Mohon tunggu...
Sirajul Huda
Sirajul Huda Mohon Tunggu... Wiraswasta - Guru les rumahan

Seorang ayah yang selalu berjuang menghebatkan anaknya

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Ketika Pagi Datang

31 Januari 2025   14:23 Diperbarui: 31 Januari 2025   14:23 61
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Pagi-pagi, kau membawakanku segelas minuman dan sepiring camilan

Kurang manis? Tanyamu

Agak sedikit hambar, jawabku

Maksudnya sama, tapi pilihan katanya beda. Sebab aku takingin kau merasa bersalah

Lalu kita berbincang sepeminuman teh, dan bubar. Aku membawamu ke arah kanan, sedang aku sendiri berputar menuju kiri.

Saat pulang nanti, kita akan melanjutkan cerita lagi

Tak banyak kemewahan yang bersifat kebendaan yang kita miliki, selain keinginan untuk seiring sejalan, hingga bunyi gendang seirama dengan hentak kaki

Air Tawar, Padang, 31 Januari 2025

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun