Kami membuka acara pertemuan dengan membaca Surah Al-Fatihah dan satu halaman ayat suci Al-Qur'an. Bersamaan selesainya pembacaan kalam Allah, murrabi hadir di tengah kami.
Dalam tausiyahnya, murrabi menyampaikan bahwa dalam merawat orang tua, kita mengingat kembali masa kanak, bagaimana orang tua kita mengasuh, mendidik dan merawat kita dengan penih cinta dan kasih sayang, hingga kita tak merasa kekuarangan atas segala seuatu dalam auhan tersebut. Semua tercurahkan kepada kita.
Demikian pula kini, saat orang tua sudah sepuh, sudah selayaknya kita merawat dengan sebaik-baik usaha. Bukan sebagai balas budi, melainkan kewajiban kita memberikan pelayanan terbaik sebagaimana mereka dulu merawat kita.
Rasulullaah SAW juga mengajarkan agar kita senantiasa mendoakan orang tua. "Ya Allah, ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tuaku. Sayangilah mereka sebagiamana mereka menyayangiku selagi kecil."
Kami mulai berlinang menyimak tausiyah murrabi. Kenangan kami berkelindan dengan masa kanak bersama orang tua saat mereka masih ada. Bisa jadi saat orang tua merengek ini dan itu di masa tuanya, seperti halnya masa kecil kita merengek manja meminta perhatiannya. Orang tua kita yang telah masuk usia lanjut, akan berperilaku kembali seperti kanak-kanak.
Mbak Vin pun berkenan berbagi cerita kepada kami. Sebagai anak perempuan yang dekat dengan ibunya, beliau sangat aktif merawat dan mendampingi kedua orang tuanya semasa sehat maupun sakit.Â
Di sela kesibukan sebagai ibu rumah tangga yang mengatur aktivitas di rumah, dirinya selalu berusaha menyempatkan menjenguk orang tua yang tak jauh rumahnya dari ia tinggal.
Sehubungan kondisi kesehatan ibunda sedang kurang baik, Mbak Vin dan suami membujuk agar Ibunda berkenan tinggal di rumahnya, agar tidak bolak-balik dalam merawat dan lebih nyaman pengawasan 24 jam di rumahnya.Â
Begitu juga untuk pengantaran terapi ke dan dari rumah sakit, menjadi lebih ringan dan mudah urusannya. Alhamdulillah ibunya berkenan, meski ayahnya tetap tinggal di rumah sendiri. Sesekali sang ayah datang ke rumah mbak Vin untuk mendampingi istrinya.
Demikianlah orang tua, hingga sesepuh apa usia mereka, dalam lubuk hatinya tisak ingin merepotkan anak-anaknya. Karena mereka lebih paham dan sangat mengerti, berpengalaman dalam berumah tangga, bahwa masing-masing anak telah memiliki kehidupan dan kegiatan masing-masing.
Namun sebagai anak, Mbak Vin pun ingin menjalankan baktinya kepada orang tua, terlebih ibunda membutuhkan perhatian ekstra saat ini demi memulihkan kondisi kesehatannya.