Mohon tunggu...
Siti Fatimah
Siti Fatimah Mohon Tunggu... Mahasiswa

Menulis membaca dan menonton

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Tenggelam perasaan yang terlalu dalam

2 Februari 2025   16:49 Diperbarui: 2 Februari 2025   16:49 32
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Dalam sepi kurajut bayang 

Kenangan luka terus mengayang 

Hati terhempas tanpa penyangga 

Tenggelam jauh tanpa daya 

Gelombang rindu kian menerpa 

Membawa pilu yang tak bernyawa   

Jiwa tersesat di laut hampa 

Terombang-ambing tanpa cahaya

Malam membisik cerita lama 

Mengukir luka di dalam jiwa 

Aku tenggelam tanpa irama 

Hanyut perlahan tanpa suara 

Andai waktu dapat berubah 

Tak 'kan kubiarkan hati lelah 

Namun semuanya telah musnah 

Hilang tertelan jejak yang pasrah

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana. Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Hantu Pocong Lembang, Hiburan Siang di Jalan Macet!

7 bulan yang lalu
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun