Saya memang berencana menambah usaha di bulan Desember. Di momen liburan Natal dan tahun baru itu, Salatiga cukup ramai kedatangan pemudik dan wisatawan. Waktunya untuk menambah cuan.Â
Saya ingin mengurus KUR apa adanya. Ingin tahu apakah program pemerintah itu dijalankan seperti kata para pejabatnya.Â
Pada Minggu keempat Oktober 2023 saya mengajukan KUR ke BRI Ahmad Yani Salatiga. Mengurus ke Bank kantor unit ini sesuai dengan arahan dari pihak bank kantor cabang untuk pengajuan KUR di bawah 50 juta dan sesuai dengan domisili terdekat.Â
Sebelumnya saya telah mendaftar menjadi nasabah di BRI cabang Salatiga di jalan Diponegoro. Pelayanannya sangat memuaskan sehingga saya berinisiatif membuat tulisan khusus di Kompasiana. (Baca disini https://www.kompasiana.com/srihartono8839/6530f192110fce79a32aef02/bank-rakyat-indonesia-kekinian). Mendapatkan pelayanan seperti itu, saya optimis bahwa pengajuan KUR saya akan mudah dan cepat.Â
Untuk menunjang pengajuan, saya mengurus Surat Keterangan Usaha, dan mengaktifkan kembali NPWP. Saya juga mendaftarkan warung untuk mendapat Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai salah satu syarat mendapat sertifikat halal.Â
Di BRI Unit yang terletak di jln Ahmad Yani Salatiga itu saya bertemu dengan staf marketing berinisial D. Oleh Mas D saya diminta kirim foto KTP dan surat nikah suami istri. Saya juga ditanyai agunan sebagai jaminan kredit.Â
Sertifikat rumah sudah saya siapkan untuk itu. Nilai jualnya berkali-kali lipat dari jumlah kredit yang ingin saya ajukan. (Belakangan Presiden Jokowi meminta kredit KUR dibawah 100 juta tanpa agunan apapun).Â
Mas D mengatakan mungkin akan memerlukan waktu agak lama mengurusnya tanpa menyebutkan akan berapa lama.Â
Setelah lebih dari dua Minggu, saya tidak mendapat kabar sama sekali. Hal ini berbeda dengan promosi pemerintah yang katanya maksimal 2 Minggu sudah ada kabar. Beberapa kali saya mencoba menanyakan lewat pesan WA, namun tidak ada jawaban. Galau-lah hati saya.Â
Saya mencoba mengurus ke bank BUMN lain yaitu BNI cabang Salatiga. Salah satu marketingnya, Mas A, pernah mampir ke warung dan menawarkan program KUR. Saya diminta mengirim foto KTP dan beliau akan melakukan BI checking. Namun hingga dua Minggu berlalu, juga tak ada kabar berita yang saya terima.Â
Saya tidak menyerah. Kali ini saya menyambut tawaran seorang teman yang punya kenalan di kantor BRI. Nomor WA saya diminta untuk diberikan kepada staf marketing tersebut.Â