Apabila ini dapat dilaksanakan dengan baik dan membuat jadwal pertunjukan di suatu tempat secara rutin yang ditonton para wisatawan mancanegara dan nusantara, maka menjadi kota yang ramah dengan budaya lokal.
Pertunjukkan secara rutin disuatu tempat menjadi paket wisata yang menarik, seperti yang dilakukan oleh daerah-daerah di P. Bali, di berbagai tempat wisata yang khusus menyuguhkan atraksi budaya yang ada di daerah tersebut. Warga yang mempunyai potensi melestarikan budaya khas daerah dirangkul, dibina, dan diberdayakan.Â
Disinilah pentingnya akademi komunitas yang memberikan sertifikat keterampilan kepada setiap orang sesuai dengan bakat dan minatnya. Secara tidak langsung dapat meningkatkan daya saing di percaturan ekonomi global, tanpa melupakan kearifan lokal yang dimilikinya.
 Disinilah kekuatan dan daya saing yang perlu ditumbuhkembangkan bukan untuk dimusnahkan apalagi dibinasakan. Kalau bukan kita siapa lagi yang akan melestarikan budaya Indonesia, yang sangat dikagumi oleh orang asing ketika berkunjung ke Indonesia.
Jadi kesenian ondel-ondel itu perlu dilestarikan dan diberi tempat, kesempatan untuk mengadakan pertunjukkan di tempat yang layak, bukan di jalanan yang justeru memberi kesan kurang menghargai budaya sendiri yang sering diklaim sebagai budaya yang adiluhung. Semoga tidak ada lagi ondel-ondel di jalanan karena sudah mendapat tempat pertunjukan yang aman, nyaman dan menyenangkan.
Yogyakarta, 20 Desember 2018 Pukul 11.16
Â
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H