Dalam pencariannya untuk memahami lebih jauh, Joko belajar bahwa kejayaan Sritex bukan hanya hasil dari kerja keras para karyawan, tetapi juga kemampuan perusahaan dalam beradaptasi dengan pasar.Â
Sritex mampu membaca kebutuhan konsumen, baik di dalam maupun luar negeri, dan terus mengembangkan produknya sesuai tren global. Keberhasilan Sritex tidak terlepas dari inovasi berkelanjutan serta manajemen yang terbuka terhadap perubahan.
Joko memahami bahwa adaptasi adalah salah satu faktor kunci kesuksesan. "Jika tidak mampu beradaptasi, perusahaan akan tertinggal," gumam Joko. Dia mulai mempelajari bagaimana pemimpin-pemimpin Sritex dulu mampu melihat jauh ke depan dan selalu membuka ruang untuk ide-ide baru.Â
Hal ini mengingatkannya akan pentingnya komunikasi yang baik dalam sebuah organisasi, sebuah pelajaran yang ia coba tanamkan dalam dirinya sebagai calon pemimpin.
Bagi Joko, seorang pemimpin yang baik harus bisa beradaptasi dan belajar dari lingkungannya, sama seperti yang dilakukan oleh Sritex dalam merespons tantangan pasar.
Kisah ayah Joko, yang menghabiskan hampir seluruh hidupnya di pabrik Sritex, memberikan inspirasi mendalam bagi Joko. Ayahnya bekerja di divisi pemintalan benang, memastikan bahwa setiap produk yang dihasilkan memiliki kualitas terbaik.Â
Lebih dari sekadar pekerjaan, bagi ayah Joko, bekerja di Sritex adalah wujud kebanggaan. Meski bekerja keras, ayahnya selalu merasa dihargai oleh pemimpin-pemimpin yang memprioritaskan kesejahteraan karyawan.
"Di pabrik, kami bekerja seperti keluarga," ayah Joko sering bercerita. "Manajemen yang baik membuat kami merasa penting, dan itulah yang membuat kami setia."
Kisah ini menancap kuat dalam diri Joko. Ia paham bahwa kepemimpinan yang baik tidak hanya tentang target produksi, tetapi juga tentang memperlakukan karyawan dengan rasa hormat dan kepercayaan.Â
Joko bermimpi suatu hari bisa menjadi pemimpin yang seperti itu---pemimpin yang bukan hanya memberi arahan, tetapi juga mendukung dan menghargai kerja keras setiap orang di timnya.
Produk-produk Sritex juga memiliki tempat khusus dalam hati Joko. Saat masih duduk di bangku sekolah, Joko memakai seragam yang diproduksi oleh Sritex.Â