Rani adalah tokoh yang protagonis, Arkan protagonis Loli antagonis dan Gibran protagonis.
Novel ini mengingatkan kita supaya menganggap rata semua makhluk ciptaanya karena dimata Tuhan tidak ada yang tinggi, lebih tinggi dan rendah, dimata Tuhan manusia itu sama, dan kita juga belajar dari kehidupan kita, hidup tidak akan selalu berada di atas ada kalanya akan berada di bawah, persis seperti roda yang berputar, suatu saat akan merasakan kebahagiaan dan suatu saat pasti akan merasakan kesukaran dalam hidup, dan intinya setiap orang pasti tidak akan terbebas dari suatu yang namanya masalah.
Selanjutnya yaitu sudut pandang, sudut pandang yang digunakan adalah sudut pandang orang ketiga serba tahu karena di novel tersebut banyak menggunakan kata ia atau nama.
Nilai sosial yng perlu kita petik dari novel ini adalah jangan berfikir atau menganggap orang itu salah atau benar sebelum mengetahui penjelasan atau kebenarannya terlebih dahulu, karena itu dapat merugikan dirimu dan orang lain yang berada di sekitar mu, karena itu sama halnya dengan kamu men-judge orang sebelum mengetahui kebenarannya.
Nilai sosial yang di dapat adalah, kepedulian terhadap teman dan sahabat seperti saling menolong satu sama lain.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H