Tanpa basa-basi lagi, kami menemui pramuniaga dan menyebut barang yang kami berminat membelinya.
Dengan ramah ia memandu kami menuju pajangan alat penghisap debu. Dan, jreng-jreeeeng, benar kata saya!
Dari yang bentukan mungil seperti handy vacuum cleanar untuk keperluan di mobil sampai yang ukuran paling besar untuk urusan ruangan luas pun tersedia. Buatan pabrikan dalam negeri, Asia maupun Eropa pun ada. Dari harga berkisar ratusan ribu sampai jutaan, monggo dipilih sesuai anggaran di dompet.
Saya membiarkan suami ngobrol dengan pramuniaga dan menyimaknya. Sesekali saya bertanya, memberi usulan dan masukan, serta pengalaman menggunakan mesin tersebut saat pinjam milik tetangga. Selebihnya suami lebih aktif tanya jawab dengan pramuniaga.Â
Sejenak saya tinggalkan beliau yang asyik nemilih dan mencoba alat. Saya sendiri malah mlipir menuju alat-alat masak dan pernak-pernik dapur, sambil ngelus-ngelus barang, berdoa dan shalawat, biar kelak bisa beli juga.
Akhirnya, suami memutuskan untuk membeli satu unit penghisap debu kering dengan spesifikasi yang saya unggah melalui foto di atas.Â
Yang menjadi pertimbangan beliau adalah kualitas barang, mesin penyedotnya lengkap dengan berbagai ukuran yang bisa dipasang sesuai kebutuhan, aeperti untuk membersihkan karpet, kasur, jendela, tirai dan lain-lain.Â
Juga daya listrik yang hemat, mudahnya pemakaian dan pembersihan alat, lebih ringan dan mudah dibawa atau berpindah tempat dengan adanya roda pada alat.
Meski harga lebih mahal dari barang yang saya minati sebelumnya, suami memutuskan tetap membeli karena kualitasnya dan hemat listrik. Satu lagi, yaitu tersedia layanan garansi produk dan toko. Halnininpenting untuk menjaga agar kelak jika terjadi sesuatu dengan produk, kami bisa mengajukan pelayanan tersebut ke toko.
Lagi-lagi saya menurut. Yang penting dana aman selama lebaran.