Selamat datang di dunia ungkapan puitis, di mana kata-kata menari dalam pelukan berirama. Dalam permadani bahasa, rangkaian yang jelas, sebuah simfoni emosi, siang dan malam.
Bisikan angin dalam syair terungkap, sebuah kisah tentang gairah, sebuah kisah yang tak terhitung. Gunung yang megah, sungai yang bernyanyi, dalam hati penyair, dunia mengambil sayapnya.
Soneta yang diterangi cahaya bulan dan mimpi yang dicium matahari, tenggelam dalam aliran-aliran puisi. Setiap bait adalah sapuan kuas, kanvas pemikiran, di galeri ekspresi, sebuah mahakarya dicari.
Metafora menenun kisah, alegori untuk diceritakan, gema keheningan, seperti mantra rahasia. Sajak yang menari mengikuti irama kuno, di tempat perlindungan penyair, tempat kata-kata bertemu.
Rasakan ritmenya, detak jantung syairnya, emosi tenggelam dalam gema garis. Selamat datang di tempat perlindungan tinta dan pena bulu ini, di mana setiap barisnya berbisik, setiap kata menanamkan.
Maka, biarlah hatimu menjadi panggung sang penyair, ekspresikan suka, duka, marah. Dalam simfoni bahasa ini, engkau bebas, selamat datang, sayangku, dalam kegembiraan puitis.
***
Solo, Senin, 20 November 2023. 12:25 pm
Suko Waspodo
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H