Rezeki Halal Menuntun Hidup Menuju Keberkahan
     Setiap orang menginginkan hidup bahagia dunia dan akhirat. Semua yang diinginkan dapat dipenuhi dengan mudah. Namun takdir kehidupan setiap orang tidaklah sama dan memiliki tantangannya masing-masing. Tantangan itulah sebuah ujian apakah kita larut atau menjadi pembelajar untuk terus menatap masa depan dengan penuh ambisi atau tawakal untuk menjadi insan yang lebih baik dan bermanfaat bagi diri dan orang lain.
     Hidup di dunia memang tempat persinggahan sementara sebelum kita melangkah menuju ke alam keabadian. Apa yang kita lakukan semua akan dimintai pertanggungjawaban kelak. Itulah pentingnya sebuah keyakinan yang menjadi kompas kehidupan untuk memberikan arah di mana kita melangkah dan berbuat agar tetap mengikuti koridor dan tidak salah memilih jalan.
     Begitu halnya kita mengarungi kehidupan, kita menginginkan memperoleh rezeki yang halal sebagai hasil kerja keras. Rezeki yang diperoleh berkah untuk diri sendiri dan keluarga. Namun tanpa kita sadari terkadang kita terobsesi menjadi kaya instan sehingga berbagai upaya dilakukan tanpa harus bekerja keras. Padahal obsesi tersebut justru akan menjerumuskan kita ke jurang kehancuran. Yang awalnya memang merupakan iming-iming sesaat yang menggiurkan tapi lama-kelamaan membuat hidup terasa terikat.
     Kasus ini pernah dialami oleh seorang anak yang setiap malamnya senang menggeluti judi online. Sampai saatnya, dia menikmati hasilnya namun juga mengalami kekalahan. Setelah ditelusuri ternyata anak tersebut kurang kasih sayang dari orang tua dan jauh dari ajaran agama yang membuatnya tidak menyadari apa yang dilakukan itu kurang baik.
     Itulah kehidupan, kita mesti menguatkan agama sebagai pondasi dalam bertindak. Jika kita memiliki keyakinan tentu kita merasa takut untuk melakukan hal-hal kurang baik yang tidak sesuai kemampuan. Begitu halnya kita sebelum memutuskan untuk menjalin rumah tangga dengan seseorang. Lebih baik terlambat menikah dengan seseorang daripada menuai penyesalan tanpa pertimbangan.
     Dalam menjalin hubungan tak cukup cinta sebagai modal dalam membina rumah tangga tapi ada komitmen mau menerima pasangan dengan segala konsekuensi termasuk penghasilannya. Dari penghasilan tersebut setidaknya kita bisa manfaatkan sebijak mungkin untuk memenuhi kebutuhan hidup. Jangan sampai kita sebagai pasangan meminta melebihi kemampuan yang dimiliki oleh pasangan. Sehingga pasangan akan melakukan berbagai cara untuk melakukan sesuatu yang kurang baik demi memuaskan keinginan pasangan yang dicintainya. Meskipun harus berbuat kejahatan sekalipun sehingga rezeki yang diperoleh tidak halal.
     Lalu apa itu rezeki halal? Rezeki halal merupakan segala bentuk pendapatan yang kita peroleh dengan cara-cara yang sesuai dengan hukum syariat islam. Hal tersebut meliputi pekerjaan yang jujur, pekerjaan atau usaha yang tidak bertantangan dengan aturan agama,  transaksi yang adil dan transparan. Selain itu, dapat mengindari riba, penipuan, dan praktik-praktik yang bisa merugikan orang lain.
     Lalu mengapa rezeki yang kita nikmati itu mesti halal? Ada beberapa alasan yang menjadi dasar kita untuk terus mengupayakan apa yang kita nikmati halal. Yang pertama mendapatkan berkah dari Allah. Allah telah menjanjikan bagi setiap hambanya yang mencari rezeki dengan cara halal maka akan diberkahi harta dan kehidupannya. Berkah yang diberikan kepada manusia tidak hanya tampak pada jumlah harta yang dimiliki tapi juga ketenangan dan kepuasan batin yang dirasakan.
     Tak hanya keberkahan hidup, rezeki halal juga dapat menghadirkan ketenangan jiwa. Jika setiap orang mendapatkan rezeki halal akan merasaan ketenangan jiwa dengan tidak ada rasa khawatir dan bimbang menggunakan harta tersebut. Sehingga hidup yang dijalani  terasa bebas tanpa beban khawatiran akan dosa.
     Selain itu, rezeki yang halal cenderung mendatangkan manfaat yang luas. Tidak hanya bagi dirinya juga bagi orang sekitarnya. Melalui rezeki halal yang dinikmati keluarga akan terhindar dari konflik yang disebaban oleh ketidakjujuran dalam mencari rezeki. Dengan keterbukaan pasangan yang disertai kejujuaran maka komunikasi yang ada akan menciptakan keharmonisan dan menumbuhkan rasa saling percaya untuk menguatkan satu sama lain.
     Seseorang yang yakin bahwa rezeki yang diberikan keluarga akan memberikan keberkahan dalam pendidikan anak. Anak-anak yang dibesarkan melalui rezeki halal akan merasakan keberkahan dan mempengaruhi karakter. Sebab, dari rezeki itu akan menjadi darah dan akan membentuk karakter yang menjadi pribadi anak yang baik dan bertanggung jawab.
     Untuk itu, selama kita diberikan kemampuan dan fisik yang sehat carilah rezeki yang halal dengan bekerja keras dengan jujur dan amanah. Gunakan setiap kesempatan dengan baik. Jangan sampai senang dengan penghasilannya tapi tak diimbangi oleh etos kerja tinggi. Hindari segala kecurangan baik ketidaksiplinan dalam bekerja demi memuaskan diri dan hindari kecurangan dalam melakukan manipulasi data. Mungkin hari ini kita selamat dan tidak ketahuan. Tapi lama kelamaan modus kita juga akan ketahuan.
Hiduplah sewajarnya sesuai kemampuan. Pilihlah pekerjaan atau usaha yang sesuai ajaran agama yang dianut. Hindari usaha yang mengandung riba, judi, korupsi, penipu, dan lainnya. Jangan lupa untuk menyedekahkan sebagian harta yang kita miliki untuk berbagi kepada sesama. Hal ini untuk menghindari kita sebagai manusia yang sombong dan serakah. Dengan berbagi setidaknya akan membersihkan dan menambah keberkahan hidup.
Jangan pernah takut kekurangan selama kita diberikan akal dan kemampuan. Dengan usaha keras disertai doa dan membangun relasi insyaAllah rezeki itu akan menghampiri. Namun, kita perlu mengupayakan sebaik mungkin agar hidup kita damai. Jika ada keinginan sebaiknya menabung dan menahan diri agar tidak berhutang. Dengan begitu, kita berhasil menguasai diri kita dengan terus bersyukur dengan keadaan yang ada.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI