Mohon tunggu...
shilnafauziyana
shilnafauziyana Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa/Universitas Negeri Jakarta

Mahasiswa Pendidikan Masyarakat tahun 2022 di Universitas Negeri Jakarta

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Mewujudkan Akses Universal terhadap Makanan Aman dan Bergizi: Tantangan dan Solusi

19 Desember 2024   22:02 Diperbarui: 19 Desember 2024   22:02 156
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Peserta didik menunjukkan makanan aman dan bergizi.  (Sumber: Antara/Sulthony Hasanuddin)

"Zero Hunger" merupakan Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 2 yang tujuannya tidak hanya mengakhiri tingkat kelaparan, tetapi juga memastikan kualitas makanan yang dikonsumsi. Hal ini mencangkup pentingnya makanan aman dan bergizi, karena apa yang dikonsumsi seseorang akan mempengaruhi bagaimana orang tersebut tumbuh dan berkembang. Sayangnya, akses masyarakat terhadap makanan aman dan bergizi masih menjadi tantangan besar bagi masyarakat Indonesia bahkan dunia. Ketidaksetaraan terhadap akses pangan mencerminkan perbedaan besar dalam kesejahteraan masyarakat di berbagai wilayah.

Akses universal terhadap makanan aman dan bergizi menjadi salah satu tujuan utama dari Zero Hunger sebagai SDGs nomor 2. Sebagaimana dengan Global goals dari SDGs ini, adalah mengakhiri kelaparan pada tahun 2030 dan menjamin akses bagi semua orang, khususnya masyarakat miskin dan orang-orang dalam situasi rentan, termasuk bayi, terhadap pangan yang aman, bergizi, dan cukup sepanjang tahun. Makanan yang aman dan bergizi tidak hanya mendukung kesehatan fisik dan mental, tetapi juga menjadi fondasi dalam mengurangi kemiskinan, meningkatkan produktivitas, dan mencapai kesetaraan sosial.

Dalam mewujudkan akses universal terhadap makanan aman dan bergizi, tentu melibatkan berbagai langkah strategis untuk memastikan bahwa setiap individu, tanpa terkecuali, dapat menikmati hak atas pangan yang layak. Pangan yang aman dan bergizi akan mencerminkan kualitas perkembangan generasi di suatu wilayah atau negara. Maka dari itu pentingnya pemerataan terhadap makanan aman dan bergizi, tidak hanya akan memastikan setiap individu mendapatkan nutrisi yang diperlukan, tetapi juga menjadi dasar untuk pembangunan sosial dan ekonomi yang berkelanjutan.

Namun, mewujudkan akses universal terhadap makanan aman dan bergizi masih menjadi perhatian yang tidak terlepas dari tantangan dalam mencapainya. Adapun berbagai tantangan yang harus diatasi, sebagai berikut:

1. Ketidakmerataan Distribusi Pangan

Dalam suatu negara, beberapa wilayah terlebih pelosok pasti mengalami ketidaksetaraan infrastruktur dan ketidakseimbangan ekonomi, yang menyebabkan ketidakmerataan distribusi pangan. Beberapa wilayah memiliki surplus produksi makanan, sementara wilayah lain mengalami kekurangan yang kronis.

2. Keamanan Pangan

Kurangnya keamanan pangan dalam standar pengawasan, penyimpanan yang tidak higienis, juga penggunaan pestisida berlebihan masih menjadi faktor penyebab dari permasalahan-permasalahan makanan tercemar dan tidak lolos uji, sehingga dapat  mengakibatkan keracunan.

3.Ketidaksetaraan Ekonomi

Perbedaan pendapatan dan aksesibilitas menyebabkan sebagian masyarakat kesulitan mendapatkan makanan bergizi, yang menyebabkan mereka dengan terpaksa mengkonsumsi makanan tidak aman dan tidak bergizi.

4. Edukasi Gizi yang Rendah

Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang menghambat pola makan yang sehat. Mereka cenderung akan memakan hanya untuk mengenyangkan perutnya, tanpa memikirkan gizi atau manfaat dari makanan yang dikonsumsi.

Untuk mengatasi tantangan ini, diperlukan solusi yang komprehensif dan kolaboratif, antara lain:

1. Peningkatan Investasi Infrastruktur Pangan

Pemerintah seharusnya meningkatkan investasi dalam infrastruktur pangan, seperti jalan, penyimpanan, dan teknologi pascapanen untuk memastikan distribusi pangan yang merata.

2. Penguatan Keamanan Pangan

Penerapan peraturan yang ketat sangat dibutuhkan untuk menjaga standar kualitas dan keamanan pangan. Selain itu bisa dilakukannya edukasi untuk produsen dan konsumen tentang praktik pengolahan dan penyimpanan makanan yang aman.

3. Pemberian Subsidi atau Bantuan Pangan bagi Kelompok tertentu

Menyediakan dukungan finansial atau langsung berupa makanan kepada individu atau kelompok yang menghadapi kesulitan ekonomi, sehingga mereka tetap dapat memenuhi kebutuhan gizi mereka.

4. Pemberian Edukasi Gizi

Program edukasi masyarakat tentang pola makan sehat dan pentingnya keberagaman pangan perlu digalakkan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat. Hal ini guna mendorong konsumsi makanan lokal yang bergizi dan terjangkau.

Mencapai akses universal terhadap pangan yang aman dan bergizi memerlukan kolaborasi antar pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, sektor swasta, akademisi, dan masyarakat. Kolaborasi global dan kebijakan yang mendukung pemerataan akses pangan menjadi sangat penting untuk memastikan bahwa tidak ada individu yang tertinggal dalam upaya ini. Dengan komitmen bersama, kita dapat mengatasi tantangan yang ada dan memastikan setiap individu memiliki hak yang sama untuk hidup sehat dan sejahtera.

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun