Dari sisi infrastruktur, pembangunan akses jalan menuju Asmat diperkuat, yaitu dengan membangun ruas Kenyam-Bats baru, pembangunan tujuh  jembatan, dan jalan Trans Papua. Termasuk juga pembangunan 150 rumah layak huni, dan perbaikan 1000 unit rumah tidak layak huni.
Memajukan bidang pendidikan
Di bidang pendidikan, Puan telah berhasil mendorong pelajar berprestasi yang memiliki kendala biaya untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Hal ini tentu sangat penting untuk meningkatkan SDM Indonesia yang berkualitas untuk menghadapi tantangan zaman.
Bidik Misi adalah produk yang berhasil tersalurkan, yang merupakan singkatan dari Biaya Pendidikan Mahasiswa Miskin Berprestasi. Kini, program ini berganti nama menjadi Kartu Indonesia Pintar Kuliah.
Pada tahun 2014, jumlah penerima beasiswa Bidik Misi sudah bisa mencapai 199.500 mahasiswa. Pada 2018, angka ini naik menjadi 368.861 penerima beasiswa. Lalu, pada tahun berikutnya kuota Bidik Misi meningkat 44%. Artinya, lebih banyak anak Indonesia yang bisa menamatkan bangku kuliah.
Pemerintahan Jokowi saat itu memang sedang mengakselerasi dan memperluas kualitas SDM Indonesia. Hal ini salah satunya diaplikasikan dengan memberikan kesempatan lebih luas kepada anak-anak negeri yang berkeinginan tinggi untuk kuliah namun terkendala biaya.
Selain Bidik Misi, di bawah koordinasi Kemenko PMK juga menyalurkan Kartu Indonesia Pintar. Melalui program Indonesia Pintar, pemerintah memberikan jaminan kepada anak usia sekolah berupa bantuan biaya kebutuhan sekolah.
Pendidikan dasar telah dijamin tanpa biaya, namun kebutuhan lainnya masih menjadi masalah bagi banyak pelajar Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah melalui Menko PMK menyalurkan program bantuan KIP ini.
Dalam 3 tahun masa jabatan Puan, KIP telah diberikan kepada 18,7 juta anak usia sekolah yang tidak mampu, baik di lingkungan sekolah, luar sekolah, panti asuhan, maupun pesantren. Selain itu, Kemenko PMK juga telah merehabilitasi 67.253 ruang belajar, membangun 1.250 sekolah baru dan 27.982 ruang kelas baru.
Tak berhenti di situ, Kemenko PMK juga merevitalisasi pendidikan vokasi dalam bentuk hubungan kerja sama antara industri dan SMK. Dalam 3 tahun, kerja sama ini telah menghubungkan 1.537 SMK dengan 558 industri.Â
Kurikulum dan silabus pun telah diselaraskan sesuai dengan kebutuhan industri manufaktur serta penyusunan modul pembelajaran untuk 25 kompetensi keahlian. Dengan demikian, kompetensi dan daya saing lulusan vokasi dapat bersaing di bursa kerja.