Ungaran Barat — Desa Gogik telah tersohor di Kabupaten Semarang sebagai desa wisata yang memiliki potensi alam serta masyarakat yang mumpuni. Tak heran, panorama alam yang disuguhkan Desa Gogik dapat memanjakan mata dan menjernihkan pikiran. Masyarakatnya yang ramah dan berbudaya juga menjadi daya tarik tersendiri. Namun, mahasiswa tim II KKN UNDIP Desa Gogik merasakan kurangnya ekspos (eksistensi) desa wisata ini di media sosial, dimana digitalisasi seharusnya dapat dimanfaatkan untuk menarik lebih banyak wisatawan.Â
Berangkat dari hal tersebut, mereka menjalankan tiga poin dalam satu program kerja. Program kerja yang diangkat meliputi pengelola konten berita web resmi desa, narator dan dubber video Desa Gogik untuk Ungaran Fest, dan konten kreator media sosial TP PKK. Ketiga poin ini berhubungan dengan publikasi media sosial, sehingga eksistensi Desa Gogik dapat mencapai masyarakat luar.
Mahasiswi Undip tersebut memproduksi berita untuk web desa didasarkan pada kegiatan-kegiatan kemasyarakatan yang ada di Desa Gogik.Â
"Kalau setiap kegiatan, entah itu kegiatan budaya tradisional atau kegiatan lain dari Desa Gogik diekspos platform media online (red. web resmi Desa Gogik) akan ada kemungkinan berita itu muncul di search engine, sehingga potensi desa dapat dilihat lebih banyak audiens," ujarnya.
Pokdarwis Desa Gogik (Kelompok Sadar Wisata) 20 hingga 21 Agustus menggelar festival bertajuk Ungaran Fest dengan jumlah tiket sebanyak 5000 lembar. Acara dibuka dengan video profil berisikan potensi serta sejarah Desa Gogik, mahasiswa berkontribusi dalam pengambilan footage UMKM, pembuatan naskah (narator) serta pengisi suara (dubber).
"Awalnya takut mengecewakan untuk pengambilan footage nya, tapi teman-teman dari Pokdarwis dan Karang Taruna banyak membantu dan memberi apresiasi," tutur mahasiswi Undip itu.
Sementara itu, TP PKK sebagai organisasi masyarakat yang menaungi perempuan (red. Ibu rumah tangga) memerlukan wadah untuk menyebarkan informasi, aspirasi, sekaligus arsip kegiatan yang telah mereka lakukan. Mahasiswa tergerak untuk membantu kelompok masyarakat ini dalam pembuatan akun media sosial serta konten-konten terkait perempuan, khususnya permasalahan remaja putri, ibu, dan anak.
"Saya berharap, dengan adanya program ini, masyarakat Desa Gogik khususnya pemerintahan desa, Pokdarwis, dan TP PKK lebih aware akan pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi Desa Wisata Gogik," tutupnya.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI