Apalagi juga tersangka PC terbukti berbohong, padahal apa yang dituduhkan tersangka PC terjadi di Magelang tapi malah mengikuti skenario tersangka FS yang disusun di Saguling dan melaporkanya kepada kepolisian bahwa tindak asusila Brigadir Joshua terjadi di duren tiga.Â
Ya, yang jelas apa yang menjadi alibi tersangka KM dan tersangka PC masih boleh diragukan kebenarannya, karena bisa saja masih ada fakta sebenarnya yang disembunyikan untuk lolos dari jeratan hukum.
Yang pasti, apa yang dituduhkan kepada Joshua bahwa ada tindakan asusila terhadap tersangka PC di rumah duren tiga sehingga terjadi insiden polisi tembak polisi antara tersangka RE dan Brigadir Joshua secara faktanya telah terbantahkan.
Bahwa fakta yang terjadi di rumah duren tiga adalah pembunuhan berencana terhadap Brigadir Joshua, yang sebelumnya diskenariokan secara bersama sama di rumah Saguling.
Sehingga masih patut dicurigai, bahwa alibi KM dan PC adalah skenario baru, setelah skenario peristiwa di duren tiga gagal dijalankan, yang pastinya dilakukan untuk mengaburkan fakta dan motif tertentu.
Yang jelas, di pengadilan lah kedepan yang akan membuktikan terkait terbantahkan atau tidaknya alibi tersangka KM dan tersangka PC ini.
Mudahan saja dipengadilan, tersangka RE sebagai Justice Collabolator berani dan jujur mengungkapkan fakta kebenaran yang sesungguhnya.
Ya, kasus Brigadir Joshua ini masihlah butuh proses yang panjang, sehingga memang harus perlu terus dikawal oleh publik sampai vonis hukuman dijatuhkan.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H