Orang tua bisa mendampingi anak untuk belajar mengaji. Dalam hal ini orang tua bisa melanjutkan bimbingan yang telah diperoleh anak sebelumnya dari tempat mengaji atau sekolah.Â
2. Membiasakan Anak Membaca Surat Pendek
Kegiatan ini juga menjadi alternatif menjelang berbuka. Namun, bisa dilakukan pada waktu lain. Misalnya, setelah santap sahur. Waktu menyesuaikan dengan quality time masing-masing orang tua dengan anaknya.Â
Jika anak sudah lancar membaca, orang tua tinggal membimbing hukum bacaan. Namun, jika anak masih belum lancar, maka orang tua bisa mengombinasikan proses membacanya. Kombinasi dilakukan dengan hafalan surat pendek yang dikuasai anak.Â
Strateginya,yaitu orang tua menyiapkan surat pendek yang dihafal anak. Bisa dicetak dengan ukuran besar. Selanjutnya anak berdasarkan hafalannya mulai membaca.Â
Orang tua dapat menunjuk sesuai bacaan hafalan anak. Sekaligus juga bisa memberikan bimbingan hukum bacaan menyesuaikan usia anak.Â
3. Membaca Doa Sehari-hari
Aktivitas ini hampir sama dengan membiasakan anak membaca surat pendek. Kegiatan ini dilakukan sebagai selingan dari membaca surat pendek secara rutin.Â
Teknik dan strateginya pun tidak beda jauh. Orang tua menyiapkan doa-doa pendek dalam bentuk cetak berukuran besar.Â
Orang tua juga memberikan bimbingan dalam bacaan doa sesuai hafalan anak. Lebih lanjut orang tua bisa meminta anak untuk menjelaskan arti doa tersebut.Â
Jika memungkinkan orang tua bisa mengajak anak berdiskusi tentang makna doa tersebut. Pada akhir aktivitas, orang tua memberikan penguatan dan apresiasi dari apa yang telah dilakukan anak.Â
4. Menulis Huruf Hijaiyah
Kegiatan ini bisa dilakukan setelah salat Tarawih. Orang tua bisa menyiapkan kartu atau buku huruf Hijaiyah.Â
Orang tua bisa meminta anak menyiapkan alat tulisnya. Setelah itu, orang tua memberikan pilihan kepada anaknya untuk memilih metode menulis sesuai kebutuhan dan kemampuannya.Â