Meningkatkan Kemandirian dan Kepedulian Terhadap Alam
Blitar, 1 Februari 2025. Sebagai bagian dari upaya mendukung kebijakan pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan dan pendidikan yang berkelanjutan, sekolah kami, UPT SDN Kuningan di Kabupaten Blitar dengan penuh semangat melaksanakan Gerakan Menanam Tanaman Pangan.Â
Kegiatan ini adalah respons terhadap surat edaran dari Sekretaris Daerah yang ditujukan kepada Dinas Pendidikan untuk ditindaklanjuti oleh semua lembaga yang ada di Kabupaten Blitar.Â
Menginstruksikan sekolah-sekolah untuk mengedukasi siswa dan masyarakat tentang pentingnya menanam tanaman pangan di lingkungan rumah dan sekolah.Â
Kegiatan Menanam Tanaman Pangan (Gertam) di sekolah kami dilaksanakan pada Sabtu, 1 Februari 2025, di mana para siswa bersama dengan guru menanam berbagai jenis tanaman pangan di sekolah. Kegiatan serupa juga kami himbau untuk dilaksanakan di rumah pada Minggu, besuk.
Gerakan ini bukan hanya sekadar aksi menanam, tetapi lebih dari itu, berfungsi sebagai sarana pendidikan yang menyentuh banyak aspek kehidupan siswa dan masyarakat sekitar. Melalui gerakan ini, diharapkan muncul kesadaran akan pentingnya mencintai alam, belajar tentang ketahanan pangan, dan meningkatkan kualitas hidup.
Menjalankan Tugas Dinas Pendidikan dan Pemerintah Daerah
Tujuan utama dari Gerakan Menanam Tanaman Pangan ini adalah untuk menindaklanjuti instruksi dari Dinas Pendidikan yang pada gilirannya menerima mandat dari Pemerintah Kabupaten Blitar, khususnya Sekretaris Daerah (Sekda).Â
Kegiatan ini dirancang sebagai langkah nyata dalam mendukung program ketahanan pangan dan pembelajaran berkelanjutan di sekolah. Dengan melibatkan siswa, guru, dan orang tua, gerakan ini bukan hanya sekadar menanam tanaman, tetapi juga memperkenalkan dan menyosialisasikan nilai-nilai penting terkait pertanian dan pangan yang berkelanjutan.
Dengan adanya kegiatan ini, anak-anak diharapkan dapat lebih paham dan menyadari bahwa ketahanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga merupakan tugas setiap individu, termasuk generasi muda yang akan datang.
Mengenalkan Manfaat Menanam Tanaman Pangan untuk Perekonomian
Selain menjalankan tugas dari Pemerintah, tujuan lain dari gerakan ini adalah untuk mengenalkan kepada siswa dan masyarakat tentang manfaat menanam tanaman pangan untuk mendukung perekonomian keluarga.Â
Banyak keluarga di Indonesia, terutama yang berada di daerah pedesaan, termasuk keluarga dari siswa -siswi SDN Kuningan, mengandalkan hasil pertanian untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.Â
Dengan menanam sayuran dan buah-buahan di pekarangan rumah, keluarga dapat mengurangi pengeluaran untuk membeli bahan pangan yang seringkali cukup mahal.
Misalnya, tanaman seperti sawi, kangkung, cabai, terong, tomat, pepaya, mangga, dan jambu biji dapat ditanam dengan mudah di pekarangan rumah.
Jika kegiatan ini dapat diterapkan secara konsisten, hasil dari tanaman pangan yang ditanam oleh siswa dan masyarakat dapat membantu meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga, terutama bagi mereka yang kurang mampu.
Tidak hanya itu, menanam tanaman pangan juga mengajarkan anak-anak untuk lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan makan mereka, yang dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian keluarga dalam jangka panjang.Â
Anak-anak yang terlibat dalam kegiatan ini juga akan merasakan manfaat langsung dari apa yang mereka tanam dan merasakan kepuasan ketika hasilnya bisa dinikmati bersama keluarga.
Pendidikan dan Pembelajaran Berkelanjutan bagi Anak-anak
Salah satu tujuan terpenting dari kegiatan ini adalah memberikan pendidikan langsung kepada anak-anak mengenai cara menanam tanaman pangan, mulai dari tahap penyemaian hingga perawatan hingga siap untuk dipanen.Â
Anak-anak tidak hanya diajarkan tentang teori tanaman, tetapi mereka juga diajak untuk mempraktikkan langsung proses menanam, merawat, dan akhirnya memetik hasil dari tanaman yang mereka tanam sendiri.
Kegiatan ini membantu anak-anak belajar mengenal berbagai jenis tanaman pangan, mengenali cara merawatnya, serta memahami berbagai media tanam yang baik.Â
Pendidikan seperti ini diharapkan dapat membekali anak-anak dengan keterampilan yang dapat mereka terapkan di kehidupan nyata, baik sekarang maupun di masa depan. Bahkan, keterampilan ini bisa menjadi bekal bagi anak-anak yang ingin berkecimpung dalam dunia pertanian atau usaha terkait pangan.
Selain itu, kegiatan ini juga mengajarkan pentingnya kesabaran dan ketelatenan, karena tanaman memerlukan waktu untuk tumbuh.Â
Ketika anak-anak melihat tanaman mereka berkembang, mereka belajar untuk lebih menghargai setiap proses kehidupan dan hasil yang didapat melalui kerja keras dan ketekunan.
Menumbuhkan Rasa Cinta terhadap Alam dan Lingkungan
Melalui gerakan menanam tanaman pangan ini, diharapkan anak-anak juga akan lebih mencintai alam dan peduli terhadap kelestarian lingkungan. Menanam tanaman pangan di rumah dan sekolah bukan hanya sekedar kegiatan yang menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap lingkungan sekitar.Â
Tanaman yang tumbuh di pekarangan rumah atau sekolah dapat menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen, yang pada gilirannya membantu menciptakan udara yang lebih bersih dan segar.
Lebih dari itu, kegiatan ini mengajarkan pentingnya menjaga alam dan memanfaatkan sumber daya alam dengan bijaksana. Anak-anak diajarkan untuk mengenal alam sekitar mereka dan melihat bahwa alam dapat memberikan banyak manfaat bagi kehidupan manusia, asalkan kita menjaga dan merawatnya dengan baik.Â
Oleh karena itu, menanam tanaman bukan hanya memberikan manfaat langsung bagi kita, tetapi juga bagi generasi mendatang yang akan menikmati hasil dari tindakan kita saat ini.
Mengajarkan Kemandirian, Tanggung Jawab, dan Gotong Royong
Selain manfaat praktis yang dapat diperoleh dari kegiatan menanam tanaman pangan, gerakan ini juga berfungsi untuk menumbuhkan nilai-nilai positif pada anak-anak.Â
Dalam proses menanam, anak-anak belajar tentang kemandirian, yaitu bagaimana mereka dapat melakukan suatu kegiatan tanpa bergantung pada orang lain. Mereka juga diajarkan tentang tanggung jawab, karena menanam tanaman membutuhkan perawatan yang berkelanjutan, seperti menyiram dan memupuk secara rutin.
Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan gotong royong antara anak-anak dan guru serta antar siswa itu sendiri. Saat menanam bersama-sama, mereka belajar untuk saling membantu dan bekerja sama demi tujuan yang sama, yaitu menghasilkan tanaman pangan yang bermanfaat.Â
Nilai gotong royong ini akan terus mereka bawa dalam kehidupan sehari-hari, membentuk karakter yang peduli dan saling mendukung antar sesama.
Mempererat Hubungan antara Anak dan Orang Tua
Ketika kegiatan ini dilanjutkan di rumah, anak-anak tidak hanya menanam tanaman bersama teman-teman di sekolah, tetapi juga bersama orang tua mereka. Hal ini membuka peluang bagi keluarga untuk lebih terlibat dalam aktivitas yang bermanfaat bersama.Â
Mengingat kesibukan orang tua yang seringkali membatasi waktu bersama anak-anak, berkebun di rumah memberikan kesempatan berharga bagi keluarga untuk lebih dekat satu sama lain. Kegiatan ini bisa mempererat hubungan antara anak dan orang tua, memperkuat komunikasi, dan menciptakan momen kebersamaan yang menyenangkan.
Penutup
Gerakan Menanam Tanaman Pangan di UPT SDN Kuningan bukan hanya sekadar kegiatan berkebun. Melainkan sebuah langkah strategis dalam mendidik anak-anak agar lebih peduli terhadap alam dan kehidupan yang berkelanjutan. Dengan berbagai manfaat yang ditawarkan---baik dari sisi ekonomi, pendidikan, hingga kelestarian lingkungan---gerakan ini dapat memberikan dampak positif yang luas.
Kami berharap, melalui semangat yang telah ditunjukkan oleh seluruh warga sekolah, kegiatan ini dapat berkembang dan bisa kami laksanakan secara berkelanjutan untuk mendukung ketahanan pangan serta menciptakan generasi yang lebih peduli terhadap lingkungan. Semoga tanaman yang telah ditanam tumbuh subur dan membawa manfaat bagi semua.
Siti Nazarotin
KS SDN Kuningan Blitar
Blitar, 1 Februari 2025
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI