Mohon tunggu...
Fergusoo
Fergusoo Mohon Tunggu... Wiraswasta - Wiraswasta

Spe Salvi Facti Sumus

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan

Israel Temukan Vaksin Corona, Fahira Idris dan Tempo Sebar Hoaks?

1 Maret 2020   18:14 Diperbarui: 1 Maret 2020   20:09 544
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Mewabahnya corona membuat kita semakin resah. Yang membuatnya semakin resah bukan karena virusnya, namun karena hoaks yang ikut-ikut menyertainya. Hoaks ini lebih berbahaya apalagi telah disebarkan kehalayak ramai dan telah menjadi konsumsi publik.

Informasi yang telah disebar dan tidak mampu dipertanggungjawabkan tentunya menjadi bola liar yang tak bisa dikendalikan. Salah seorang teman saya dalam grup Whatsapp, bertanya apakah benar di Indonesia telah ada virus corona?

Media bagaikan lampu yang kita butuhkan di sini. Media yang kredibel dan memiliki kualitas jurnalistik yang tinggi tentunya diharapkan mampu memberikan informasi yang benar. Sehingga yang buta pun bisa kita tuntun asal penuntunnya benar.

Yang terbaru, dari trending topik di twitter, Fahira Idris dituding telah menyebar berita bohong (hoaks) menyangkut korban dari virus corona. Hashtag tangkap fahira idris terus melambung. Berikut saya lampirkan hasil tangkapan layar akun twiter yang menyatakan bahwa fahira idris menebar hoaks:

Ilustrasi foto (tangkapan layar akun twiter @fahiraidris)
Ilustrasi foto (tangkapan layar akun twiter @fahiraidris)
Media tempat Fahira idris menyebarkan berita hoaks pun tak mau tinggal diam. Mereka gerak cepat dan segera melakukan klarifikasi jurnalistik dengan membuat berita yang baru serta menyertakan revisi dari berita sebelumnya.

Fahira Idris yang merupakan Anggota DPD RI ini pun hanya seorang manusia. Kelalaianya telah menyebar berita yang tak bisa dipertanggungjawabkan harusnya bisa dicegah. Dicegah dengan membaca berita kemudian membandingkannya dengan media yang lain. Sehingga sumber pemberitaanya pun semakin akurat.

Biar bagaimana pun berita hoaks tak boleh diberikan ruang. Sebagai publik figur, ada baiknya kita menjadi manusia yang benar benar menjadi teladan. Teladan dalam menyebarkan pemberitaan yang fakta alias benar benar terjadi. Yang menarik d isini bagaimana, kata dalam kalimat menjadi absurd dan kemudian menggugurkan makna yang sesungguhnya. Dan di sinilah letak kesalahan dari seorang Fahira Idris.

Kelalaian dalam membaca berita dan mengujinya terlebih dahulu bisa membawa petaka. Kita tahu bersama bahwa dunia ini sedang gempar akan virus corona. Namun tidak meluluh sedikit membaca berita kita kemudian langsung percaya dan lalai untuk mengkajinya. Tangan kita sekonyong-konyong langsung ingin men share nya, padahal kita belum bisa memastikannya. Jangan sampai karena latar belakang politik yang berbeda, kita menebar sensasi dan kebohongan.

Mengapa harus memastikannya terlebih dahulu? Karena produk jurnalistik juga dikerjakan oleh manusia.

Misalnya saja Media Tempo. Siapa yang tak mengenalnya? Orang orang yang membaca pemberitaanya pun setiap hari tidak sedikit. Produk jurnalistiknya pun juga  banyak dinikmati oleh masyarakat. Namun, hari ini juga, melalui twiter, Tempo pun dinyatakan telah menyebar berita Hoaks.

Melansir laman twiter @riotuasikal, ia berujar bahwa media sekaliber Tempo pun telah salah dalam memberitakan informasi. Masih dalam laman yang sama, menurut Rio, Tempo telah menyebar hoaks tentang Paus Fransiskus yang terkena virus hoaks. Dalam laman tempo yang telah diklarifikasi, Tempo menulis bahwa Paus Fransiskus dan dua pembantunya telah dikarantina dan menerima perawatan medis didekat Santa Marta, Hotel Vatikan, tempat ia tinggal.

Menurut Rio, isi berita yang disampaikan tempo tidak jelas (kaidah jurnalistik 5W 1H tidak lengkap), kredibilitas media dipertanyakan, serta tidak adanya sumber pembanding dari konten pemberitaan yang sama.  Sehingga pemberitaannya dinggap keliru dan hoaks. Sebagai tambahan informasi berikut saya sertakan hasil tangkapan layar dari akun twiter @riotuasikal menyoal Tempo dalam pemberitaan Hoaks.

Ilustrasi foto (tangkapan layar akun twiter @riotuasikal)
Ilustrasi foto (tangkapan layar akun twiter @riotuasikal)
Akhirnya, Tempo pun melakukan revisi berita tersebut. Dalam hal ini seharusnya Tempo meminta maaf kepada publik karena telah menerbitkan berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan keasliannya. Yah, semoga ke depan Tempo tidak hanya pandai melukis gambar karikatur, tapi juga mampu menjamin kredensial dari sebuah produk jurnalistik.

Virus corona memang telah menghantui negara kita. Di beberapa negara seperti China dan negara tetangganya, Korea telah diserang. Rumah sakit dan fasilitas kesehatan berusaha semampunya untuk mengurai dan mencegah penyakit ini agar tidak memakan korban jiwa.

Beberapa negara pun menutup sementara warga negara asing yang akan masuk kenegaranya. Misalnya saja bagaiamana KBRI Jeddah, menyatakan saat ini Jemaah Umrah asal Indonesia  ditangguhkan untuk beberapa waktu kedepan. Kesedihan pun meliputi Jemaah yang akan ibadah.

Tentunya kasus corona ini harus kita atasi bersama. Negara seperti Israel disebut-sebut telah menemukan vaksin corona. Melansir laman Jpnn.com, "Ilmuwan di Israel yang tergabung dalam The Galilee Research Institute (MIGAL) dikabarkan telah menemukan vaksin untuk melawan virus corona (COVID-19). Laman Jerusalem Post mengabarkan, vaksin itu baru bisa dilepas ke pasar setelah melalui proses perizinan yang berlangsung setidaknya selama 90 hari".

Berita ini dikutip dari laman jerusalempost.com. Sebagai bentuk klarifikasi saya kepada pembaca, saya pun mengkaji berita ini, dan beberapa media kredibel seperti okezone.com, merdeka.com juga memberitakan hal yang sama.

Israel yang kita tahu selama ini menjadi poros negara di Timur Tengah dan sering berkonflik dengan Gaza dan Palestina ternyata mampu membuat vaksin corona. Apakah ini sebuah konspirasi dalam bidang kesehatan khususnya kefarmasian, itu masih asumsi yang perlu dibuktikan.

Ilustrasi foto (lifestyle.okezone.com)
Ilustrasi foto (lifestyle.okezone.com)
Melansir dari lifestyle.okezone.com, Menteri Riset dan Tekonologi Israel Ofir Akunis telah mengumumkan saat ini mereka akan mengembangkan vaksin untuk melawan virus corona (C). Beberapa minggu lalu Israel melaksanakan penelitian untuk menemukan vaksin tersebut. Vaksin tersebut akan siap untuk turun ke pasar dan diedarkan kepada masyarakat, terutama di berbagai negara terdampak.

Walaupun vaksin ini masih dikembangkan dan diuji coba, semoga saja vaksin tersebut bisa segera dipasarkan. Melihat Israel yang begitu reaksi cepat akan hal ini, Indonesia jadi bisa belajar dan bisa juga ikut berpartisipasi. Mengingat ini adalah peluang besar untuk menunjukan Kapasitas Indonesia dalam percaturan Riset dan Teknologi bukan  hanya sekedar mampu memainkan harga masker.

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun