SURAT TERBUKA
PERHIMPUNAN MAHASISWA KATOLIK REPUBLIK INDONESIA (PMKRI)
SANCTUS ALBERTUS MAGNUS CABANG SUNGAI RAYA
Kepada Bapak Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo
Pro Ecclesia et Patria.!!!
Puji dan Syukur atas Kehadirat Tuhan YME, karena Berkat Rahmat dan Karunia-Nya kita bisa menjalankan tugas dan tanggung jawab kita.
Pertama-tama PMKRI Cabang Sungai Raya mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak atas perubahan-perubahan yang boleh kami (masyarakat) rasakan menjelang 100 hari masa pemerintahan Bapak selaku Presiden Republik Indonesia. Tidak lupa juga kami berterimakasih kepada para Stakeholder dan Menteri yang tergabung dalam Kabinet Kerja yang telah membantu merancang dan menyusun program-program yang bermanfaat bagi rakyat indonesia.
Menjelang 100 hari masa pemerintahan Bapak, kami merasakan perubahan yang begitu signifikan. Diantaranya adalah peningkatan keamanan dan penjagaan daerah kelautan dengan menangkap dan menenggelamkan kapal-kapal illegal (asing) yang selama ini mengeruk dan menyedot kekayaan alam kita miliki. Selain itu, dalam visi dan misi Bapak sebagai Presiden yang telah kami baca dan kami cermati bersama, tampak jelas bahwa Bapak begitu memperhatikan dan memprioritaskan kesejahteraan rakyat Indonesia.
Tentunya dalam proses pelaksanaan program kerja yang telah Bapak canangkan, terdapat banyak hambatan. Banyak orang yang mencoba menjatuhkan, tetapi tidak sedikit pula orang yang mendukung penuh program yang Bapak rencanakan. Kami menyadari betul begitu banyak tantangan yang Bapak hadapi dalam mengemban tugas sebagai orang nomor 1 di Indonesia.
Dari beberapa program yang sudah terlaksanan maupun yang akan dilaksanakan, ada salah satu program yang menggelitik hati kecil kami. Program tersebut adalah transmigrasi di daerah perbatasan. Kami PMKRI Cabang Sungai Raya, mengapresiasi apa yang telah di jalankan Pemerintahan saat ini di bawah kepemimpinan Bapak. Kami juga menaruh harapan lebih kepada Tentara Nasional Republik Indonesia selaku Penjaga Kedaulatan NKRI, namun ada beberapa hal yang sangat mengusik perhatian Kami sebagai bagian dari masyarakat yang berada di Kalimantan Barat terkait pernyataan yang dilontarkan oleh Menteri Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi yang ingin menjadikan TNI beserta Keluarganya sebagai alat transmigrasi.
Kami melihat ini sebagai hal yang perlu dikaji bersama, kami tidak ingin ada penyimpangan tugas pokok dan fungsi Tentara. Karena keberadaan TNI dan Keluarganya yang disalurkan melalui program transmigrasi akan banyak menimbulkan dilema bagi Tentara itu sendiri dan dapat memicu konflik.
Dari itu kami menyampaikan kepada Bapak Presiden untuk melakukan peninjauan kembali dari program yang akan dilaksanakan ini, jika ini tetap direalisasikan maka Bapak Presiden selaku Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan harus bertanggung jawab apabila terjadi hal-hal yang tidak di inginkan terhadap Keluarga TNI dan masyarakat di perbatasan.
Sebagai warga Negara Kesatuan Republik Indonesia, kami tidak mempermasalahkan program transmigrasi tersebut. Sebab, jika dilihat dari tujuannya, maka transmigrasi bertujuan untuk pemerataan penduduk dan pembangunan, serta mensejahterakan masyarakat. Namun yang menjadi pertanyaan bagi kami adalah sasaran pelaksana dari transmigrasi tersebut (TNI).
Maafkan atas ketidakmengertian kami, tetapi ada beberapa pertanyaan yang mengusik hati kami ketika membaca dan mendengar tentang program tersebut. Tidakkah terdengar lucu jika TNI yang adalah lembaga pertahanan dan keamanan Negara bertransmigrasi? Apakah kehidupan TNI yang telah digajih oleh pemerintah belum sejahtera, sehingga mereka harus ditransmigrasikan? Dan yang lebih parah lagi, rencana pembangunan sebanyak 6.000 rumah untuk para transmigran TNI.
Bapak Presiden yang terhormat, selama ini kami tidak pernah mendengar ada satupun aparat keamanan dan pertahanan Negara, baik itu TNI maupun POLRI yang bertransmigrasi. Yang kami tahu, setelah menjadi anggota TNI ataupun POLRI, mereka ditugaskan bukan untuk ditransmigrasi seperti penduduk Indonesia lainnya.
Bapak Presiden yang terhormat, pada dasarnya kami tidak menolak program transmigrasi yang akan dilaksanakan entah itu dari suku dan agama apapun, sebab kami sadar betul bahwa kami adalah bagian dari NKRI. Transmigrasi TNI ke daerah perbatasan yang rawan konflik untuk menjaga patok atau tapal batas, menurut kami akan memecah konsentrasi para anggota TNI itu sendiri. Ketika suatu saat terjadi konflik, mereka akan dihadapkan dengan dua pilihan, yaitu menjaga dan melindungi keluarga yang ikut bertransmigrasi atau menjaga kedaulatan NKRI. Tentunya tugas ini akan menjadi beban yang berat bagi Anggota TNI itu sendiri. Selain itu, rencana pembangunan 6.000 rumah dengan sistem koloni kami rasa akan menimbulkan suatu kesenjangan sosial diantara penduduk lokal dan transmigran. Kesenjangan ini pada akhirnya akan menimbulkan konflik. Diantaranya adalah perebutan lahan pertanian maupun hutan adat.
Kecenderungan terjadinya konflik akan kian menguat jika kita berkaca dari situasi kehidupan masyarakat saat ini yang hidup dalam kemiskinan dan tertinggal yang sampai detik ini masih kurang diperhatikan oleh Pemerintah.
Menurut kami program dengan anggaran besar (2,7 T) yang akan dilaksanakan di Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat tersebut tidak tepat. Akan lebih bijak apabila Bapak mengalokasikan dana tersebut untuk meningkatkan tarap hidup masyarakat di perbatasan melalui program-program pembangunan insfrastruktur, pendidikan, UKM, dan lain sebagainya. Kami yakin Bapak sangat memahami hal ini, dan menarik kembali program yang akan segera dilaksanakan tersebut. Jika ini tetap dilaksanakan mungkin ada sebuah konspirasi yang sedang Bapak bangun dengan menciptakan kesenjangan sosial yang dapat memicu konflik antara Transmigran (TNI dan keluarga) dengan masyarakat lokal (?) , entahlah kami tidak tahu dan tidak juga berprasangka buruk terhadap Bapak.
Bapak presiden yang terhormat, seandainya saja kita dapat berbincang sambil minum kopi bersama, ada banyak hal yang ingin kami ceritakan tentang kisah hidup kami masyarakat Kalimantan. Jangan tanyakan tentang cinta kami akan negeri ini, tapi lihatlah betapa menderitanya hidup kami (masyarakat diperbatasan). jangan tanyakan tentang kesejahteraan kami, tapi lihatlah fasilitas yang kami miliki semuanya tidak memadai.
Salam hangat dari kami PMKRI Cabang Sungai Raya dan masyarakat perbatasan.
100% Katolik, 100% Indonesia
PERHIMPUNAN MAHASISWA KATOLIK REPUBLIK INDONESIA
CABANG SUNGAI RAYA SANCTUS ALBERTUS MAGNUS
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI