Mohon tunggu...
Zulfikar Akbar
Zulfikar Akbar Mohon Tunggu... Jurnalis - Praktisi Media

Kompasianer of the Year 2017 | Wings Journalist Award 2018 | Instagram/Twitter: @zoelfick

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Saat Mahkamah Konstitusi Minus Apresiasi

22 Agustus 2014   15:06 Diperbarui: 18 Juni 2015   02:52 1006
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
1408669249322493568

Sayangnya, alih-alih menunjukkan penghargaan, mereka lebih memilih menerima keputusan itu dengan setengah hati. Sehingga asumsi demi asumsi hingga prejudice pun kembali mencuat. Berbagai pernyataan yang ditunjukkan menegaskan sikap tidak menerima, satu potret yang lebih mencirikan sikap "kekanak-kanakan" dalam berpolitik.

Kekanak-kanakan itu, mungkin memang bukanlah hal yang terlalu serius. Tapi jika melihat ulang bahwa mental kekanak-kenakan menjadi penampilan dalam politik, saya hanya mencemaskan, ke depan politik hanya menjadi tempat untuk bermain-main, dan negara lantas menjadi mainan. Sebab bagaimanapun dengan segala kekuatan politik yang mereka miliki, bermain-main di negara sebesar Indonesia takkan lagi menjadi masalah sederhana. (Twitter: @zoelfick)

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun