Kekayaan alam dan kehidupan sosial budaya masyarakat yang berbeda menjadi musabab beragamnya kuliner yang ada. Hal itu tampak juga dalam khasanah kuliner di Indonesia. Latar alam dan sosial budaya mempengaruhi kuliner suatu daerah. Misalnya, perbedaan kuliner yang ada di wilayah bagian timur dan barat di Indonesia.Â
Masyarakat di daerah timur Indonesia terbiasa mengonsumsi sagu sebagai makanan pokok. Berbeda cerita dengan masyarakat di wilayah bagian barat Indonesia, mereka lebih cenderung menjadikan beras sebagai makanan pokok. Hal ini terjadi karena lanskap alam di daerah timur dan barat Indonesia sangat berbeda. Tanaman sagu sangat mudah dijumpai di wilayah timur Indonesia, tetapi tidak di wilayah bagian barat Indonesia.
Kuliner dan manusia berdampingan dengan sangat erat. Makanan adalah kebutuhan primer manusia. Kehadiran kuliner secara tidak langsung mendukung aktivitas sehari-hari.Â
Aktivitas manusia yang memiliki kedekatan dengan makanan tidak dapat dimungkiri menjadikan makanan hadir dalam karya sastra. Dalam khasanah sastra Indonesia, cukup banyak karya sastra yang memuat kuliner atau makanan sebagai salah satu bahan cerita.
Beberapa macam kuliner di Indonesia diantaranya:
Satai KambingÂ
Bagi orang Indonesia, satai lebih akrab disebut dengan sate. Satai adalah kuliner yang tidak asing. Hampir di setiap daerah makanan ini bisa dijumpai. Bahkan, kuliner ini kemudian menjadi kebanggaan ketika mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, dalam sebuah pidatonya di Indonesia mengatakan bahwa satai adalah salah satu makanan favoritnya.Â
Kuliner ini kondang sebagai kuliner yang berasal dari Madura. Banyak jenis satai yang ada di Indonesia. Salah satunya adalah satai kambing. Keberadaan pedagang satai kambing sangat mudah ditandai dengan aroma khas dari asap hasil pembakarannya. Sebagai kuliner, satai telah hadir di Indonesia sejak era kolonial.Â
Olahan daging yang ditusuk kemudian dibakar di atas arang ini merupakan hidangan yang mewah pada zaman itu. Hidangan ini adalah salah satu kuliner Indonesia yang mendapat pengaruh kuliner Tionghoa.
Kue PutuÂ
Pedagang kue putu memiliki ciri khas, yaitu dengan adanya suara mirip peluit yang keluar dari alat kukusnya. Kue putu merupakan kue tradisional Indonesia. Kue basah merupakan kue khas Indonesia. Begitu pula dengan kue putu yang merupakan jenis kue basah. Selain itu, bahan baku kue putu merupakan hasil bumi yang mudah didapatkan di Indonesia.Â
Bir
Di Indonesia, hanya orang-orang dan acara tertentu saja yang menghidangkan minuman ini, misalnya, pada sebuah pesta. Hal ini tentu berbeda dengan budaya orang Eropa sebagai muasal minuman ini.
Di negara asalnya, bir menjadi minuman yang dikonsumsi sehari-hari. Bir bukan sekadar minuman beralkohol yang memabukkan. Melalui fragmen kisah itu bisa dilihat bahwa bir menjadi kuliner yang lekat maknanya dengan semangat kebebasan dan perlawanan. Â
Kopi
Pada dasarnya, kopi memang lekat sebagai sumber semangat dengan kandungan kafein di dalamnya. Kopi bukan hanya ada di Indonesia. Di negara lain, bisa dijumpai minuman yang berasal dari kopi sebagai bahan baku utamanya.Â
Dalam kutipan di bawah ini, dikisahkan kuliner kopi yang terdapat di negara lain. Kopi bisa di jumpai di Paris. Di sana, kopi yang disajikan agak berbeda dengan kopi yang biasa ada di Indonesia.Â
Kopi di negara itu telah dicampur dengan bahan lain ketika akan dihidangkan. Menurut Dimas, hal tersebut cukup aneh karena berbeda dengan kopi yang biasa ia minum. Indonesia memiliki berbagai macam jenis kopi.
Pindang Serani
Nasi Kuning
Beras dan rempah adalah bahan-bahan makanan khas Indonesia. Nasi kuning memadukan kedua bahan tersebut. Oleh sebab itu, nasi kuning menjadi kuliner yang khas Indonesia.Â
Pada mulanya, kuliner ini menjadi sajian pada acara-acara yang bernuansa kegembiraan, misalnya kelahiran, pernikahan, dan ulang tahun. Namun, pada perjalanannya, makanan ini menjadi kuliner yang bisa dinikmati setiap saat. kuliner nasi kuning beserta lauk pauk yang menyertai. Lauk pauk yang ada dalam nasi kuning juga khas dari Indonesia.
Secara luas, kuliner bukan hanya mewakili budaya secara lokal. Kuliner bisa menjadi wakil budaya secara nasional. Dalam hal ini, kuliner mengusung identitas kebangsaan.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI