Mohon tunggu...
Subastian Salim
Subastian Salim Mohon Tunggu... Foto/Videografer - Mahasiswa

Blog

Selanjutnya

Tutup

Surabaya Pilihan

"Koran Yang Termakan Zaman"

16 Januari 2023   15:20 Diperbarui: 28 Juli 2024   19:01 949
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Luluk Istiana (60),menawarkan koran kepada pengguna jalan yang lewat untuk membeli korannya. Berlokasi di Jalan Ahmad Yani gayungan, Surabaya./D

   Surabaya - Siapa yang tak kenal koran?, salah satu bisnis pendistribusian informasi konvensional, berisi berita-berita terkini dan paling akurat pada masanya. Kini koran sudah hampir tak ada kabarnya, meskipun koran seperti sudah tak ada kabarnya lagi, namun masih ada perusahaan-perusahaan koran ternama yang masih memproduksi koran bagi sebagian orang. Koran tersebut biasanya dijual secara keliling.

   Salah satu masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari berjualan koran yang kami temui ialah Luluk Istiana Ia adalah penjual koran keliling yang berasal dari salah satu perusahaan media cetak di Indonesia, Ia berjualan di jalan Ahmad Yani, Gayungan Surabaya. Di usia yang tak lagi muda ia masih bersemangat untuk menjajakan koran di pinggir jalan tersebut di era gempuran teknologi informasi. 

  Wanita berumur 60 tahun tersebut sudah mulai berjualan koran dari awal tahun 2021, Ia mengaku jika berjualan koran pada saat ini sangat susah di banding beberapa tahun lalu oleh karena adanya teknologi orang lebih memilih untuk mencari informasi sendiri melalui internet. 

“Saya berjualan koran dari awal-awal 2021, Sekarang jualan koran susah enggak kayak dulu-dulu banyak pembelinya sekarang sepi, banyak orang-orang bisa cari berita sendiri di internet." Ujarnya, pada saat menunggu pembeli koran di tepi jalan.

Luluk Istiana (60) Menata korannya sambil menunggu pengguna jalan yang lewat untuk membeli korannya./Dokumentasi pribadi
Luluk Istiana (60) Menata korannya sambil menunggu pengguna jalan yang lewat untuk membeli korannya./Dokumentasi pribadi

Luluk Istiana(60) Menawarkan koran kepada pengguna jalan yang menunggu lampu merah di jalan Ahmad Yani gayungan, Surabaya untuk membeli korannya.
Luluk Istiana(60) Menawarkan koran kepada pengguna jalan yang menunggu lampu merah di jalan Ahmad Yani gayungan, Surabaya untuk membeli korannya.

   Berbedanya koran di zaman dulu di banding zaman sekarang salah satunya ialah pada saat proses berjualan ia mengaku jika di era sekarang ini mengharuskan ia berjualan hingga sore hari yang mana berbanding terbalik dengan era dulu ia hanya perlu berjualan hingga pukul 10:00 WIB koran tersebut pasti langsung habis terjual.

 “Dulu saya banyak bawa koran langsung bisa cepet habis sehari cuma sampek jam 10:00 WIB, Sekarang susah mas banyak dikit aja kadang-kadang enggak habis apalagi bawa banyak sekarang enggak nentu jam habisnya kadang pulang sore juga belum habis nih koran."

   Lebih lanjut, Ia bercerita bahwa peminat koran saat ini hanya dari masyarakat golongan orang tua hingga lansia, yang mana kesulitan untuk menggunakan atau mengakses teknologi di era digital saat ini. Dengan harga yang masih relatif terbilang murah nyatanya koran masih mempunyai segmentasi pasarnya sendiri yaitu berkisar Rp5.000-Rp6000.

“Kalau sekarang yang suka beli-beli koran biasanya orang-orang tua, lansia gitu mas kadang ada juga anaknya di suruh beli koran untuk orang tuanya baca koran karena kan ada beberapa orang tua yang enggak bisa pakai hp.” Ujarnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Surabaya Selengkapnya
Lihat Surabaya Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun