Pikiran negatif menarik perhatian dengan melakukan presentasi didepan automatic thought dengan sangat ekspresif dan penuh dengan bumbu-bumbu. Sedangkan pikiran positif lebih bersifat kalem sehingga automatic thought lebih memilih pikiran negatif sebagai pemenang.Â
Maka dari itu, automatic thought harus dikelola dengan baik karena dapat memengaruhi emosi dan tingkah laku jika muaranya jelas melahirkan pemikiran positif dan negatif. Automatic thought memang dapat mengarah pada pikiran positif, namun lebih dominan pada pikiran negatif. Dan pikiran negatif akan memanipulasi akal sehat manusia sehingga menciptakan overthinking.Â
Pikiran negatif juga cenderung miring dan memperlihatkan pandangan tentang sesuatu yang tidak sepenuhnya benar. Lebih mengarah pada pemalsuan realitas dan menjebak pikiran kita. Dan akan membuat kita mudah overthinking dan lama-lama pengelolaan pikiran negatif itu menumpuk melahirkan stress hingga depresi.Â
Semoga bermanfaat!
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H