Perayaan Hari Raya Idul Fitri sekaligus libur cuti bersama menjadi hal yang paling ditunggu bagi masyarakat. Berwisata dan belanja merupakan ciri khas dari momen ini.Â
Melimpahnya promo yang ditawarkan dari berbagai tempat wisata dan toko membuat masyarakat memiliki keinginan untuk melakukan pembelian. Salah satunya promo pada toko online yang sekarang ini sangat diminati oleh masyarakat.
Mudahnya metode pembayaran dengan pengirimn yang cepat, menjadi faktor utama masyarakat lebih memilih belanja pada toko online, seperti Shopee, Lazada, Blibli dan e-commerce lainnya. Rasa senang yang didapatkan ketika paket datang membuat masyarakat menunggu-nunggu kapan miliknya tiba.Â
Namun, tak disangka hal ini menyebabkan pengiriman pada ekspedisi melonjak pesat. Tidak hanya pembelian barang-barang di toko online, namun pengiriman untuk parsel, hampers, paket lebaran kepada sanak saudara juga memenuhi ekspedisi.
Sejumlah ekspedisi mengaku bahwa adanya peningkatan pengiriman pada hari menjelang lebaran dan setelah lebaran. Hal tersebut diperkuat oleh pernyataan kurir pada salah satu ekspedisi SPX Express di Jakarta Pusat, bahwa mereka cukup kewalahan mengatur ratusan paket dalam sehari. Terlebih lagi bebasnya dari masa pandemi, membuat paket meningkat pesat dari tahun-tahun sebelumnya.
"Dari sebelum menjelang Ramadhan juga sudah ramai, kak. Saya bisa antar 250 sampai 300 paket, itu pun minimal. Sebelumnya pernah sampai 450 paket saking overload-nya dan itu sebagian ada yang tidak terkirim." kata Fajar.
Biasanya, peningkatan sudah terjadi sejak H-7 lebaran. Mengingat masyarakat memilih beberapa produk untuk kebutuhan lebaran yang akan dipakai, jadi pengiriman diusahakan melakukan penyesuaian agar tetap datang tepat waktu. Namun, perbedaan lama pengiriman oleh ekspedisi tetap dirasakan para pelanggan dari berbagai daerah.
"Ibu saya pesan keranjang minuman dari sebelum lebaran, tadinya buat tamu yang datang saat lebaran. Tetapi sampai sekarang pun, sudah 5 hari setelah lebaran masih belum juga datang." kata Wini pelanggan berdomisili Tasikmalaya.
"Saya pesan sandal sebelum lebaran dan datang pas saya sudah berangkat mudik. Pengirimannya memang cuma 4 hari, tapi biasanya juga gak selama ini. Saya sampai dikasih kupon kompensasi dari tokonya karena pengiriman yang lama ini. Lumayan dapat potongan Rp10.000." kata Najwa pelanggan berdomisili di Sumedang.
"Paket yang satu lagi saya beli parfume, 3 hari setelah lebaran. Baru saja sampai kemarin." lanjutnya (15/04). Adapun salah satu pelanggan yang juga memesan paket saat menjelang lebaran, Nadya, yang berdomisili di Bandung mengaku bahwa paketnya sampai tepat waktu. hanya butuh 2-3 hari dengan trafik yang tinggi.
Di balik paket-paket yang sampai dengan selamat kepada para pelanggan, terdapat jerih payah dan pengorbanan yang dialami oleh para kurir. Jadwal kerja menggunakan shift saat lebaran pun tetap dirasa kewalahan untuk melakukan pengiriman.Â
Memang tidak ada perbedaan pelayanan pada hari lebaran, tetapi penyesuaian diri dengan tanggung jawab ratusan paket dalam sehari membuat para kurir cukup tertekan. Belum lagi, banyaknya kasus paket hilang entah dari gudang atau saat pengantaran.
Berdasarkan wawancara yang dilakukan oleh salah satu kurir di SPX Express Jakarta Pusat, Fajar, dirinya menjelaskan bahwa banyak pelanggan yang protes langsung kepada kurir atas hilangnya paket tersebut. Namun, tergantun apakah itu paket COD (Cash on Delivery) atau bukan.Â
Jika paket COD, pelanggan tidak protes karena mereka tidak membayar apapun ke pihak kurir dan sebaliknya. Pihak kurir lah yang membayar atas hilangnya paket kepada pihak e-commerce. Hal tersebut berlaku juga untuk kasus paket non-COD, bedanya pihak kurir yang membayar pada pelanggan sesuai dengan harga paket yang hilang. Fajar pun pernah berpengalaman pada kasus hilangnya paket ini.
"Waktu saya keluar dari gudang tata paket, saya masukin plastik. Saya rapikan dan masih ada. Saat saya sudah sampai ke alamat tujuan, paketnya tidak ada. Ya, kemungkinan jatuh saat saya keliling antar paket, karena bentuk paketnya kecil banget." jelasnya. Ada pun perbedaan ukuran paket bagi kurir Rider dan Driver. Driver sendiri biasanya berbasis mobil, jadi khusus pengantaran paket-paket berukuran besar.Â
Penghasilan yang bisa dibilang cukup dengan tanggung jawab yang besar membuat mereka semakin merasa ketakutan saat proses pengiriman. Bonus lebaran yang didapatkan pun terbatas dan tergantung sesuai dengan minimal paket yang ditentukan. Insentif untuk kurir yang hadir dan mengantarkan minimum 15 paket akan mendapakan Rp25.000/hari target 15 paket terkirim. Kenaikan bonus seringkali terjadi ketika hari-hari besar ataupun even promo dari pihak e-commerce.
Banyaknya protes yang disampaikan pada pelanggan terhadap kurir menjadikan mereka semakin terbiasa menghadapi macam-macam pelanggan. Bahkan, permintaan pembatalan paket karena keterlambatan pun sering terjadi. Namun, hal tersebut jusru mereka jadikan sebagai api semangat untuk melakukan jasanya dengan lebih giat lagi secara ikhlas, bukan menjadi hambatan dan bersikap tak peduli.Â
"Banyak banget kak suka duka jadi kuri gini. Saya jadi kurir dari 2020, kurang lebih 4 tahuu lah. Sudah pindah dari berbagai ekspedisi juga. Ya, setengah-setengah lah suka dan duknya. Tapi, saya tetap menikmati pekerjaan ini."
Beberapa pelanggan pun dirasa sudah cukup mengerti atas keterlambatan pengiriman paket selama menjelang lebaran ini karena trafik yang tinggi. "Wajar sih, orang-orang kan lagi pada cuti ya. Apalagi di Indonesia mayoritas Muslim yang lagi merayakan lebaran. Jadi, saya menghargai saja", kata Muni salah satu pelanggan.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI