Mohon tunggu...
Siti Habibah
Siti Habibah Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Tertarik terhadap berita-berita tentang Entertainment

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Revolusi Akademik: AI Sebagai Pilar Masa Depan Pendidikan

22 Desember 2024   23:15 Diperbarui: 22 Desember 2024   23:15 21
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pendidikan. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

Istilah manusia vs AI menggambarkan situasi di mana manusia dan AI berperan sebagai pemain utama yang saling bersaing. Namun, dalam konteks manusia vs manusia pengguna AI, fokusnya bergeser pada bagaimana kolaborasi antara manusia dan teknologi menciptakan dinamika baru. Permasalahan yang muncul bukan lagi sekadar persaingan antara manusia dan AI, melainkan antar individu yang memanfaatkan AI sebagai alat bantu. Oleh karena itu, diperlukan regulasi yang komprehensif untuk memastikan penggunaan AI dapat dioptimalkan secara adil dan bertanggung jawab.

Perkembangan teknologi yang dirasakan saat ini memang sangat signifikan terhadap perubahan-perubahan dalam kehidupan sehari-hari. Seperti pemanfaatan sistem smart home yang dapat digunakan dari jarak jauh maupun perintah suara pemilik rumah untuk mengontrol perangkat elektronik di rumah tersebut. Perkembangan teknologi juga membawa perubahan signifikan pada bidang pendidikan akademik. Teknologi ini memberikan pengaruh yang penting bukan hanya bagi pelajar tapi juga tenaga pendidik dalam ruang lingkup akademik.

Revolusi industri 5.0 terjadi lebih cepat dari perkiraan awal para ahli yang memaksa negara-negara di seluruh dunia untuk bisa beradaptasi dengan cepat oleh perubahan yang terjadi begitu pesat. Revolusi industri 5.0 sendiri dimulai ketika industri 4.0 berada pada puncaknya. Saat ini Jepang mengumumkan akan kemungkinan terhadap era revolusi industri 5.0 dimana negara lain masih menerapkan revolusi industri 4.0. Dengan akan dimulainya era revolusi industri 5.0 memberikan napas baru bagi era revolusi industri sebelumnya. 

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi seperti internet, komputer, perangkat mobile, dan juga akses terhadap internet tentunya memberikan dampak yang besar bagi siapa saja yang menggunakannya terutama di bidang pendidikan. Perubahan ini membuat akses terhadap informasi menjadi jauh lebih mudah dan cepat. Dalam dunia pendidikan dihasilkan platform e-learning, aplikasi pendidikan, dan perangkat lunak berbasis teknologi sebagai adaptasi dari kemajuan teknologi.

Perubahan lainnya di bidang pendidikan dampak dari kemajuan teknologi ini adalah pergantian atau digitalisasi materi pembelajaran. Sebelumnya para pelajar diberikan buku teks sebagai bahan pembelajaran. Sekarang buku teks tradisional sudah berubah ke format digital seperti e-book, video tutorial, dan modul interaktif. Hal ini sebagai upaya untuk mengurangi ketergantungan pada bahan cetak dan juga memungkinkan pembelajaran yang lebih dinamis dan visual.

Adaptasi pelajar maupun tenaga pendidik terhadap kemajuan teknologi dipaksa dengan terjadinya pandemi COVID-19 yang mempercepat perubahan dalam hal proses mengajar. Platform-platform digital seperti Zoom, Google Meet/Classroom, dan Microsoft Teams turut berperan dalam praktik pendidikan jarak jauh saat pandemi terjadi.

Setelah mengalami adaptasi dari berbagai perubahan yang terjadi akibat dari kemajuan teknologi, para penggunanya bukan hanya merasakan manfaat tapi juga mulai memunculkan masalah-masalah baru. Masalah yang sampai saat ini masih dihadapi yakni keterbatasan infrastruktur, dimana infrastruktur ini dapat mempengaruhi akses internet yang dapat mengakibatkan ketimpangan sosial dan juga biaya perangkat yang digunakannya.

Dalam bidang pendidikan, kemajuan teknologi memberikan manfaat yang cukup besar terhadap mekanisme pembelajaran. Mulai dari perubahan bahan pembelajaran yang awalnya materi dalam buku teks berubah ke format digital dan proses pembelajaran yang bisa dilakukan secara jarak jauh.

Di era digital saat ini, perkembangan teknologi menghasilkan Generative Artificial Intelligence (GenAI) yakni kecerdasan buatan yang dapat menghasilkan konten dari menganalisis kumpulan data dengan mengidentifikasi dan mengulang pola-pola umum. Dalam dunia pendidikan Generative Artificial Intelligence (GenAI) sudah menjadi pendamping bagi para pelajar baik dari jenjang dasar sampai jenjang perguruan tinggi.

Para pelajar menyampaikan bahwa penggunaan Generative Artificial Intelligence (GenAI) dalam pembelajaran dapat sangat mempermudah dalam pengerjaan tugas maupun proses memperoleh materi. Namun, tenaga pendidik menyampaikan bahwa pemakaian Generative Artificial Intelligence (GenAI) oleh pelajar menyebabkan berkurangnya kemampuan berpikir kritis dan juga sikap kreativitas pelajar. Bahkan saat ini siswa tidak lagi membawa kertas yang bertuliskan isi materi ketika kuis dan hanya menggunakan AI sebagai pegangan mereka yang tentunya membawa dampak negatif bagi para pelajar.

Penggunaan Generative Artificial Intelligence (GenAI) yang dimanfaatkan khususnya di bidang pendidikan tidak lagi dapat dicegah atau dilarang. Pemakaiannya kini telah menimbulkan masalah-masalah baru bagi penggunanya. Seperti ketergantungan yang berlebihan, kesenjangan akses teknologi, serta isu etika dan juga privasi. 

Melihat masalah-masalah baru yang muncul akibat dari pemakaian Generative Artificial Intelligence (GenAI) pemerintah bukan hanya Indonesia tapi juga dunia membuat aturan untuk penggunaan Generative Artificial Intelligence (GenAI) khususnya di bidang akademik. 

Recommendation on the Ethics of Artificial Intelligence yang diterbitkan oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) merupakan dokumen penting yang memberikan panduan global mengenai penggunaan AI yang diterbitkan pada tahun 2022. Dokumen ini dibuat untuk menanggapi perkembangan teknologi AI yang pesat serta standar global untuk bisa diadaptasi oleh semua negara dalam menghadapi Generative Artificial Intelligence (GenAI).

Pemerintah Indonesia ikut serta dalam menghadapi pertumbuhan Generative Artificial Intelligence (GenAI) dengan mengeluarkan regulasi khususnya dibidang pendidikan yang diterbitkan di tahun 2024 oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) yakni Panduan Penggunaan Generative Artificial Intelligence (Gen AI) Pada Pembelajaran di Perguruan Tinggi. Mengikuti UNESCO dan Kominfo yang sebelumnya sudah memiliki aturan terhadap penggunaan aplikasi dan sistem termasuk AI.

Regulasi ini nantinya sebagai panduan agar dimanfaatkan dengan cara yang beretika di tingkat pendidikan tinggi yang etis dan bertanggung jawab, termasuk dalam konteks pendidikan. Dengan adanya panduan dari Kemendikbud, penggunaan teknologi ini dapat diarahkan untuk mendukung proses pembelajaran secara etis dan bertanggung jawab. Regulasi yang ada saat ini tentunya bertujuan untuk pemanfaatan AI yang  mendukung hak asasi manusia, keadilan sosial dan keberlanjutan demi mewujudkan peran AI sebagai pendukung atau asisten bukan sebagai pemain utama.

Etika penggunaan GenAI untuk pembelajaran dalam panduan ini terdiri dari empat hal utama, yakni Integritas Akademik sebagai perwujudan dari nilai-nilai utama sebuah perguruan tinggi. Keamanan dan Perlindungan Data yang memiliki potensi kerentanan dan risiko tertinggi bila dikaitkan dengan teknologi digital. Kesetaraan dan akuntabilitasnya dalam rangka menyikapi potensi kesenjangan yang terjadi ketika memanfaatkan GenAI. Dampak lingkungan akibat pemanfaatan GenAI.

Penulis: Siti Habibah - 11220511000125, Mahasiswi semester 5 Program Studi Jurnalistik, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun