Mohon tunggu...
Ummi Azzura Wijana
Ummi Azzura Wijana Mohon Tunggu... Guru - Music freak

Sumiatun a.k.a Ummi Azzura Wijana, menulis di media cetak, antara lain: Kedaulatan Rakyat, Minggu Pagi, Sabana, Realita Pendidikan, Magelang Ekspres, Jaya Baya, Panjebar Semangat, Djaka Lodang, Karas, dll. Buku antologi bersamanya: Inspirasi Nama Bayi Islami Terpopuler (2015), Puisi Penyair Lima kota (2015), Pelangi Cinta Negeri (2015), Di antara Perempuan (2015), Wajah Perempuan (2015), Puisi Menolak Korupsi 4 (2015), Puisi Menolak Korupsi 5 (2015), Jalan Remang Kesaksian (2015), Puisi Kampungan (2016), Memo Anti Terorisme (2016), Pentas Puisi Tiga Kota dalam Parade Pentas Sastra I/2016 Yogya (2016), Wajah Ibu, Antologi Puisi 35 Penyair Perempuan (2016), Puisi Prolog dalam Buku Sang Penjathil (2016), Antologi Cerpen Gender Bukan Perempuan (2017), Kepada Hujan di Bulan Purnama (2018), dan Profil Seniman Cilacap (2019). Buku lain yang telah terbit: Buku Pintar Kecantikan Muslimah (2014), Flawes Makeup Bagi Pemula (2019), dan Bali Jawa (2020), Pendidikan dalam Refleksi Guru Penulis (2023), Dasar-dasar Kecantikan dan SPA Kelas X SMK (2023).

Selanjutnya

Tutup

Kurma Pilihan

Sahur Penuh Cinta dengan Semangkuk Sup

26 Mei 2018   11:29 Diperbarui: 26 Mei 2018   11:34 893
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Tempe goreng. Sumber gambar: flickr.com
Tempe goreng. Sumber gambar: flickr.com
Selain itu siapkan pula air hangat untuk dicampur dengan madu. Dengan madu, seharian akan tetap bertenaga selama berpuasa. Hindari minuman dengan gula, karena hal tersebut justru akan membuat kerongkongan cepat kering. Lebih cepat menimbulkan haus. Ganti saja dengan air putih hangat, supaya perut tetap nyaman setelah menyantap sahur.

Madu hangat. Sumber gambar: rockess-blog.blogspot.com
Madu hangat. Sumber gambar: rockess-blog.blogspot.com
Sup sayur ini dapat disajikan sehari atau selang dua hari dengan variasi isiannya. Misalnya hari ini ayam, besok sosis, besok lagi bola-bola ikan, dan seterusnya. Kenapa saya memilih menu sup ini karena mudah dalam memasaknya, tak memerlukan waktu lama. Dengan makan Sup juga bisa menunda lapar lebih lama, pasalnya sup banyak mengandung sayuran serta kuah bening pengganti cairan.

Kalori pada sup juga tidak terlalu banyak, sehingga saat subuh atau siang hari tidak mengantuk. Akan lebih baik lagi jika saat makan sahur, nasi yang dikonsumsi adalah nasi merah yang rendah gula. Rasa kenyang bertahan lama, namun tak menyebabkan ngantuk atau lemas selama puasa.

Sup sangat baik bagi pencernaan karena mudah dicerna oleh perut. Bahannya yang terdiri dari sayur-sayuran dan kacang-kacangan banyak mengandung serat. Dengan demikian kebutuhan nutrisi tubuh tetap terpenuhi meskipun puasa selama sebulan penuh. (Ummi Azzura Wijana)

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kurma Selengkapnya
Lihat Kurma Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun