Pelaksanaan asesmen madrasah  secara daring/online memiliki keuntungan yang signifikan bagi siswa, guru, dan pihak terkait lainnya.
Selain lebih efektif dalam waktu dan biaya, asesmen madrasah online/daring juga memberikan fleksibilitas bagi siswa dan guru untuk mengakses dan mengetahui kemampuan yang dimilikinya.
Selain itu, dengan adanya sistem daring, hasil asesmen dapat dikirimkan secara langsung dan lebih cepat kepada pihak terkait.
Fakta di lapangan Asesmen Madrasah belum menjadi sebuah harapan yang diharapkan oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama RI.
Banyak yang menganggap sepele evaluasi akhir ini, baik dari guru itu sendiri, siswa maupun orang tua murid.
Asesmen Madrasah hanya sebagai syarat kelulusan yang nomor sekian, sehingga membuat orang tua dan  siswa tidak terlalu serius dalam persiapan.
Telihat adanya ketidak hadiran siswa, adanya yang masih minta ijin, hingga ada pengkuan yang mengejutkan dari sumber yang tidak boleh disebutkan dengan mengatakan ujian ini hanya seremonial aja, anak anak tetap akan mandapatkan ijazah dan masuk ke jenjang berikutnya.
Sehingga ada jawaban dari orang tua yang ketika ditelpon kenapa tidak hadir anaknya? dia menjawabÂ
"ikut ga ikut asesmen anak saya sudah diterima di Sekolah lanjutan, untuk ikut ujian kan boleh nantik aja sekalian  besok nyusul karena hari ini ada kegiatan,"
Terjadinya mis komunikasi antara madrasah dan persepsi orang tua  karena tidak adanya kejelasan persyaratan kelulusan yang pasti, sehingga  terjadinya kesalah pahaman.
Lebih rancunya lagi, ada yang memberikan stanment, madrasah wajib meluluskan setiap siswa yang berada pada semester akhir, mau nilai berapapun yang dihasilkan dari asesmen madrasah tetap akan melanjutkan ke SMP/MTs.