Mohon tunggu...
Singgih Kusuma Dewi
Singgih Kusuma Dewi Mohon Tunggu... Guru - Guru IPA SMP Negeri 25 Batam

Guru IPA yang suka belajar dan mengetahui hal-hal baru.

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Best Practice: Penggunaan Quizziz dan Aplikasi Mobile Exam untuk Mengoptimalkan Evaluasi Pembelajaran

8 Oktober 2022   23:55 Diperbarui: 9 Oktober 2022   00:02 644
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Evaluasi Pembelajaran IPA, Best Practice Penggunaan Quizziz dan Aplikasi Mobile Exam

Pada pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT), para guru dapat melaksanakan model pembelajaran blended learning untuk meningkatkan efektifitas kegiatan pembelajaran. Menurut Semler (2005), "Blended learning combines the best aspects of online learning, structured face-to-face activities, and real world practice". Dapat dikatakan bahwa blended learning merupakan pembelajaran yang menggabungkan aspek kegiatan tatap muka, pembelajaran online dan kegiatan praktek baik dari cara penyampaian dan gaya pembelajaran. Jadi interaksi sosial pada kegiatan pembelajaran tatap muka masih ada tapi tidak meninggalkan aspek teknologi. Pada pelaksanaan blended learning tentunya tetap dilaksanakan evaluasi pembelajaran untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran. Evaluasi pembelajaran merupakan proses pengumpulan data dan informasi dalam membuat keputusan mengenai aktivitas-aktivitas pembelajaran meliputi program, kurikulum, metode pembelajaran dan aktivitas sekolah lainnya (Gage & Berliner, 1998).

Menurut (Tobin et al., 2015) terdapat perbedaan tantangan antara evaluasi pembelajaran secara daring dan tatap muka, yaitu: (1) Scope, pada pembelajaran daring batasan antara dalam dan luar kelas menjadi samar karena interaksi antara siswa, guru dan materi belajar terjadi di berbagai lokasi sehingga jangkauan evaluasi menjadi lebih luas, (2) Time Equivalence, evaluator harus menentukan berapa banyak dan kapan saja proses observasi akan dilakukan karena luasnya jangkauan evaluasi, (3) Separating Teaching from Design, perilaku siswa dan media yang digunakan sebagai alat bantu menjadi tidak terpisahkan sehingga adanya kecenderungan untuk melihat hasil yang ditunjukkan siswa sebagai perilaku siswa dalam belajar, (4) Measurement equivalence, sikap yang tampak, volume, body language dan aspek-aspek material lainnya menjadi tidak tampak sehingga dapat dilihat berdasarkan respon dalam menjawab pertanyaan, interaksi selama belajar, derajat conceptual scaffolding selama diskusi dan tingkatan cognitive domain yang ingin dicapai, (5) Instrument Applicability, mengadaptasi secara langsung instrumen tatap muka untuk pembelajaran daring dapat menghasilkan measurement error dan unintentional bias, (6) Scalability, pembelajaran daring lebih dapat diskalakan daripada tatap muka.

Selain perbedaan esensi dari daring dan tatap muka, terdapat komponen-komponen yang perlu menjadi perhatian dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran. Hodges et al. (2020) menjelaskan bahwa keberhasilan suatu pembelajaran secara daring melibatkan lebih dari sekadar aspek instruksional yang dilakukan melainkan keterikatan siswa dalam pembelajaran dan dukungan sosial yang dirasakan sehingga membutuhkan peran berbagai komponen yang terlibat secara keseluruhan, mulai dari infrastruktur (ketersediaan perpustakaan, akses di rumah masing-masing, serta fasilitas kesehatan yang berbeda-beda untuk setiap siswa) hingga sumber daya lingkungan (situasi lingkungan tempat belajar dan dukungan sosial di sekitar). Moore et al. (2002) juga menjelaskan bahwa tantangan sistem evaluasi pada pembelajaran daring adalah terlibatnya kesatuan yang kompleks antara infrastruktur dan personil dengan mempertimbangkan faktor instruksional, teknologi, implementasi dan organisasi yang meskipun bersifat independen tetapi harus bekerjasama secara efektif agar sistem dapat berjalan secara menyeluruh. Hal ini menunjukkan bahwa pentingnya untuk melihat evaluasi belajar secara daring berdasarkan setiap komponen yang terlibat dalam evaluasi belajar.

Dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran pada PTMT terdapat beberapa kendala yang ditemukan, yaitu : (1) Pada saat PTMT harus tetap menerapkan protokol kesehatan sehingga kapasitas siswa diatur menjadi 50% per kelas, (2) Guru memerlukan waktu lebih banyak untuk melakukan evaluasi pembelajaran, (3) Proses pembelajaran harus mengurangi kontak antara satu orang dengan yang lain, sehingga ujian tertulis dibatasi dan (4) Ketika melakukan ujian secara online pada PTMT siswa dapat mencari jawaban melalui internet. Oleh karena itu, penulis ingin mengoptimalkan pelaksanaan evaluasi pembelajaran secara daring pada PTMT di SMP N 25 Batam.

Berdasarkan latar belakang tersebut penulis melakukan penggunaan aplikasi Quizziz dan aplikasi Mobile Exam untuk mengoptimalkan evaluasi pembelajaran pada mata pelajaran IPA di SMP Negeri 25 Batam.

Dari latar belakang masalah yang diuraikan di atas, penulis mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi guru pada pelaksanaan evaluasi pembelajaran saat PTMT, sebagai berikut:

1. Pelaksanaan PTMT harus tetap menerapkan protokol kesehatan, sehingga jumlah kapasitas siswa di setiap kelas hanya 50%. Dengan begitu baik dalam proses kegiatan belajar mengajar dan evaluasi pembelajaran guru membutuhkan waktu yang lebih banyak.

2. Dengan pembatasan kontak antar siswa maupun antara siswa dengan guru, evaluasi pembelajaran dengan menggunakan teknik paper-based test dapat beresiko dalam penularan COVID-19.

3. Dengan blended learning, guru harus mempersiapkan pembelajaran baik secara tatap muka maupun daring, sehingga guru membutuhkan banyak waktu hanya untuk persiapan pembelajaran.

4. Meskipun pada masa pandemi tidak diberlakukan adanya KKM, tetapi siswa tetap berusaha proses perbaikan (remedial), seringkali mereka melakukan kecurangan dalam proses evaluasi pembelajaran, khususnya pada pengerjaan ujian tertulis. Peserta didik bertanya pada temannya ataupun menggunakan catatan kecil yang mereka telah persiapkan sebelum ujian tertulis berlangsung. Hal ini menjadikan hasil evaluasi belajar menjadi bias dan sulit untuk dipertanggungjawabkan.

Dari 4 (empat) permasalahan yang dikemukakan di atas, maka penulis mencoba untuk memecahkan masalah tersebut dengan kondisi pembelajaran tatap muka terbatas. Penulis berusaha untuk tetap mengoptimalkan hasil evaluasi pembelajaran namun dengan tetap menerapkan protokol kesehatan agar dapat mengurangi penyebaran COVID-19. Penulis menyusun kegiatan pembelajaran secara tatap muka dan dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran dilaksanakan secara daring. Selain itu guru juga memberikan motivasi kepada peserta didik untuk lebih semangat dalam belajar dan tentunya mengerjakan ujian dengan jujur agar dapat terlihat kemampuan peserta didik yang sesungguhnya. 

Penulis memfokuskan dalam hal mengoptimalkan evaluasi pembelajaran pada materi Sistem Pencernaan di kelas 8 semester ganjil tahun ajaran 2021/2022 dengan menggunakan Quizziz dengan aplikasi Mobile Exam. Quizziz merupakan sebuah kuis daring yang dapat memungkinkan guru untuk melakukan penilaian atau tes secara daring, namun jika siswa menggunakan Quizziz untuk ujian secara daring bisa memungkinkan siswa untuk berlaku curang dengan mencari jawaban di internet. Untuk itu dibutuhkan satu aplikasi khusus yaitu Mobile Exam yang dapat digunakan untuk mengurangi kecurangan siswa saat ujicoba ataupun ujian. Dengan menggunakan Mobile Exam saat ujicoba atau ujian, siswa tidak bisa membuka aplikasi lain, membuka galeri foto ataupun menscreenshoot tampilan layar. Oleh karena itu, dengan metode ini, diharapkan peserta didik dapat lebih giat dalam belajar dan semangat dalam memahami materi serta juga lebih jujur dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran.

Metode yang dilakukan dalam evaluasi pembelajaran yang akan dilaksanakan untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang terjadi adalah dengan menggunakan Quizziz dengan aplikasi Mobile Exam pada materi Sistem Pencernaan. Metode evaluasi pembelajaran ini diterapkan pada peserta didik kelas 8.4 SMP Negeri 25 Batam pada semester ganjil tahun pelajaran 2021/2022. Pembelajaran dilaksanakan pada 1-15 November 2021.

Berikut adalah faktor-faktor yang dapat mendukung keberhasilan strategi pembelajaran ini:

  • Dengan adanya pembelajaran tatap muka setiap hari, meskipun dengan waktu yang terbatas, peserta didik dapat merasakan atmosfer sekolah kembali, sehingga dapat memberikan dorongan semangat belajar untuk peserta didik. Ini juga kesempatan yang sangat baik bagi penulis untuk berinteraksi, memberikan motivasi dan melakukan kegiatan pembelajaran yang menyenangkan. Peserta didik juga dapat berkonsultasi dengan guru di luar jam pelajaran sehingga kesempatan untuk berinteraksi serta memberikan bimbingan kepada peserta didik lebih luas.
  • Sebagian besar peserta didik memiliki fasilitas dan akses internet untuk melaksanakan evaluasi pembelajaran secara daring.
  • Dukungan orang tua dan kepala sekolah dalam pembelajaran PTMT.
  • Jumlah peserta didik dalam 1 (satu) kelas terdiri atas 20 peserta didik, sehingga pembelajaran lebih intensif karena tidak terlalu ramai.

Berikut adalah tahap-tahap kegiatan untuk mengoptimalkan evaluasi pembelajaran dengan menggunakan Quizziz dengan aplikasi Mobile Exam pada materi Sistem Pencernaan:

1. Persiapan

Pada tahap persiapan penulis menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran yang akan dilaksanakan baik kegiatan pembelajaran pada saat tatap muka maupun asinkron peserta didik belajar mandiri. Penulis juga mempersiapkan media yang akan digunakan untuk pembelajaran klasikal (tatap muka).

2. Pelaksanaan

Pembelajaran KD 3.5 dan 4.5 ini dialokasikan untuk dilaksanakan pada 2 (dua) kali pertemuan sinkron dan 2 kali pertemuan asinkron. Adapun kegiatan pelaksanaan evaluasi pembelajaran menggunakan Quizziz dengan aplikasi Mobile Exam adalah sebagai berikut:

  • Sosialisasi penggunaan Mobile Exam

  • Simulasi penggunaan Mobile Exam
  • Pelaksanaan penerapan evaluasi pembelajaran dengan menggunakan aplikasi Mobile Exam

Evaluasi Pembelajaran IPA, Best Practice Penggunaan Quizziz dan Aplikasi Mobile Exam
Evaluasi Pembelajaran IPA, Best Practice Penggunaan Quizziz dan Aplikasi Mobile Exam

 Kendala yang penulis hadapi selama proses pembelajaran di antaranya;

  • Pada saat pelaksanaan evaluasi pembelajaran secara daring terkadang siswa kehabisan kuota internet namun hal ini bisa diselesaikan dengan pembagian jaringan internet dari kuota internet yang dimiliki oleh guru.
  • Pelaksanaan evaluasi pembelajaran secara daring membutuhkan jaringan internet yang stabil jika tidak maka akan terjadi gagalnya pengiriman jawaban. Hal ini dapat diatasi dengan memastikan siswa tidak terburu-buru dalam mengirimkan jawaban sehingga siswa telah yakin bahwa jawaban dari ujiannya sudah terkirim.

Berdasarkan pengalaman terbaik yang penulis lakukan, maka penulis memberikan simpulan dan rekomendasi sebagai berikut:

  • Penggunaan Quizziz dengan aplikasi Mobile Exam pada saat ujian dapat memacu siswa agar dapat belajar secara sungguh-sungguh dan meningkatkan kejujuran siswa dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran.

Evaluasi Pembelajaran IPA, Best Practice Penggunaan Quizziz dan Aplikasi Mobile Exam
Evaluasi Pembelajaran IPA, Best Practice Penggunaan Quizziz dan Aplikasi Mobile Exam
  • Pengetahuan peserta didik mengenai teknologi dan informatika bertambah dan menjadi bekal mereka ketika melakukan ANBK ke depannya. Meskipun menggunakan perangkat yang berbeda namun teknis pelaksanaannya kurang lebih sama.
  • Pengolahan dan analisis nilai menjadi lebih efisien karena evaluasi pembelajaran menggunakan Quizziz bisa menghasilkan analisis soal dan jawaban dari siswa.

Evaluasi Pembelajaran IPA, Best Practice Penggunaan Quizziz dan Aplikasi Mobile Exam
Evaluasi Pembelajaran IPA, Best Practice Penggunaan Quizziz dan Aplikasi Mobile Exam
  • Penggunanan kertas menjadi berkurang sehingga membantu dalam mengurangi dampak penebangan pohon yang berlebihan yang dapat menyebabkan semakin parahnya pemanasan global. Begitu juga dengan penggunaan anggaran sekolah yang menjadi lebih efisien karena dapat dialokasikan ke hal lain yang lebih penting.
  • Melihat hasil penerapan metode pelaksanaan evaluasi pembelajaran dengan menggunakan Quizziz dengan aplikasi Mobile Exam ini, penulis merekomendasikan: penggunaan Quizziz dengan aplikasi Mobile Exam dapat mempermudah guru dan peserta didik dalam melaksanakan evaluasi pembelajaran, sehingga hal ini sangat mungkin untuk diaplikasikan pada setiap mata pelajaran dan perlunya sosialisasi kepada orang tua dan guru -- guru agar dapat lebih mengenal aplikasi Mobile Exam untuk digunakan sebagai alat untuk melakukan ujian secara daring

Pelaksanaan evaluasi pembelajaran secara daring dengan menggunakan Quizziz dengan aplikasi Mobile Exam dapat memacu siswa agar dapat belajar secara sungguh-sungguh dan meningkatkan kejujuran siswa. Selain itu, diperlukan kerjasama guru dan orang tua agar kegiatan evaluasi pembelajaran secara daring dapat terlaksana dengan baik.

Dampak penggunaan Quizziz dengan aplikasi Mobile Exam dalam evaluasi pembelajaran di antaranya:

  • Bagi siswa: memberikan pengalaman pembelajaran yang bermakna dan meningkatkan motivasi siswa dalam belajar, melatih kepercayaan diri dan kejujuran peserta didik, meningkatkan antusias peserta didik dalam mengikuti pembelajaran IPA, melatih kemampuan literasi digital peserta didik dalam menggunakan perangkat elektronik (handphone).
  • Bagi diri sendiri: memperoleh pengalaman baru dalam menyelesaikan permasalahan dalam evaluasi pembelajaran, memberikan kepuasan tersendiri dan memotivasi untuk terus meningkatkan kompetensi dan berkarya untuk kualitas pembelajaran yang lebih baik.
  • Bagi rekan sejawat: memperoleh alternatif baru yang dapat diterapkan dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran.

 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun