Mohon tunggu...
Hsu
Hsu Mohon Tunggu... Administrasi - Seorang manusia biasa

Somewhere Only We Know

Selanjutnya

Tutup

Catatan

Menyoal Surat Bebas Rutan/Lapas dan Kaburnya Aiptu Labora Sitorus

4 Februari 2015   22:22 Diperbarui: 17 Juni 2015   11:49 268
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Ramai Pemberitaan menyoal Surat Bebas terkait Terpidana kasus pencucian uang serta penimbunan bahan bakar minyak dan kayu di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, yaitu Aiptu Labora Sitorus.

Si Terpidana sendiri tak mau dan menolak kembali ke Lapas Sorong dengan alasan mengantongi Surat Bebas yang dikeluarkan oleh Lapas Sorong tertanggal 24 Agustus 2014, yang menurut banyak pemberitaan bahwa Surat bebas itu tidak sah, termasuk sudah ditegaskan oleh Menkumham sendiri.

Menurut pemberitaan lainnya bahwa Labora Sitorus pulang ke rumahnya setelah berobat keluar lapas pada tanggal 17 Maret 2014. Namun tak dijelaskan apakah selama berobat keluar itu yang bersangkutan mendapatkan pengawalan dari petugas Lapas atau tidak. Menurut prosedur seharusnya mendapatkan pengawalan, dan pada surat izin keluar dari Lapas untuk berobat pun ada batas waktunya.

Daftar putusan hukum atas Labora Sitorus sendiri adalah sebagai berikut:


  • Diputus 2 tahun, denda Rp.50 Juta, Subsider 6 bulan, potong masa tahanan, berdasarkan putusan PN Sorong, tanggal 17 Februari 2014
  • Putusan Pengadilan Tinggi Jayapura Tahun 2014, dengan amar putusan Membatalkan putusan PN.SRG,  yang isinya menerima permohonan banding dari JPU dan menjatuhkan pidana 8 tahun, denda Rp. 50 juta, subsider 6 bulan, potong masa tahanan.
  • Putus Mahkamah Agung R.I tahun 2014, dengan amar putusan Mengabulkan Kasasi JPU dan Membatalkan putusan PN dan PT. Dan menjatuhkan Pidana 15 tahun, Denda 5 Milyar dan Subsider 1 tahun.

Dari daftar putusan hukum di atas, sangat jelas bahwa hukuman untuk Labora Sitorus adalah 15 tahun, denda 5 Milyar dan Subsider 1 tahun.

Maka penulis pun menyatakan bahwa jika saat ini terpidana berada di luar lapas dengan alasan telah memegang surat bebas dari lapas sorong, maka Surat Bebas itu adalah Tidak Benar / Tidak Sah. Serta menyatakan bahwa terpidana Labora Sitorus telah melarikan diri alias kabur dan buron.

Apa penjelasannya?

Ada point penting dalam perhitungan masa pidana, khususnya dalam kasus Labora Sitorus ini adalah tanggal penahanan. Tanggal penahanan akan menjadi dasar untuk perhitungan masa pidana dan sangat terkait dengan pembuatan Surat Bebas di Lapas.

Tanggal penahanan Aiptu Labora Sitorus adalah berdasarkan Surat Perintah Penahanan Nomor No:699/T.1.13/Ep.1/09/2013 tanggal 17 September 2013.

Jika melihat tanggal itu saja dan jika mengacu pada putusan PN.SRG yang telah batal saja, maka Surat Bebas yang kini dipegang oleh Labora Sitorus yang menurutnya didapatnya pada tanggal 24 agustus 2014 pun belum sampai 2 tahun dari sejak tanggal penahanan. Dan Bahkan jika tetap mengacu pada putusan PN.SRG itu pun jika dihitung untuk hak Pembebasan Bersyarat pun, tanggal surat bebas 24 Agustus 2014 itu pun belum mencapai hitungan untuk rumusan Pembebasan Bersyarat bagi Labora Sitorus (jika mengacu pada putusan PN sekalipun).

Jadi sekali lagi penulis nyatakan, bahwa terpidana Labora Sitorus telah melarikan diri!.

***

Bagaimana sebenarnya prosedur pembuatan Surat Bebas di Rutan/Lapas?

Pembuatan dan penerbitan Surat Bebas di Lapas di lakukan oleh Bagian Pembinaan khususnya pada Seksi Registrasi baik Rutan maupun Lapas. Setiap awal bulan berdasarkan perhitungan masa pidana dari setiap narapidana di dalam rutan/lapas, Seksi registrasi akan membuat sebuah daftar yang isinya Daftar tanggal bebas setiap narapidana untuk setiap bulannya. Daftar tersebut kemudian di sebarkan ke setiap blok dan setiap penjuru lapas.

Surat Bebas sendiri akan dibuat dan diterbitkan pada hari kebebasan setiap narapidana. Surat bebas yang benar menggunakan kepala surat resmi dari kemenkumham dan juga lapas/rutan terkait dan di beri nomor surat resmi, serta di buat 2 atau 3 rangkap dengan tujuan pengarsipan. Surat bebas itu kemudian diperiksa oleh Kepala Seksi Registrasi untuk di cek kembali kebenarannya dan setelah itu dibubuhi paraf Kepala Seksi Registrasi. Setelah itu surat bebas itu di bawa ke Kepala Bidang Pembinaan untuk juga dilakukan pengecekan dan jika sudah benar baru kemudian diberi paraf oleh Kepala Bidang Pembinaan. Setelah dua kali pengecekan baik oleh Kepala Seksi Registrasi dan Kepala Bidang Pembinaan, maka surat Bebas itu di bawa ke hadapan Kalapas untuk juga di cek, diketahui, dan disetujui. Setelah benar baru Kepala Rutan/ Lapas menandatangani surat bebas itu. Setelah ditanda tangani oleh Kepala Rutan/Lapas, terakhir surat bebas itu di bawa ke bagian Tata Usaha untuk diberikan Stempel Resmi.

Setelah Surat Bebas itu ditandatangani oleh Kalapas/Karutan, maka Narapidana yang akan bebas dipanggil satu persatu, kemudian si narapidana yang akan bebas akan membubuhkan sidik jari (10 jari) di Surat Bebas itu serta Membubuhkan Sidik jarinya (10 jari) juga di Buku Register Narapidana. Kemudian di bawa ke bagian KPLP (Kesatuan Pengamanan Lapas)/ Kamtib Lapas dan sidik jari kembali di bagian itu. Setelah itu baru di antarkan ke Pintu Utama dan sekali lagi membubuhkan sidik jarinya pada petugas di bagian pintu utama.

Demikian prosedur pembuatan Surat Bebas bagi Narapidana. Dan untuk Narapidana terkait PP Pengetatan Remisi, Surat Bebasnya pun ada tembusan ke Ditjenpas. Sedangkan untuk Narapidana umum ada tembusan ke Kanwil Kemenkumham.

Jika benar bahwa Labora Sitorus bersikeras bahwa ia memegang surat Bebas resmi dari Lapas Sorong, maka bagian-bagian di Lapas Sorong itu seharusnya memiliki salinan dan juga Sidik Jari kebebasan dari Labora Sitorus dan jika Kemenkumham benar-benar serius menyelidiki hal ini, maka dari uraian yang saya jelaskan di atas sudah bisa tahu bagian atau siapa saja yang harus di periksa terkait kaburnya terpidana Aiptu Labora Sitorus.

Catatan Penting: Ada aturan hukuman tambahan bagi terpidana yang melarikan diri, jadi jika terpidana Aiptu Labora Sitorus tertangkap kembali, bahwa Kemenkumham agar tidak lupa dengan hukuman tambahan itu.

Demikian tulisan berantakan ini.

Waspadalah!

~Hsu~

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Catatan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun