Mohon tunggu...
shabrina nailah lubis
shabrina nailah lubis Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Saya adalah mahasiswa Bimbingan dan Konseling universitas negeri Surabaya

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Tantangan dalam mengembangkan Empati saat berkomunikasi

7 Januari 2025   05:47 Diperbarui: 7 Januari 2025   05:46 66
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Apa sebenarnya tantangan itu? Tantangan adalah suatu hal atau objek yang mendorong tekad seseorang untuk meningkatkan kemampuannya atau bekerja lebih keras dalam mencapai tujuan tertentu. Lalu bagaimana  dengan empati?

Empati merupakan kemampuan untuk memmahamiorang lain dengan akurat, termasuk cara mereka merasakan, berpikir, dan bertindak. Dalam konteks komunikasi, empati  merupakan suatu kemampuan yang memungkinkan seseorang untuk melihat dari sudut pandang orang lain serta tidak hanya mampu mendengarkan sebuah kata-kata yang diucapkan tetapi dapat juga merasakan emosi yang mendasarinya. Kehadiran Empati dalam komunikasi sangat penting untuk menciptakan hubungan yang bermakna dan efektif bagi antar individu.  

peran empati dalam Komunikasi sangat signifikan, karena dapat membangun hubungan yang baik  antar manusia. Melalui empati juga, kita dapat mengurangi kesalahpahaman dalam komunikasi, meningkatkan interaksi dan juga menciptakan rasa saling pengertian. selain itu, empati juga membantu kita memahami perspektif orang lain dan dapat menyelesaikan masalah secara konstruktif, dengan komunikasi yang penuh empatik,audiens atau lawan bicara kita akan merasa dihargai, sehingga dapat meningkatkan keterlibatan mereka dalam diskusi atau dalam percakapan. Membangun kepercayaan dan memberikan dukungan emosional juga merupakan aspek penting dari  empati dalam komunikasi, dimana  kepercayaan menjadi fondasi untuk membangun hubungan yang baik dan sukses. Empati dapat memberikan dukungan emosional yang diperlukan untuk merespon dengan sensitif terhadap perasaan orang lain, dengan menggunakan bahasa yang mencerminkan dukungan tersebut. Dengan demikian, empati tidak hanya meningkatkan kualitas komunikasi, tetapi  juga dapat memperkuat  hubungan interpersonal dan menciptakan suasana yang positif di berbagai konteks.

Mengembangkan empati dalam berkomunikasi adalah proses yang kompleks dan sering kali kita dihadapkan pada berbagai tantangan, baik dalam interaksi sehari- hari maupun dalam konteks digital.

Berikut adalah beberapa tantangan dalam mengembangkan empati saat berkomunikasi :

  • Kurangnya Kesadaran dalam Diri        

Sering kali, kita juga kesulitan dalam memahami perasaan diri sendiri yang pada gilirannya dapat menghambat kemampuan kita untuk memahami perasaan orang lain.individu bisa  jadi tidak menyadari bagaimana sikap dan kata - kata mereka mempengaruhi emosi orang lain. Ketidakpedulian ini bisa berujung pada kesalahpahaman dan konflik. Sebagai contoh, ketika berada dalam suasana santai, seseorang mungkin mengucapkan kata-kata yang tidak terkontrol, sehingga membuat orang disekitarnya menrasa tersinggung.

  • Perbedaan Latar Belakang

Perbedaan latar belakang menjadi salah satu tantangan terbesar dalam membangun empati.Setiap orang memiliki keunikan, baik dari segi Budaya, Nilai, generasi maupun pengalaman.Hal ini dapat menghalangi kita untuk memahami  perspektif orang lain. Misalnya seorang teman yang benerja di dunia karir bisa jadi sulit memahami pilihan temannya yang memilih untuk menjadi ibu rumah tangga.

  • Bias dan Prasangka 

Banyak orang membawa serta stereotip atau asumsi salah tentang  orang lain, yang dapat memengganggu kemampuan untuk bersikap empatik. Bias ini sering kali terbentuk dari sebuah pengalaman dalam hidup mereka. Untuk mengatasi hal ini, penting agar kita membangun sikap terbuka dan rendah hati terhadap perbedaan yang ada.

  • Komunikasi yang Tidak Efektif

Komunikasi yang buruk dapat menjadi penyebab utama terjadinya miskomunikasi, yang menghambat hubungan empatik. Menghadapi tantangan – tantangan ini merupakan langkah penting dalam proses pengembangan empati yang lebih baik dalam komunikasi kita sehari-hari. Ketika seseorang tidak mendengarkan dengan seksama dan lebih terfokus pada apa yang ingin diungkapkan selanjutnya, hal ini bisa menyebabkan komunikasi yang ambigu dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.tidak hanya menyebarkan pesan yang tidak jelas, tetapi juga dapat memicu emosi negatif seperti frustasi, kebingungan, atau bahkan kemarahan akibat ketidakefektifan komunikasi. Ketika seseorang terjebak dalam emosi negatif,kemampuan mereka untuk berempati bisa berkurang, karena perhatian mereka teralihkan dari pemahaman terhadap orang lain.

  • Kurangnya Keterampilan Mendengarkan

Mendengarkan secara aktif adalah inti dari empati. Namun banyak orang sering lebih mementingkan apa yang ingin mereka katakan daripada mereka benar-benar memahami apa yang disampaikan oleh lawan bicara. Misalnya ketika seseorang  terus menerus memotong pembicaraan, itu menunjukkan kurangnya empati dalam cara berkomunikasi.

  • Komunikasi Digital 

Dalam era digital, komunikasi yang dilakukan melalui media seperti email, WhatsApp, atau media sosial bisa mengaburkan ekspresi wajah,nadasuara, dan bahasa tubuh yang seharusnya menjadi bagian dari interaksi. Hal ini dapat menyebabkan kesalahpahaman dan menurunkan tingkat interaksi. Sering kali, pesan singkat yang terkesan biasasaja bisa disalahartikan sebagai sikap yang dingin atau kasar karena kurangnya petunjuk emosional.

  • Ketidakmampuan dalam membangun Relasi

sebagian orang mungkin mengalami kesulitan dalam membangun  suatu hubungan sosial dengan orang lain, sehingga mereka cenderung menutup diri. Ketidakmampuan ini akan membatasi kesempatan mereka untuk berinteraksi  dan berlatih empati.

Mengatasi tantangan dalam mengembangkan empati saat berkomunikasi tentu memerlukan usaha kesadaran, latihan, dan juga keinginan kita untuk belajar dari pengalaman sebelumnya. dengan kita melatih keterampilan mendengarkan, membuka diri terhadap prespektif yang berbeda ,membangun relasi yang baik, dan dapat memanfaatkan teknologi dengan benar dan bijak, kita dapat meningkatkan kemampuan empati dalam komunikasi.

                                                  

Dalam mengembangkan empati saat berkomunikasi tidak hanya terpaut pada tantangan saja, tetapi juga memiliki bagaimana strategi atau cara untuk mengtasi tantangan tersebut, yaknis sebagai berikut :

  • Meningkatkan Kesadaran Diri

Dengan latihan refleksi diri dapat membantu kita  memahami emosi dan respons pribadi.     

  • Belajar Mendengarkan aktif atau dengarkan dengan empati

Beri Fokus pada apa yang diucapankan oleh lawan bicara tanpa memotong atau berasumsi. cobalah untuk memahami perasaan dan perspektif dari lawan bicara. Dengan kita memberikan perhatian penuh dan merespon secara baik, kita dapat membangun rasa kepercayaan dan menunjukkan  bahwa kita menghargainya mereka.

  • Hindari Asumsi ataupun Dugaan

Meski terkadang kita sulit untuk menghindari asumsi negatif tentang pikiran atau perasaan orang lain, penting untuk bertanya jika ada yang kurang jelas. mengklarifikasi akan membuat komunikasi menjadi lebih jelas dan mengurangi resiko kesalahpahaman.

  • Berbicara dengan Jelas 

Sangat penting untuk menyampaikan pesan secara jelas dan langsung, Hindari dari penggunaan kata atau istilah yang rumit dipahami bagi semua pihak. Hal ini dapat membantu meringankan kebingunan dan meningkatkan prmahaman semua pihak.

  • Menggunakan Bahasa Tubuh yang Positif

bahasa tubuh dapat memainkan peran penting dalam menyampaikan informasi non-verbal.seperti kontak mata, ekspresi wajah dan juga postur tubuh yang terbukaan,  kita dapat menciptakan suasana yang lebih nyaman dan dapat mendukung komunikasi yang empatik.

  • Mengelola Emosi dengan Baik dan Bijak

Mengelola emosi merupakan aspek krusial dalam komunikasi. jika kita merasa marah ataupun frustrasi, maka sebaiknya kita mengambil waktu untuk menenangkan diri terlebih dahulu sebelum melanjutakan diskusi. dengan  mengendalikan emosi, kita akan lebih mampu memahami perasaan orang lain.

  • Mengikuti Pelatihan Keterampilan Komunikasi

Dalam berpartisipasi pelatihan atau seminar mengenai  keterampilan komunikasi, dapat meningkatkan kemampuan kita dalam berinteraksi dengan empati dan efektifitas.

https://bk.fip.unesa.ac.id/

Dengan kita menerapkan beberapa strategi diatas, setiap individu dapat mengembangkan empati saat berkomunikasi sehingga terciptanya komunikasi atau interaksi yang efektif dan bermakna.

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun