Gadis yang beruntung (lebih tepatnya; malang) menjadi pelabuhan akhir cinta saya memiliki betis cukup kecil dan lengan langsing, mendukung jarinya yang panjang nan lentik.Â
Oh ya, mengapa saya mengidolakan sosok wanita dengan betis dan lengan yang demikian?Â
Hal itu karena waktu itu saya berasumsi bahwa seorang wanita yang mempunyai betis dan lengan langsing, takkan mudah menjadi wanita gemuk di kemudian hari.Â
Bukannya saya tidak suka dengan wanita gemuk. Ada kekuatiran bahwa jika istri saya gemuk, dia tidak akan selincah seperti sebelumnya. Istri saya lebih mudah sakit karena overweight. Kepercayaan dirinya menjadi berkurang akibat bombardir iklan produk produk yang mengatakan bahwa cantik itu langsing. Dan yang paling saya takutkan adalah; istri saya akan sibuk memperhatikan bentuk badan dibandingkan mengurusi suami dan anaknya.Â
Semua yang saya sebut diatas adalah kekuatiran konyol akibat kurang gaul, kurang literasi dan utamanya kurang sadar diri.Â
Pada akhirnya, disekeliling saya banyak terdapat wanita wanita tidak langsing yang tetap sehat, selalu ceria dan mengutamakan suami dan anaknya daripada keinginan diri sendiri.Â
Tak perlu jauh jauh menengok kerumah para tetangga. Istri saya sendiri berat badannya sudah naik belasan kilo. Dulu waktu pacaran, jika saya memeluk istri dari belakang pergelangan tangan yang satu masih bisa bertemu dengan pergelangan tangan yang lain. Namun kini setelah 14 tahun menikah dan dikaruniai 2 anak, ketika saya memeluk mantan pacar ini, jempol tangan kanan mau menyentuh jempol tangan kiri sudah agak susah. Kalau mau dipaksakan, istri saya bisa mati lemas karena harus tahan napas.
Lengan istri saya sudah tambah berisi, tidak selangsing dulu. Saya tidak tahu berapa besar pertambahannya, tetapi kalau 1-2 cm ya sudah pasti lebih. Itu akibat bonus belasan kilo kenaikan berat badannya.Â
Betis istri saya juga semakin mekar karena dia lebih senang jalan kaki jika bepergian tak terlalu jauh dari rumah. Saya senang senang saja karena selain irit dan tetap sehat, saya juga tak terlalu direpotkan mengantar sana sini
Umumnya ada 3 alasan mengapa seorang wanita bersuami dan punya anak bertumbuh menyamping, bukan keatas. Orang bilang bahwa sudah wajar jika tubuh istri  semakin bertambah gemuk setelah punya anak. Kulit yang tidak lagi elastis menjadi wadah yang bagus bagi lemak lemak tak terbakar karena kurang olahraga. Juga karena sibuk mengurus suami dan anak, istri tidak lagi sempat mengurus diri sendiri.Â
Saya ingin menambahkan.Â