Sesuai Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), remedial berhubungan dengan perbaikan atau bersifat menyembuhkan.
Untuk itu, sebab kehidupan nyata tidak ada lagi tanggungjawab siswa/mahasiswa untuk lulus pelajaran, lulus sekolah, lulus mata kuliah, lulus ujian. Dapat rapor, KHS, dan jazah. Juga tidak ada keterikatan seperti dalam dunia pekerjaan formal yang ada peraturan, maka Grup WA dapat menjadi spidometer, tolok ukur seseorang dalam mempraktikan kehidupan spiritualnya, emosionalnya, dan intelektualnya.
Artinya, di dalam Grup WA, sikap seorang anggota apakah sudah layak disebut sebagai mahkluk individu, beragama, berbudaya, dan mahkluk sosial yang benar dan baik, sangat mudah dibaca.
Sadari bahwa, selain tingkah laku saya, kita di kehidupan nyata mencerminkan karakter pribadi yang berhasil dalam pendidikan atau gagal dalam pendidikan formal. Grup WA juga cukup signifikan memberikan deskripsi para anggotanya, apakah sudah menjadi manusia yang berhasil dalam pendidikan formal yang ditempuh, maka berhasil pula dalam praktik kehidupan nyata dalam setiap persoalan terkait hal individu, agama, budaya, sosial.
Manusia yang berhasil dalam pendidikan formal, dapat berhasil mempraktikkan ilmu, pengetahuan, pengalaman, keterampilannya, kreativitasnya, inovasinya, dalam kehidupan nyata yang penuh etika dan attitude, sehingga berbudi pekerti luhur dan rendah hati, pasti akan menjalankan kehidupan nyatanya sebagai mahkluk individu, beragama, berbudaya, dan bersosial, dengan pondasi cinta. Cinta yang Hablum Minallah dan Hablum Minannas.
Hablum Minallah adalah konsep bagaimana manusia berhubungan dengan sang maha pencipta Allah, dengan mengikuti segala perintahNya dan menjauhi laranganNya.
Sedangkan Hablum Minannas adalah konsep individu manusia dalam menjaga hubungan baik dengan manusia lainya, sesama manusia ssbagai mahkluk individu, beragama, berbudaya, dan sosial.
Semoga, di dalam kehidupan nyata, di Ramadan yang penuh berkah dan ampunan ini, saya, kita termasuk golongan orang-orang yang terus melakukan remedial agar menjadi manusia sebagai mahkluk individu, beragama, berbudaya, sosial, yang benar dan baik.
Saya tidak bunuh diri, menunjukkan belum cerdasnya saya, kita, dalam hal spiritual, emosional, dan intelektual sebagai pengguna medsos, twitter. Khususnya dalam menggunakan WA dan fiturnya, serta dalam menjadi anggota Grup WA yang benar dan baik, seterusnya bukan hanya sampai batas Ramadan, Idul Fitri, tetapi selama masih hidup di dunia. Aamiin.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H