Mohon tunggu...
Sofia Amalia
Sofia Amalia Mohon Tunggu... Guru - Mahasiswa

Guru PAUD

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Pikiran Bias Mengurangi Kreatifitas

18 Juni 2021   11:32 Diperbarui: 18 Juni 2021   11:45 853
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Seseorang yang memiliki ide-ide kreatif seringkali membuat kita takjub sekaligus bertanya-tanya.

Kok dia bisa sekreatif itu ya?

Kok aku gak bisa?

Kamu makan apasih? Kok bisa kreatif banget

Tentu kita semua menginginkan pikiran yang kreatif. Namun kenyataan tak seindah harapan, kebanyakan dari kita sulit untuk berpikir kreatif meskipun sangat menginginkannya.

Ciri dari kreatifitas adalah pemikiran yang divergen. Pemikiran divergen adalah pemikiran yang menghasilkan banyak jawaban atas pertanyaan yang sama, bahasa gaulnya pikiran yang "Out of the box". Bayangkan sebuah kotak, orang yang kreatif tidak berpikir sebatas ruang di dalam kotak melainkan memiliki pemikiran yang lebih luas, keluar dari kotak tersebut.

Bagi kita yang kurang kreatif biasanya memiliki pemikiran yang konvergen, yaitu pemikiran yang menghasilkan satu jawaban yang benar. Pikiran kita sebatas ruang di dalam kotak, yang penting sudah menemukan satu jawaban benar, buat apa mencari lagi jawaban yang lain?

Pada tahun 1945, psikolog Gestalt Karl Duncker membuat tugas untuk menguji kreatifitas pemecahan masalah yang dikenal dengan The Candle Problem. Duncker memberikan sekotak korek, sebatang lilin dan sekotak paku payung. Di sebuah ruangan terdapat meja yang letaknya merapat dengan dinding. Duncker kemudian memberikan instruksi, bagaimana cara menempelkan lilin yang menyala di dinding tanpa ada tetesan lilin cair di atas meja.

Sumber: iCreate Project
Sumber: iCreate Project

Beberapa tindakan diambil dalam menyelesaikan tugas tersebut. Ada yang mengambil lilin kemudian menempelkannya ke dindinng menggunakan paku payung dan adapula yang memanaskan sisi lain dari lilin kemudian menempelkannya ke dinding. Sayangnya kedua cara ini gagal, lilin tetap menetes di atas meja. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun