu Mudah Diperoleh, Asalkan....

2 Maret 2021   02:47 Diperbarui: 2 Maret 2021   07:17 245
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Bismillah,

Di dunia ini, kira-kira banyak Yang mana, orang yang bahagia atau Yang tidak? Itu tidak penting. Yang penting apakah jkita sudah bahagia atau belum? Jika sudah bahagia maka anda adalah orang yang beruntung. Jika Belum bahagia maka segeralah berbahagia. Caranya bahagia itu bagaimana ya? Inilah tujuan penulisan artikel singkat ini.

Kunci bahagia

Di era materi jadi rujukan bagi para pencari kebahagiaan maka Kita akan saksikan bahwa bahagia itu adalah memiliki apa saja terutama Yang Belum kita miliki. Mungkin kita saat ini sudah punya sejumlah barang maka Yang Kita fikirkan adalah barang Yang Belum kita beli, belum ada pada kita. Kita meyakini Kita akan bahagia jika barang itu sudah ada pada kita. Ternyata tidak. Kita mesti sudah merasakan bahwa kebahagiaan itu bukan.dari sudah banyaknya materi Yang kita punya. Jadi berhrntilah mengejar kebahagian melalui mengumpulkan materi.

Mungkin juga pada saat ini kita Serang memikirkan tahta. Jika tahta menjadi kunci kebahagiaan Kita maka silakan Kita bereksperimen untuk memperoleh tahta itu dab tahta ini. Semua orang pasti memimpikan punya Banyak tahta agar mereka bahagia. Dan itu wajar. Siapa tahu itu benar.

Namun Kita mesti ingat apakah Firaun bahagia dengan lamanya dia berkuasa Dan luasnya bumi Yang dia kuasai? Coba kita cek berapa lama ia berkuasa? Ada 350 tahun dia berkuasa Dan ada 2/3 luas bumi Yang dia kuasai. Lalu kurang puas dia jadi raja, Kala itu dia memberintitel kepadanya sendiri sebagai tuhan sekalian alam, bisa menghidupkan Dan bisa mematikan. Dia mendemonstrasikan berapa tinggi kekuasaan beliau dengan Cara membunuh seorang rakyatnya di depan umum dengan menebaskan pedangnya. Sebagai bukti bahwa dia bisa mematikan. Lalu dia membiarkan seorang lagi sebagai bukti bahwa dia bisa menghidupkan.

Apakah firaun bahagia? Tidak. Firaun galau, firaun susah. Dia takut kehilangan jabatan, until itu dia bunuhi anak laki-laki Dan biarkan anak-anak perempuan. Sampai suatu Hari fia tidak berkutik dengan bayi Musa Yang kelak menjadi "penghancur' kekuasaannya.

Siapa dan apa konsep bahagia?

Bahagia itu ternyata ada pada siapa Yang Banyak memberi bukan Banyak memiliki. Siapa contohnya? Contoh orang yang paling bahagia di dunia Dan akhirat adalah Muhammad bin Abdullah, Nabi akhir zaman. Nabi kita. Nabi yang hari-harinya tidak menumpuk harta sampai waktu isya.

Setiap hari kalau ada rezeki dia bagikan kepada orang lain Dan dia sisakan sedikit untuk keluarganya. Keluarganya dia didik untuk takut dengan tuhan, takut dengan kemewahan, takut dengan penghitungan pada hari penghisaban. Hari itu adalah Hari di mana semua manusia Akan mengalami kesulitan Karena 4 pertanyaan.

Pertama, kau diberi umur untuk apa digunakan?

Kedua, kau diberi masa muda untuk apa dimanfaatkan?

Ketiga, kau memperoleh harta Dari mana Dan untuk apa dibelanjakan?

Keempat, kau punya ilmu untuk apa digunakan ?

Pertanyaan pertama, kedua Dan keempat saja sudah berat, apalagi pertanyaan ketiga itulah Yang paling berat.

Semua sahabat Nabi mengaminkan doa Nabi ketika dia berdoa "ya Allah jadikanlah Kami orang miskin, mati Dalam keadan miskin Dan dibangkitkan bersama orang miskin". Tetapi Dalam kenyataan Banyak sahabat Nabi Yang kaya raya.

Seorang Abdurrahman bin Auf menyesal Dan menyesal ketika dia tahu bahwa dia Akan terlambat masuk surga Karena jumlah waktu penghisaban hartanya adalah 500 tahun pada hal semua hartanya halal. Bagaimana dengan pembaca Dan penulis yang kebanyakan hartanya diperoleh dengan cara tak halal? .

Mari jadi Orang Yang bahagia

Jadi bahagia itu mudah. Bagaimana caranya? Caranya adalah kita selalu ingat mati. Setiap Hari sebelum shalat Kita sebut Nama Kita, wahai Supli, ini shalatmu Yang terakhir. Dengan begitu Kita akan berubah menjadi Dari penyayang harta menjadi suka sedekah.

Selanjutnya, bantulah orang lain yang membutuhkan bantuan dengan meminta dan membuyuhkan bantuan tapi tanpa meminta.

Next, kurangilah terus tumpukan baju, tumpukan koleksi barang-barang, kirimlah uang Dari rekeningmu ke panti-panti atau kepada para pihak Yang memerlukan.

Kemudian, ucapkan alhamdulillah 100 Kali sebelum mata Hari terbit, Dan 100 Kali sebelum matahari terbenam. Berselawatlah kepada Nabi Muhammad, Allahumma shaliala Muhammad, beristighfar, berzikirlah selalu Dan baca Qur'an atau dengarkan Qur'an Dan terjemahannya  di YouTube dengan seksama.

Tambahan, menulislah tentang kebaikan Di fbmu, di blogmu, Di WAmu.

Besoknya, selalu ceria, senyum, memaafkan orang Yang bersalah padamu Dan tidak membuka aib saudaramu.

Cintailah, sayangilah, doakan kebaikan siapa Yang kau temui Di jalan, bersimpatilah pada mereka Yang tak punya, siapkan uang untuk memberi mereka ditambah nasehat ringan- Jaga shalatmu.

Jayalah kita semua.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun