Mohon tunggu...
Sintya Nur Astuti
Sintya Nur Astuti Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswi S1 Akuntansi

Mahasiswi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Islam Sultan Agung

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Model Risiko Audit dan Pengimplementasiannya

3 Januari 2023   16:18 Diperbarui: 3 Januari 2023   16:33 1354
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pendidikan. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

Sintya Nur Astuti

Sri Dewi Wahyundaru

(Akuntansi FE UNISSULA)

Risiko Audit (Audit Risk) yakni risiko yang terjadi pada auditor tanpa sadar dengan tidak memodifikasi opini yang seharusnya terhadap suatu Laporan Keuangan yang berisi cacat saji material.

Standar auditing mengikat auditor menilai dampak cacat saji material terhadap fase laporan keuangan secara utuh serta tingkat asersi yang relevan pada kelompok transaksi, saldo akun, dan pengungkapan.

Auditor menampung risiko dalam menyiapkan penghimpunan bukti audit terutama pada penerapan model risiko audit. Auditor memperuntukkan rencana asersi pemeriksaan untuk mendifinisikan objek pemeriksaan. Keputusan ini mempunyai suatu dampak yang penting pada cara ketentuan pemeriksaan. Auditor juga memajukan ketetapan dasar dalam pengecekan kondisi besarnya cacat saji secara sendiri-sendiri ataupun secara bersama-sama yang akan menjadi material bagi laporan keuangan. Auditor kelak menerka risiko bawaan dan risiko pengendalian untuk objek pemeriksaan serta mengangkat ketetapan perihal siapa yang ditunjuk untuk menganalogikan penelitian itu. Melalui peraturan itu auditor membentuk keputusan pendahuluan perihal lingkup penelitian audit.

Definisi Risiko Audit 

  • Menilai Risiko Bawaan dengan cara liabilitas asersi perorangan terhadap cacat saji material.
  • Pengendalian Intern pelanggan dengan cara cacat saji material bisa dicegah/dideteksi dan dikoreksi oleh pengendalian intern pelanggan.
  • Menilai risiko pengendalian dengan cara cacat saji material yang tidak bisa dicegah/dideteksi dan dikoreksi oleh pengendalian intern pelanggan.
  • Merancang pemeriksaan kepada pengambilan risiko deteksi dengan cara ketentuan auditor untuk mengerjakan validasi asersi dimana cacat saji material itu dideteksi oleh khitah pengecekan.
  • Yang menyebabkan cacat saji material tetap tidak bisa dideteksi dalam asersi perorangan.

Dapat disimpulkan dari rangkaian/alur tersebut memaparkan bahwa Risiko Audit menemukan laporan keuangan dengan pedoman yang memadai bahwa laporan keuangan tercantum telah bebas dari cacat saji material.


Komponen & Model Risiko Audit 

  • Model Risiko Audit

AR = IR x CR x DR

atau

AR = IR x CR x AP x TD

  • Komponen  :  AR = Audit Risk

                                         IR = Inherent Risk

                                         CR = Control Risk

                                         DR = Detection Risk

                                          AP = Analitiqal Procedure

                                         TD = Test of Detail Risk

Perkembangan Model Risiko Audit bermanfaat untuk auditor serupa suatu alat untuk memikirkan pedoman yang ada dengan menganalogikan ketentuan analitis serta memungkinkan auditor untuk memikirkan pedoman yang ada mulai sejak ketentuan pemeriksaan top-down atau bottom-up.

Cara Menghitung Risiko Audit

  • Cara menghitung model risiko audit yang pertama

Diketahui:

IR = 100% => 1,0

CR = 100% => 1,0

AR = 5% => 0,05

Ditanya: DR......?

Penyelesaian:     DR  =  AR / (IR x CR)

                                           =  0,05 / (1,0 x 1,0)

                                           =  0,05 atau 5%

  • Cara menghitung model risiko audit kedua

Diketahui:

IR = 50% => 0,5

CR = 100% => 1,0

AR = 10% => 0,1

AP = 100% => 1,0

Ditanya: TD......?

Penyelesaian:     TD  =   AR / (IR x CR x AP)

                                          =  0,1 / (0,5 x 1,0 x 1,0)

                                          =  0,2 atau 20%

Maka dapat disimpulkan "DR dan TD dapat diterima jika pengujian transaksi serta pengujian saldo dengan suatu cara yang akan menghasilkan risiko yang dapat diterima jika masing-masing ada kemungkinan kegagalan sebesar 5% dan 20% dalam mendeteksi cacat saji material."

Referensi :

Rahmatika, D. N. dan E. A. Y. (2020). Auditing Dasar-Dasar Pemeriksaan Laporan Keuangan.

Rustam, Andi, A.Arifwangsa Adiningrat.,  dan M. A. (2018). Bahan Ajar Auditing-1. (Penerapan Praktisi Jasa Audit).

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun