Mohon tunggu...
Sigit B. Pamadi
Sigit B. Pamadi Mohon Tunggu... Jurnalis - Blogger

Penulis berita

Selanjutnya

Tutup

Nature

Apa Itu Bulubabi? Definisi, Manfaat, dan Bahayanya

24 Oktober 2024   13:46 Diperbarui: 24 Oktober 2024   13:49 116
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bulubabi. (Sumber: www.mongabay.co.id) 

Bulubabi, dikenal juga dengan nama landak laut (Echinoidea), adalah makhluk laut invertebrata yang memiliki tubuh berbentuk bulat, ditutupi oleh duri-duri tajam yang menjadi ciri khasnya. Hewan ini sering ditemukan di perairan laut dangkal, di dasar laut yang berpasir, berkarang, atau di daerah terumbu karang. Bulubabi merupakan bagian dari kelompok hewan Echinodermata, yang berarti mereka berkerabat dengan bintang laut dan teripang.

Ciri-ciri Bulubabi

Secara fisik, bulubabi memiliki tubuh berbentuk bola atau piringan yang berdiameter sekitar 3 hingga 10 cm, tergantung pada spesiesnya. Tubuh mereka dilapisi oleh duri-duri yang dapat bervariasi dalam ukuran, warna, dan jumlah, yang berfungsi sebagai alat pertahanan diri dari predator. Duri-duri ini sangat tajam dan dapat menyebabkan cedera serius jika terinjak oleh manusia. Di bagian bawah tubuhnya terdapat mulut yang dikelilingi oleh lima gigi, yang digunakan untuk mengikis alga dan makanan lain dari permukaan keras di dasar laut.

Habitat dan Distribusi

Bulubabi tersebar luas di hampir semua perairan laut di seluruh dunia, baik di perairan dangkal maupun di laut dalam. Mereka biasanya ditemukan di wilayah dengan terumbu karang, dasar berpasir, atau di daerah berbatu. Spesies bulubabi yang paling sering ditemukan di Indonesia biasanya menghuni perairan tropis dan subtropis, yang memiliki biodiversitas laut yang sangat tinggi.

Peran Ekologis Bulubabi

Bulubabi memiliki peran penting dalam ekosistem laut, terutama dalam menjaga keseimbangan ekosistem terumbu karang. Mereka berfungsi sebagai herbivora yang memakan alga yang tumbuh di sekitar terumbu. Dengan mengendalikan pertumbuhan alga, mereka membantu menjaga kesehatan terumbu karang agar tidak tertutupi oleh alga berlebih, yang dapat mengganggu proses fotosintesis organisme lain seperti zooxanthellae, alga simbiotik yang hidup di dalam jaringan karang.

Manfaat Bulubabi

Selain perannya dalam ekosistem, bulubabi juga memiliki beberapa manfaat lain, baik secara ekologis maupun ekonomis:

1. Sumber Makanan  
   Di beberapa negara, gonad atau kelenjar reproduksi bulubabi dikenal sebagai makanan lezat. Di Jepang, misalnya, bulubabi dikenal dengan nama uni dan menjadi salah satu komponen dalam masakan sushi. Rasanya yang unik dan teksturnya yang lembut membuat uni menjadi makanan laut mewah di pasar global.

2. Sumber Bahan Kimia Alami  
   Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bulubabi memiliki senyawa kimia yang dapat digunakan untuk pengembangan obat-obatan. Misalnya, senyawa tertentu yang dihasilkan oleh bulubabi diketahui memiliki sifat antikanker dan antimikroba, yang berpotensi besar dalam dunia medis.

3. Penelitian Biologis  

   Bulubabi juga digunakan dalam penelitian ilmiah untuk mempelajari perkembangan embrio dan mekanisme biologi dasar lainnya, karena mereka memiliki struktur embrio yang sederhana namun mirip dengan manusia.

Bahaya Bulubabi

Meski memiliki banyak manfaat, bulubabi juga memiliki potensi bahaya, terutama jika tidak berhati-hati saat berada di laut. Berikut beberapa bahaya yang mungkin ditimbulkan oleh bulubabi:

1. Luka dari Duri  

   Salah satu bahaya paling umum dari bulubabi adalah duri-durinya yang tajam. Duri ini dapat menusuk kulit manusia jika terinjak atau tersentuh. Duri bulubabi mengandung racun ringan yang dapat menyebabkan rasa sakit, bengkak, dan iritasi. Pada beberapa kasus, duri yang tertinggal di kulit dapat menyebabkan infeksi jika tidak segera diobati.

2. Reaksi Alergi  

   Racun yang dihasilkan oleh beberapa spesies bulubabi dapat menyebabkan reaksi alergi pada manusia. Gejala umum dari reaksi alergi ini termasuk rasa gatal, kemerahan, dan pembengkakan di sekitar area yang terkena duri. Pada kasus yang lebih parah, seseorang bisa mengalami kesulitan bernapas dan memerlukan bantuan medis.

3. Mengganggu Aktivitas Pariwisata  
   Di beberapa destinasi wisata laut, kehadiran bulubabi dapat menjadi gangguan bagi para pengunjung. Mereka harus berhati-hati saat berjalan di dasar laut agar tidak terinjak bulubabi, yang dapat merusak pengalaman rekreasi.

Pertolongan Pertama Jika Terkena Duri Bulubabi

Jika Anda tertusuk duri bulubabi saat berada di laut, segera lakukan pertolongan pertama untuk menghindari infeksi dan komplikasi lebih lanjut:

1. Jangan Panik  
   Tetap tenang dan segera keluar dari air agar duri tidak menancap lebih dalam.

2. Bersihkan Luka  

   Bilas luka dengan air bersih atau air garam untuk membersihkan sisa-sisa duri dan racun.

3. Rendam Luka dalam Air Hangat  
   Merendam bagian tubuh yang terkena dalam air hangat selama 30 hingga 90 menit dapat membantu mengurangi rasa sakit dan melunakkan duri yang mungkin tertinggal di dalam kulit.

4. Hapus Duri dengan Pinset  

   Jika duri terlihat jelas, Anda bisa mencoba mengeluarkannya dengan pinset steril. Jika duri tertinggal di dalam kulit, lebih baik segera berkonsultasi dengan tenaga medis untuk menghindari infeksi.

Kesimpulan

Bulubabi adalah makhluk laut yang unik dengan peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut, terutama di terumbu karang. Meski memiliki berbagai manfaat, seperti sebagai sumber makanan dan penelitian ilmiah, hewan ini juga memiliki potensi bahaya, terutama terkait duri-durinya yang tajam. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk selalu berhati-hati saat berada di laut dan menghargai keberadaan bulubabi sebagai bagian dari ekosistem yang lebih besar.

Dengan memahami lebih jauh tentang bulubabi, kita dapat lebih bijaksana dalam memanfaatkan sumber daya laut dan menjaga kelestariannya. (bay) 

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Nature Selengkapnya
Lihat Nature Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun