Sabtu pagi 17 Agustus 2024, di hadapan para wartawan dan disiarkan langsung di layar televisi dari depan Istana IKN, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan bahwa dia dapat tidur PULAS, NYENYAK, dengan ekspresi yang sangat meyakinkan dan bangga.
Jujur, sebagai rakyat jelata, dalam pekerjaan yang saya geluti, ketika saya memiliki beban tanggung jawab menjadi koordinator/ketua/pimpinan kegiatan, hampir setiap malam sebelum hari pelakasnaan kegiatan/acara/pekerjaan dll, saya sulit untuk dapat tidur pulas apalagi nyenyak.
Demi menggaransi bahwa kegiatan/acara/pekerjaan, karena semua hal harus siap sesuai rencana, meski sudah ada pihak-pihak yang bertanggung jawab di setiap bagian/lini, sulit bagi saya dapat tidur pulas apalagi nyenyak. Padahal kegiatan/acara/pekerjaan itu hanya skala kecil. Yang pertanggung jawabannya juga kecil. Hanya kepada pihak yang terkait dengan kegiatan/acara/pekerjaan. Tidak harus bertanggung jawab kepada rakyat.
Bagaimana bila bukan skala kecil? Skalanya semisal tingkat kota/kabupaten/provinsi? Lalu bagaimana tingkat nasional/internasional? Lalu, pertanggung jawabannya adalah kepada rakyat dan Tuhan, karena memikul amanah.
Sebagai manusia biasa, pasti, bila itu terjadi pada saya, akan sulit bagi saya dapat tidur pulas apalagi nyenyak.
Tidur pulas artinya tidur nyenyak. Nyenyak maknanya tidak ingat apa-apa lagi (ketika tidur), sukar dibangunkan (dijagakan), lelap, pulas.
Jokowo berbeda
Terkait Jokowi dapat tidur pulas dan nyenyak jelang perayaan HUT ke-79 di IKN, jujur saya takjub, kagum, sekaligus heran. Sebab, dengan berbagai persoalan bangsa dan negera ini, yang didalangi oleh Jokowi. Ternyata, Jokowi tetap dapat tidur pulas, nyeyak.
Seolah dapat lupa atas berbagai persoalan bangsa yang dipicu oleh dirinya. Lupa akan kondisi sebagian besar rakyat Indonesia selama dia memimpin bangsa dan negara ini.
Persolan Jokowi dapat tidur pulas dan nyenyak di IKN jelang HUT RI ke-79 ini, bahkan dijadikan indikator oleh menterinya yang ditanya wartawan di depan Istana IKN, Sabtu pagi (17/8/2024), yang menyatakan semua hal terkait HUT RI ini sudah siap. Dengan menyebut indikatornya satu. Yaitu Presiden dapat tidur pulas dan nyenyak.
Semoga dapat tidur pulas dan nyenyaknya Jokowi di malam jelang HUT RI, dapat diteladani rakyat jelata. Ayo, ikuti contoh Presiden kita. Meski beban masalah yang ditanggung karena diciptakan oleh dirinya sendiri untuk negeri ini, dia bisa tetap tidur yenyak dan pulas.
Dengan begitu, ayo rakyat! Meski dalam kondisi menderita, miskin, kelaparan, tetaplah berusaha tidur pulas dan nyenyak. Seperti tidur pulas dan nyenyaknya Darwin, pengemudi ojol yang kelaparan. Sampai-sampai tidur pulas dan nyenyaknya Darwin, tidak bangun lagi, meninggal.
Saya pikir, ini adalah refleksi paling indah bagi saya, pagi hari sebelum perayaan HUT RI pesta pora yang hanya dapat ditonton oleh rakyat dengan biaya uang rakyat pula, Rp 87 miliar.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H