Mohon tunggu...
Sri Muji lestari
Sri Muji lestari Mohon Tunggu... Guru - menyukai hal-hal baru

Namaku SRI MUJI LESTARI, T.T.L: Wonosari 05 Juni 1991. alamat rumah: Desa wonosari, kec, sukamaju, kab. luwu utara. hobi nonton film. agama islam. saat ini saya sebagai tenaga honorer di UPT SDN 156 WONOSARI dan cita-cita saya mudah-mudahan tahun depan saya bisa jadi PNS. AMINNN motto: Semua hal didunia ini bisa kita dapatkan asal kita mau berusaha kesan/pesan: Guru harus memandang dan menganggap tanggung jawab mendidik anak bangsa sebagai tugas mulia dan terhormat bukan beban. Karena karya guru akan dikenang sepanjang masa dan tentu maha karya seorang guru adalah mencetakan anak didik yang beriman, memiliki budi luhur, cerdas, juga terampil. wa Allahu alam

Selanjutnya

Tutup

Hobby

Budidaya Tanaman Terong Ungu

4 Desember 2019   15:50 Diperbarui: 4 Desember 2019   15:55 210
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Assalamu 'Alaikum Wr.Wb

  • Memilih bibit

Langkah pertama yang dapat kita lakukan untuk memulai budidaya terong ungu berbuah lebat adalah memilih bibit unggul.

Saat ini sudah banyak toko yang menjual bibit unggul terong ungu, baik berbentuk benih maupun biji.

Berikut beberapa ciri yang dapat kita lihat untuk mengetahui benih terong ungu berkualitas yang dapat ditemukan di toko bibit:

Benih memiliki kadar air yang cukup

Benih memiliki tampilan yang bersih dan mengilat

Benih memiliki bentuk, ukuran, dan warna yang seragam

Benih tidak tercampur dengan benih lain yang cacat/buruk

Benih memiliki daya tumbuh yang cepat, yakni sekitar 80%

Jika ciri-ciri benih di atas sudah ada pada benih terong ungu yang kita pilih, maka kita siap untuk melangkah ke proses berikutnya, yakni penanaman.

 Memindahkan tanaman ke media tanam yang lebih besar

Setelah masa semai, biasanya terong ungu membutuhkan waktu kurang lebih satu bulan agar ia mengalami pertmbuuhan kecambah.

Jika daun yang muncul sudah ada 4 helai, maka langkah selanjutnya adalah memindahkan bibit terong ke media tanam yang lebih besar.

Buat lubang di tengahnya dengan kedalaman kurang lebih 5 cm, lalu tanam bibit terong ungu di lubang tersebut.

Tepuk-tepuk tanah secara perlahan untuk membuatnya padat.

Siram dengan air secukupnya.

  • Memelihara terong ungu

Setelah melakukan penanaman dan pemindahan bibit, hal yang tidak kalah penting untuk dilakukan adalah perawatan.

Ada beberapa tips yang dapat dilakukan, yaitu:

Menyiram tanaman secara teratur, yakni tiap pagi dan sore.

Perawatan budidaya terong

Lakukan penyulaman tanaman setelah satu minggu. Cabut tanaman yang terlihat layu atau tidak sehat dan pertumbuhannya abnormal. Pencabutan dilakukan beserta media tumbuhnya. Ganti dengan bibit baru.

Pemupukan tambahan dilakukan mulai dari 2 minggu setelah bibit ditanam. Untuk budidaya terong non-organik berikan pupuk urea dengan dosis 80 kg/ha dan KCl 45 Kg/ha. Sedangkan untuk budidaya terong organik berikan pupuk kompos atau pupuk kandang, masing-masing satu kepal atau kira-kira 0,5 kg per tanaman.

  Ulangi pemberian pupuk susulan pada minggu ke-5 dan ke-7 setelah bibit ditanam. Sambil memberikan pupuk susulan, siangi gulma yang terdapat dalam bedengan tanaman. Bersihkan juga semak belukar yang terdapat disekitar area tanaman.

Pemasangan ajir atau bilah bambu untuk menopang tanaman dilakukan setelah tanaman berumur 3 minggu. Penancapan ajir hendaknya berjarak 5-7 cm dari pangkal batang. Jangan sampai penancapan ajir melukai akar tanaman. Ikat tanaman pada ajir dengan tali rafia.

Apabila tidak turun hujan penyiraman hendaknya dilakukan setiap tiga hari sampai tanaman berbunga. Setelah tanaman berbunga, tingkatkan frekuensinya hingga dua hari sekali.

Panen budidaya terong

Panen pertama usaha budidaya terong biasanya dilakukan setelah 70-80 hari sejak bibit ditanam. Selanjutnya, panen dilakukan setiap 3-7 hari sekali. Dalam satu kali musim tanam, bia mencapai 13-15 kali panen, bahkan bisa lebih.

Waktu yang tepat untuk panen adalah pagi dan sore hari. Buah dipetik dengan tangkainya, buah terung tidak tahan lama. Oleh karena itu harus segera dipasarkan begitu selesai panen. Sortasi untuk budidaya terong dilakukan berdasarkan ukuran dan warna buah.

img-20191204-153058-5de76e28097f362cfe7ecfc2.jpg
img-20191204-153058-5de76e28097f362cfe7ecfc2.jpg
Semoga bermanfaat.,,

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Hobby Selengkapnya
Lihat Hobby Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun