Jual beli tanah dulu dan sekarang berbeda. Dulu jual beli bisa dilaksanakan di kantor desa bahkan di rumah yang penting ada surat jual beli yang dibuat sendiri di atas segel.Â
Ketika mengajukan balik nama dibantu carik (sekertaris desa) ke kecamatan, lalu agraria. Pajak pun tidak besar.
Sekarang ribet? Contoh pengalaman saya ketika beli sawah tahun 2023. Proses jual beli dilaksanakan di kantor desa, dengan saksi Pj kepala desa dan dua perangkatÂ
Oleh karena beberapa hal, balik nama kepemilikan ditunda. Tanpa disangka 6 bulan kemudian istri penjual meninggal, beberapa bukan kemudian penjual pun meninggal . Kebetulan pasangan suami istri ini tidak memiliki anak.Â
Apa yang terjadi? Proses balik nama ribet. Kami harus mencari ahli waris dari penjual. Akhirnya  naik ke Pengadilan Negeri (PN) untuk penetapan jual beli karena ahli waris tidak tahu menahu dan tidak mau tahu soal harta keluarganya.Â
Ketika perkara masuk ke PN, tentunya melelahkan meski status sudah dikuasakan ke pengacara. Meski bukan kasus pidana, kesan tidak baik ada. Saya dianggap berselisih dengan ahli waris. Padahal faktanya hubungan kami dengan ahli waris baik-baik saja. Â
3. Â Tidal langsung dapat uang ketika jual
Investasi sawah sangat menguntungkan karena setiap saat harga cenderung naik. Akan  tetapi saat menjualnya, pembeli tidak bisa dipastikan akan membayar tunai dan lunas.
Seperti yang pernah diceritakan salah seorang tetangga. Dia menjual sawah satu petak kepada Bu Lisa (bukan nama sebenarnya) dan satu petak kepada saya. Akan tetapi Bu Lisa tidak bayar lunas, sebagian ditahan sebagai jaminan hingga proses balik nama sertifikat selesai.
Dari sudut pandang Bu Lisa, tindakannya sudah benar karena khawatir penjual mempersulit proses balik nama. Sementara penjual merasa itu tidak adil karena dia butuh uang.Â