Murid-muridnya menjawab: "orang tua, guru, kawan, dan sahabatnya". Imam Ghazali menjelaskan semua jawapan itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah mati.
"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan." (Surat Ali Imran: 185)
Kematian adalah sesuatu yang tidak seorang pun tahu kapan datang. Manusia harus selalu bersiap diri menghadapinya. Jangan sekali-kali merasa diri kita jauh dari mati, karena itu membuat kita besar hati, besar kepala. Kerahasiaan-Nya, harus kita maknai bahwa mati bisa terjadi kapan saja dan dimana saja tanpa adanya peringatan dari-Nya.
(2) "Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?
Murid -muridnya menjawab: "Bulan, matahari dan bintang-bintang".
Imam Ghazali menjelaskan bahwa semua jawaban itu benar. Tapi yang paling benar adalah masa lalu. Walau dengan apapun kita tidak dapat kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran agama.
Kehidupan kita hari ini, harus lebih baik dari kemarin, dan hari esok harus lebih baik dari hari ini. Waktu tidak akan datang berulang untuk kedua kali, sekali kita bertindak kesalahan kita tidak bisa merevisinya lagi. Kita hanya bisa bertobat dan berharap pengampunan-Nya.
Sebagian pepatah bilang waktu adalah sesuatu yang paling berharga. Emas, harta bisa dicari tapi waktu yang sudah berlalu tak mungkin hadir kembali. Allah SWT, memberikan anugrah kepada kita agar mampu memanfaatkan waktu untuk mempersiapkan diri menghadapi kematian.
(3) "Apa yang paling besar di dunia ini?"
Murid-muridnya menjawab: "gunung, bumi dan matahari". Semua jawaban itu benar, tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah nafsu.
"Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakan untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Meraka itulah orang-orang yang lalai. (Surat Al A'Raf:179).