Kemarin malam saat terlibat obrolan di WAG KPB (Kompasianer Penulis Berbalas) tiba-tiba obrolan mengarah tentang makanan. Perlu diketahui bahwa di grup KPB itu, Â saya dijuluki Ratu Kuliner oleh salah satu kompasianer senior.
Julukan ini bukan berarti saya satu-satunya yang pandai memasak, namun tersebab sayalah yang paling sering posting tulisan kuliner di kompasiana dari grup KPB.
Saya tahu pula maksud dari julukan ini tersemat, tak lain adalah untuk mengapresiasi dan menyemangati saya untuk rajin menulis.
Kembali pada obrolan kemarin malam, ada beberapa reques dari teman KPB tentang sebuah resep untuk saya tuliskan. Dari beberapa reques tersebut tentunya saya pilih resep yang paling mudah untuk saya penuhi. Dan baru sekarang saya bisa menuliskannya, tentunya setelah saya praktekkan resepnya tadi pagi.
Sebenarnya requesnya tidak sama persis dengan resep yang akan saya tulis ini. Namun karena bahan yang dimaksud tidak saya dapatkan, akhirnya saya menulis resep yang serupa tapi dengan bahan yang beda.
Apa itu resepnya? Sup Merah Putih. Nama resepnya berbau nasionalis gitu ya. Kan keren itu. O iya, pemberian nama resep ini juga atas usul teman KPB, yaitu Mbak Dewi. Katanya, bahan supnya ada yang berwarna merah dan ada pula yang berwarna putih.Â
Cocokkan kalau dikasih nama Sup Merah Putih. Biar lebih keren lagi, saya tambahi satu kata di belakang dengan kata "Ceria" ya, jadinya Sup Merah Putih Ceria. Keren kan.
Kalau begitu, ikuti saja ya resep Sup Merah Putih Cerianya.
Resep Sup Merah Putih Ceria
2 buah tahu ukuran sedang dipotong dadu8 telur puyuh (bisa ditambah)