Suasana pasar tradisional di rimo kecamatan Gunung meriah Aceh singkil, seperti terlihat dalam keadaan normal serta terlihat banyaknya warga berdasarkan untuk membeli kebutuhan seperti ikan, sayur mayur dan perlengkapan kebutuhan hidup sehari - hari tanpa menghiraukan ancaman coronavirus.
Pada 23 September 2020 dari tim gugus Covid19 Kabupaten Aceh Singkil, menemukan klaster baru perkantoran penyebaran covid-19 di kecamatan Gunung meriah Aceh singkil dengan terkonfirmasi positif hasil swab test laboratorium Fakultas Kedokteran Universitas Syah Kuala Banda Aceh, sebanyak 26 orang yang berdomisili di kecamatan Gunung meriah, saat ini kasus terkonfirmasi Covid19 di Aceh singkil 59 orang yang tersebar di 11 kecamatan.
Ini menjadi catatan yang harusnya menjadi prioritas utama dalam pencegahan penyebaran karena ada peningkatan pada positif coronavirus, sementara itu telah dilaksanakan sosialisasi Peraturan Bupati Aceh Singkil Nomor 32 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 yang berlaku 1 oktober 2020 mendatang.
Aceh singkil berbatasan langsung dengan provinsi Sumatera Utara baik dari jalur darat dan laut, dengan keberagaman adat istiadat, kebiasaan yang dimiliki masyarakat tentu dapat menambah resiko tinggi penyebaran corona virus.
Dengan adanya temuan klaster baru di perkantoran pelayanan kesehatan masyarakat gunung meriah membuat kita harus lebih waspada sekaligus membuktikan bahwa siapa saja dapat terserang virus ini ada 16 tenaga kesehatan terkontaminasi positif.
Sehingga lumpuhnya kegiatan pelayanan kesehatan pada masyarakat kecamatan Gunung meriah dan telah dilakukan tracing artinya akan ada terkonfirmasi positif baru, harus diwaspadai klaster yang lain seperti pada pesta perkawinan, pertemuan - pertemuan rapat, pasar danlain berkumpulnya banyak orang pada satu titik tertentu.
Pentingnya edukasi serta sosialisasi penerapan protokol kesehatan sangat membantu masyarakat mendapatkan pemahaman yang benar mengapa harus memakai masker, mengapa harus menjaga jarak, mengapa harus mencuci tangan sehingga dapat menyadarkan masyarakat secara keseluruhan.
Masalah fundamental dalam upaya pencegahan terhadap persoalan bencana ialah bagaimana pemerintah memperkuat kelembagaan relawan baik pusat atau daerah.
Menyikapi coronavirus hendaknya melibatkan banyak organisasi profesi kesehatan serta lembaga atau relawan memang dari memadai jika persoalan kemanusiaan ditimpakan hanya kepada pemerintah saja, atau hanya pada pihak-pihak non-pemerintah. Semestinya, pemerintah daerah, maupun organisasi yang beroperasi di daerah, ulama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda bergerak dalam satu visi kemanusiaan.
Pentingnya mitigasi juga harus menjadi acuan perencanaan dan langkah sejak awal menghadapi dan mengatasi bencana salah satunya memetakan daerah atau zona yang berpotensi tinggi terjadi penyebaran corona virus. Sedangkan adaptasi adalah respons, menyesuaikan kebijakan dengan tantangannya untuk menghindari, mengurangi, dan mengatasi dampak bencana yang terjadi, disesuaikan dengan tantangan dan perkembangan situasinya.
Sebagai masyarakat hendaknya patuh dan taat dengan himbauan pemerintah dengan selalu menerapkan protokoler kesehatan, menerapkan pola hidup sehat agar penyebaran virus ini dapat ditekan angka kejadian sehingga masyarakat terhindar dari penyakit ini serta dapat melakukan aktivitas seperti biasa.
Semoga pandemi Covid 19 ini segera berakhir dan kita kembali kekehidupan yang normal.
Demikian sekelumit pengetahuan dan pengalaman, semoga bermanfaat.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H